Chip AI Miliki Kinerja Tinggi, Korea Selatan Targetkan 50 Chip


Ilustrasi Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Sebanyak 50 jenis semikonduktor ditargetkan oleh negara Korea Selatan untuk dikembangkan serta memiliki fokus pada Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan hingg tahun 2030. Hal itu diupayakan oleh Kementerian TIK Korea Selatan, dikutip dari Berita Yonhap, pada Selasa (13/10), dalam upaya untuk mengambil posisi utama dalam sektor semikonduktor yang berada di luar chip memori yang sudah banyak dikembangkan.

Pada awal tahun 2020, Korea Selatan bertaruh besar pada pengembangan chip generasi berikutnya dengan rencana menghabiskan dana sekitar satu triliun won atau sekitar Rp12,8 triliun hingga tahun 2029. Chip kecerdasan buatan ini disebut memiliki kinerja yang tinggi dan hemat daya layaknya semikonduktor, namun lebih terfokus pada layanan kecerdasan buatan atau AI.

Kementerian TIK Korea Selatan memiliki rencana untuk memanfaatkan 70 miliar won dari dana semikonduktor yang dibentuk tahun 2019 untuk membantu perusahaan chip AI dalam menjalankan penelitian, pengembangan, merger dan akuisisi. Kementerian TIK Korea Selatan berencana untuk mengakuisisi perusahaan teknologi lokal untuk mengembangkan chip tersebut pada 2022, sejalan dengan membina 3.000 ahli pekerja dalam sektor tersebut selama 10 tahun kedepan.

Disamping perencaan yang dipimpin negara, Korea Selatan menargetkan untuk menguasai 20 persen pasar chip AI global pada tahun 2030. Langkah Korea Selatan ini untuk mengembangkan sektor chip AI terjadi saat negara mencari mesin baru di industri semikonduktor.

Pasar chip AI diperkirakan akan tumbuh pesat hingga mencapai 117,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.740 triliun pad tahun 2030, dibandingkan dengan tahun ini yang hanya sekitar 18,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp273 triliun tahun ini.

Korea Selatan memegang pasar chip memori DRAM global. Samsung Electronics Co dan SK hynix Inc., dua perusahaan pembuat chip ini menguasai 73,6 persen pasar gabungan pada kuartal kedua tahun ini. Namun, menurut lembaga riset pasar Gartner bahwa pasar chip akan menurun 0,5 persen setiap tahun hingga tahun 2024.