Bank BNI Hidupkan Perekonomian Petani Melalui Program Milenial Smartfarming


Ilustrasi Internet of Things

Ilustrasi Internet of Things (IoT)

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) melanjutkan upaya menggerakkan kehidupan perekonomian masyarakat melalui program "Milenial Smartfarming" bagi petani muda di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Program "Milenial Smartfarming" merupakan ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (Internet of Things) dari hulu ke hilir serta meningkatkan inklusi keuangan desa.

"Peran BUMDes di desa ini menambah optimisme kami bahwa progam ini dapat dijalankan dengan baik. namun yang tidak kalah penting adalah adanya peran milenial," ujar Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto yang dikutip pada Kamis (15/4).

saat ini, Klaten merupakan pusat penghasil beras Rojolele yang merupakan varietas asli Klaten atau beras Delanggu yang dikenal lebih nikmat daripada daerah lainnya karena ditanam di tanah dan air yang tak dimiliki daerah lain.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, terdapat serangkaian aktivitas, seperti coaching clinic kepada petani milenial mengenai penggunaan aplikasi Agree Suites untuk pendataan petani dan offtaker. 

Selain itu, para petani muda juga dilatih menggunakan alat sensor cuaca dan tanah sebagai bagian dari CSR BNI yang dilanjutkan dengan kegiatan pemupukan massal secara simbolis dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersyukur petani muda mulai dilibatkan dalam penerapan teknologi di budidaya pertanian, yang bisa menjadi lompatan besar bagi sektor pertanian di Jawa Tengah.

Penerapan aplikasi dan teknologi pertanian menjadi sangat penting karena selain pendataan, juga dapat menghubungkan antara petani dengan mitra lainnya, antara lain offtaker, koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Digitalisasi sistem pertanian di Indonesia memang sangat menguntungkan bagi semua pihak, terlebih lagi bila didukung oleh semua pihak tidak hanya petani, tetapi juga para stakeholder terkait," tutupnya.