AWS Bangun Pusat Data di Indonesia Senilai Rp 35 Triliun

  • 18 Des 2019 19.55 WIB

AWS Event

Amazon Web Services (AWS) salah satu penyedia layanan Cloud Computing global, telah merealisasikan investasi untuk membangun pusat data (data center) di Indonesia senilai US$ 2,5 miliar atau hampir 35 triliun. Pusat data ini akan dipakai untuk menopang layanan komputasi awan Amazon Web Services.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto membenarkan perihal informasi tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail di mana lokasi pengembangan pusat data tersebut.

"Amazon sudah merealisasikannya. Nilainya US$2,5 miliar," ujarnya, Pada hari Rabu 18 Desember 2019.

Sementara itu Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Janu Suryanto mengatakan pihak Amazon telah melakukan pertemuan dengan Kemenperin. Namun belum dapat memberikan keterangan dimana lokasi pastinya. Data center tersebut rencananya akan dikembangkan di tiga lokasi di dua daerah dengan luas wilayah masing-masing mencapai 20 hektar.

Janu menyampaikan, kehadiran fasilitas tersebut akan membantu untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal dan juga akan membantu untuk mewujudkan program Making Indonesia 4.0.

Pada April 2019 Amazon mengumumkan rencana untuk membuka pusat data di Indonesia paling cepat pada akhir 2021 atau paling lambat pada awal 2022. President of Global Infrastructure and Customer Support, Amazon Web Services, Peter DeSantis mengatakan, rencana pembukaan AWS di Indonesia akan mendukung ekosistem usaha rintisan di Indonesia yang sedang tumbuh dengan cepat, perusahaan swasta dan juga pemerintah.

"Komputasi awan memiliki kekuatan untuk mentransformasi kegiatan usaha, pendidikan, dan institusi pemerintahan di Indonesia. Dengan rencana pembukaan AWS terbaru di Asia Pasifik ini, kami sangat menantikan untuk dapat membantu mengakselerasi transformasi ini," ujar DeSantis.