Apple Gandeng Google Cloud untuk Jalankan AI Generatif
- Rita Puspita Sari
- •
- 12 jam yang lalu
Ilustrasi Produk Apple
Apple mengambil langkah penting dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) dengan memperluas layanan Private Cloud Compute (PCC) ke infrastruktur Google Cloud. Keputusan ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya sistem pemrosesan AI milik Apple dijalankan di luar pusat data yang sepenuhnya dikelola perusahaan.
Langkah tersebut menunjukkan bagaimana kebutuhan komputasi AI yang semakin besar mendorong perusahaan teknologi untuk membangun kolaborasi yang lebih erat. Dalam implementasi terbaru ini, Apple akan memanfaatkan GPU Nvidia Blackwell yang dipadukan dengan teknologi Confidential Computing guna mendukung pemrosesan AI tingkat lanjut pada Apple Foundation Models.
Menurut Apple, perluasan PCC ke Google Cloud ditujukan untuk menangani berbagai tugas AI yang membutuhkan daya komputasi tinggi. Beberapa di antaranya adalah kemampuan penalaran (reasoning), penggunaan alat digital secara otomatis (tool use), serta proses inferensi AI yang tidak dapat dijalankan secara optimal hanya melalui perangkat pengguna seperti iPhone, iPad, atau Mac.
Menjawab Kebutuhan AI yang Semakin Kompleks
Sejak memperkenalkan Apple Intelligence, Apple terus berupaya mengembangkan model AI yang mampu memberikan pengalaman lebih cerdas dan personal kepada pengguna. Namun, tidak semua proses AI dapat dijalankan langsung di perangkat.
Beberapa tugas memerlukan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar, sehingga harus diproses melalui server cloud. Untuk kebutuhan inilah Apple mengandalkan Private Cloud Compute.
PCC pertama kali diperkenalkan pada 2024 sebagai sistem cloud khusus yang dirancang untuk memproses permintaan AI secara aman tanpa mengorbankan privasi pengguna. Hingga kini, seluruh infrastruktur PCC beroperasi di pusat data milik Apple sendiri.
Dengan ekspansi ke Google Cloud, Apple mendapatkan kapasitas komputasi tambahan yang dibutuhkan untuk mendukung generasi terbaru Apple Foundation Models. Model AI ini menjadi fondasi berbagai fitur Apple Intelligence yang akan hadir pada perangkat Apple dalam beberapa tahun ke depan.
Menariknya, Apple mengungkap bahwa pengembangan model AI terbaru tersebut juga memanfaatkan teknologi yang berada di balik keluarga model Gemini milik Google. Hal ini menunjukkan semakin eratnya hubungan kedua perusahaan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pesaing di berbagai sektor teknologi.
Nvidia Jadi Tulang Punggung Pemrosesan AI
Dalam implementasi baru ini, Nvidia memegang peran penting melalui penggunaan GPU Blackwell, generasi terbaru prosesor AI yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan skala besar.
Nvidia menyatakan bahwa GPU Blackwell akan digunakan untuk mendukung inferensi AI di sisi server bagi Apple Foundation Models. Inferensi merupakan proses ketika model AI menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari untuk menghasilkan jawaban, rekomendasi, atau tindakan berdasarkan permintaan pengguna.
Keberadaan GPU Blackwell memungkinkan Apple menjalankan model AI yang lebih besar dan lebih kompleks dengan performa yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain meningkatkan performa, Nvidia juga menghadirkan teknologi Confidential Computing yang menjadi salah satu komponen utama dalam sistem keamanan PCC terbaru.
Privasi Tetap Menjadi Prioritas
Meski kini memanfaatkan infrastruktur Google Cloud, Apple menegaskan bahwa prinsip dasar keamanan dan privasi PCC tidak berubah.
Perusahaan menyatakan bahwa seluruh sistem tetap dibangun berdasarkan sejumlah prinsip keamanan utama, yaitu komputasi tanpa penyimpanan data permanen (stateless computation), tidak adanya akses administratif istimewa saat sistem berjalan, serta mekanisme yang mencegah server tertentu ditargetkan untuk mengakses data pengguna tertentu.
Selain itu, seluruh proses dirancang agar dapat diverifikasi secara independen oleh pihak eksternal. Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda utama Apple dibandingkan banyak layanan AI cloud lainnya.
Teknologi Confidential Computing dari Nvidia juga menambahkan lapisan perlindungan ekstra. Teknologi tersebut memungkinkan data diproses dalam lingkungan eksekusi terpercaya yang terisolasi dari pihak lain.
Dengan pendekatan ini, data sensitif pengguna tetap terlindungi bahkan ketika sedang diproses di server cloud. Sistem juga dapat melakukan verifikasi kriptografi untuk memastikan lingkungan server tidak mengalami perubahan atau manipulasi sebelum data dikirimkan.
Dukungan Intel dan Chip Titan Google
Selain GPU Nvidia, infrastruktur PCC di Google Cloud juga akan memanfaatkan prosesor Intel yang dilengkapi teknologi Trust Domain Extensions (TDX).
Teknologi ini memungkinkan pemisahan dan perlindungan beban kerja komputasi dari lingkungan sistem yang lebih luas sehingga meningkatkan keamanan selama proses pemrosesan data.
Sementara itu, Google turut menyumbangkan teknologi keamanan melalui penggunaan chip Titan. Chip ini berfungsi sebagai fondasi keamanan perangkat keras yang membantu menjaga integritas sistem cloud dan proses verifikasi perangkat lunak.
Kombinasi antara GPU Nvidia, prosesor Intel, dan chip Titan Google menciptakan lapisan keamanan berlapis yang dirancang untuk memenuhi standar privasi ketat yang selama ini menjadi ciri khas Apple.
Membuka Akses untuk Peneliti Keamanan
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap transparansi, Apple juga akan memberikan akses yang lebih luas kepada komunitas keamanan siber.
Perusahaan berencana mempublikasikan seluruh biner PCC agar dapat diperiksa secara publik. Langkah ini memungkinkan para peneliti keamanan melakukan audit independen terhadap sistem yang digunakan untuk memproses permintaan AI pengguna.
Tidak hanya itu, Apple juga akan menyediakan berbagai alat penelitian melalui program Apple Security Bounty. Peneliti bahkan dapat mengakses node PCC yang berjalan dalam mode penelitian untuk melakukan pengujian secara langsung.
Apple berharap pendekatan ini dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus membantu menemukan potensi celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kolaborasi Apple dan Google Semakin Erat
Ekspansi PCC ke Google Cloud merupakan bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Apple dan Google. Pada Januari 2026, kedua perusahaan menandatangani perjanjian jangka panjang yang mencakup penggunaan model AI dan infrastruktur cloud Google untuk mendukung perangkat konsumen Apple.
Sebelumnya, pada 2024, Apple juga diketahui menggunakan Tensor Processing Unit (TPU) milik Google untuk melatih berbagai model AI mereka.
Laporan yang muncul pada Maret 2026 bahkan menyebutkan bahwa Apple dan Google sempat membahas kemungkinan penggunaan teknologi AI Google untuk mendukung generasi terbaru Siri.
Di saat yang sama, Apple juga terus mengembangkan teknologi internalnya sendiri, termasuk chip server khusus AI yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal di masa depan.
Dengan perpaduan teknologi Apple, Google, Nvidia, dan Intel, perluasan Private Cloud Compute ke Google Cloud menunjukkan bahwa masa depan AI tidak lagi hanya ditentukan oleh satu perusahaan. Sebaliknya, era baru kolaborasi lintas industri kini menjadi kunci untuk menghadirkan sistem AI yang lebih cerdas, aman, dan mampu melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
