Kinéis dan Netmore Perluas Jangkauan IoT dengan Satelit
- Rita Puspita Sari
- •
- 14 jam yang lalu
Ilustrasi Satelit
Konektivitas menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penerapan Internet of Things (IoT), terutama ketika perangkat ditempatkan di wilayah terpencil yang tidak memiliki jaringan komunikasi terestrial. Untuk menjawab persoalan tersebut, Kinéis dan Netmore Group menjalin kerja sama dengan menggabungkan konektivitas satelit dan jaringan LoRaWAN.
Kolaborasi ini memungkinkan perangkat IoT tetap terhubung ketika berpindah dari wilayah yang memiliki jaringan terestrial ke area yang tidak terjangkau infrastruktur komunikasi darat. Perpindahan koneksi antara kedua jaringan juga dirancang berlangsung secara otomatis.
Langkah tersebut hadir ketika kebutuhan terhadap konektivitas IoT hibrida terus meningkat. Pasar global konektivitas IoT yang menggabungkan jaringan terestrial dan satelit diperkirakan mencapai US$8,6 miliar pada 2025.
Berdasarkan Hybrid Terrestrial-Satellite Cellular IoT Connectivity Market Research Report 2034 yang diterbitkan pada 2026, pasar tersebut diproyeksikan meningkat hampir sepuluh kali lipat menjadi US$89,4 miliar pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR mendekati 30 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya solusi yang dapat menjaga perangkat IoT tetap terhubung, termasuk ketika perangkat beroperasi jauh dari jaringan terestrial.
Satelit Melengkapi Jaringan LoRaWAN
Dalam kerja sama ini, Netmore menambahkan konektivitas satelit milik Kinéis ke dalam portofolio layanan Low Power Wide Area Network (LPWAN) yang ditawarkannya.
Netmore merupakan operator massive IoT yang menyediakan layanan bagi berbagai sektor, termasuk utilitas, pengelolaan air, infrastruktur, dan kota pintar. Sementara itu, Kinéis mengoperasikan konstelasi yang terdiri dari 25 satelit Eropa untuk kebutuhan IoT dan Automatic Identification System (AIS).
Integrasi kedua teknologi tersebut memungkinkan pelanggan Netmore mengakses konektivitas IoT terestrial dan satelit melalui satu platform.
Dengan pendekatan ini, jaringan LoRaWAN tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan ketika perangkat berada di luar jangkauan jaringan darat. Konektivitas satelit dapat digunakan sebagai lapisan tambahan untuk memperluas cakupan layanan.
Bagi perusahaan yang mengelola aset dalam jumlah besar dan tersebar di berbagai lokasi, kemampuan tersebut dapat menjadi penting. Sebuah perangkat mungkin berada di area perkotaan dengan jaringan yang baik pada satu waktu, kemudian berpindah ke lokasi terpencil tanpa infrastruktur komunikasi.
Dalam skenario seperti itu, koneksi satelit dapat membantu menjaga aliran data tetap berjalan.
Koneksi Berpindah Secara Otomatis
Salah satu bagian penting dari solusi yang ditawarkan adalah kemampuan untuk berpindah antara jaringan terestrial dan satelit secara otomatis. Ketika perangkat berada dalam jangkauan LoRaWAN, komunikasi dapat dilakukan melalui jaringan terestrial. Namun, ketika perangkat meninggalkan wilayah tersebut, konektivitas satelit dapat mengambil alih tanpa membutuhkan pengaturan manual.
Konsep ini memungkinkan perusahaan mempertahankan pelacakan dan pemantauan aset secara berkelanjutan. Konektivitas hibrida tersebut tersedia melalui platform ThingPark milik Netmore. Pelanggan dan mitra dapat menggunakannya untuk menjaga perangkat tetap terhubung, baik melalui LoRaWAN maupun satelit.
Bagi pengelola aset, hal ini berarti data mengenai lokasi dan kondisi perangkat dapat tetap tersedia meskipun aset berpindah ke wilayah dengan infrastruktur komunikasi yang terbatas.
Membuka Peluang untuk Aset di Lokasi Terpencil
Penggabungan jaringan terestrial dan satelit memiliki sejumlah penggunaan praktis. Salah satunya adalah pemantauan aset yang berada di lokasi sulit dijangkau. Perusahaan dapat memanfaatkan konektivitas tersebut untuk memantau peralatan atau fasilitas dari jarak jauh tanpa harus selalu mengirimkan petugas ke lokasi.
Data yang dikumpulkan perangkat IoT juga dapat digunakan untuk mendeteksi indikasi masalah lebih awal. Dengan demikian, perusahaan dapat beralih dari pola pemeliharaan yang hanya dilakukan setelah kerusakan terjadi menuju pendekatan pemeliharaan prediktif.
Contohnya, perangkat dapat mengirimkan informasi mengenai kondisi peralatan secara berkala. Jika ditemukan perubahan yang mengindikasikan potensi gangguan, operator dapat melakukan pemeriksaan sebelum kerusakan menjadi lebih serius.
Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengelola berbagai risiko, seperti kebocoran atau kebakaran, terutama di lokasi yang tidak memiliki jaringan komunikasi konvensional. Selain itu, kemampuan melacak posisi aset secara terus-menerus dapat membantu perusahaan mengoptimalkan rute dan perjalanan kendaraan.
Sejumlah Produk Sudah Siap Digunakan
Menurut informasi yang disampaikan dalam kerja sama tersebut, Kinéis telah memiliki sejumlah solusi LoRaWAN dan satelit yang dapat digunakan di berbagai sektor. Ketersediaan produk yang sudah dikembangkan menjadi salah satu keuntungan karena pelanggan tidak harus memulai proses pengembangan perangkat keras dari awal.
Artinya, perusahaan dapat menerapkan konektivitas hibrida tanpa terlebih dahulu menjalani proses pengembangan teknologi yang panjang dan mahal.
Salah satu contoh adalah Track Value dan Beepro dari Beepings. Keduanya ditujukan untuk kebutuhan pelacakan aset. Ketika aset keluar dari jangkauan LoRaWAN, konektivitas satelit memungkinkan proses pelacakan tetap dilanjutkan.
Ada pula Sentiv yang dirancang untuk kebutuhan pengelolaan air dan infrastruktur. Solusi tersebut dapat digunakan untuk memantau meteran, tangki, dan fasilitas dari jarak jauh, termasuk di lokasi terpencil.
Sementara itu, Sylvanet dari Dryad berfokus pada pemantauan lingkungan dan deteksi kebakaran hutan. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan pemantauan secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan komunikasi yang sudah tersedia di suatu wilayah.
Ketiga contoh tersebut menunjukkan bahwa konektivitas satelit tidak hanya ditujukan untuk komunikasi umum, tetapi juga dapat menjadi bagian dari infrastruktur IoT untuk kebutuhan industri.
Sejalan dengan Pengembangan Standar LoRaWAN
Kerja sama Kinéis dan Netmore juga memiliki kaitan dengan perkembangan standar teknologi LoRaWAN. Kedua perusahaan merupakan anggota LoRa Alliance, organisasi yang mengembangkan ekosistem dan standar LoRaWAN. LoRa Alliance sendiri terus mengembangkan dukungan terhadap konektivitas antara perangkat LoRaWAN dan jaringan satelit.
Salah satu pengembangan yang direncanakan adalah Satellite Discovery Enhancements. Teknologi ini ditujukan untuk membantu menstandardisasi cara perangkat LoRaWAN komersial menemukan dan terhubung dengan konstelasi satelit.
Pengembangan tersebut melengkapi dukungan terhadap komunikasi satelit Low Earth Orbit (LEO) dan Geostationary Earth Orbit (GEO). Adanya standar yang semakin berkembang dapat membantu membangun fondasi bagi interoperabilitas antara perangkat IoT dan berbagai jaringan konektivitas di masa mendatang.
Data Harus Tetap Mengalir
Bagi sektor seperti energi, infrastruktur, utilitas, dan logistik, konektivitas bukan sekadar fitur tambahan. Ketersediaan data dapat berkaitan langsung dengan kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional. Ketika sebuah aset tidak dapat berkomunikasi karena berada di luar jangkauan jaringan, operator berpotensi kehilangan informasi mengenai posisi maupun kondisinya.
Masalah tersebut semakin kompleks ketika aset tersebar di wilayah yang luas. Infrastruktur jaringan terestrial mungkin tersedia di satu wilayah, tetapi tidak tersedia di wilayah lain. Di sinilah pendekatan hibrida antara LoRaWAN dan satelit memiliki peran. Jaringan terestrial dapat menangani konektivitas di area yang sudah memiliki infrastruktur. Ketika perangkat bergerak ke wilayah yang tidak terjangkau jaringan darat, satelit dapat menjadi alternatif.
Dengan mengurangi titik-titik tanpa konektivitas atau connectivity blind spots, perusahaan memiliki akses data yang lebih konsisten untuk melakukan pemantauan, mendeteksi anomali, dan mengambil tindakan.
Kinéis: Dua Teknologi Saling Melengkapi
Direktur Komersial Kinéis, Cécile Morel, mengatakan kerja sama dengan Netmore menjadi contoh kemampuan perusahaan dalam bekerja sama dengan pemain besar di bidang massive IoT untuk membangun solusi yang siap digunakan.
Menurut Morel, kombinasi jangkauan konstelasi satelit Kinéis dengan jaringan LoRaWAN Netmore memungkinkan perusahaan memperoleh kesinambungan layanan yang tidak dapat diberikan hanya oleh salah satu teknologi.
Pernyataan tersebut menggambarkan fungsi masing-masing jaringan. LoRaWAN dapat memberikan konektivitas berdaya rendah di wilayah dengan infrastruktur terestrial, sementara satelit memperluas cakupan ketika perangkat berada di luar jangkauan tersebut.
Keduanya bukan teknologi yang harus saling menggantikan, melainkan dapat digunakan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.
Netmore Perluas Layanan untuk Pelanggan
Chief Commercial Officer Netmore, Andreas Stenhager, mengatakan konstelasi satelit IoT Kinéis melengkapi jaringan LoRaWAN milik Netmore.
Menurutnya, kombinasi tersebut memberikan pelanggan pilihan konektivitas hibrida untuk aplikasi yang membutuhkan pemantauan, pelacakan, dan pengendalian perangkat atau aset di lingkungan operasional yang terpencil.
Bagi sektor yang dilayani Netmore, kesinambungan layanan menjadi semakin penting. Karena itu, kemampuan menyediakan konektivitas terestrial dan satelit dalam satu solusi dapat membantu perusahaan mempertahankan komunikasi dengan perangkat IoT di berbagai kondisi geografis.
IoT Mulai Memasuki Era Konektivitas Hibrida
Kerja sama Kinéis dan Netmore memperlihatkan arah perkembangan IoT yang semakin mengandalkan kombinasi berbagai teknologi konektivitas.
Jaringan terestrial tetap memiliki peran penting karena dapat menyediakan koneksi di wilayah yang sudah memiliki infrastruktur. Namun, jaringan tersebut memiliki keterbatasan ketika perangkat berada di daerah terpencil, area tanpa jaringan, atau lokasi yang sulit dibangun infrastruktur komunikasi.
Satelit dapat mengisi celah tersebut.
Kombinasi keduanya berpotensi digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari pelacakan kendaraan dan aset, pengelolaan air, utilitas, logistik, infrastruktur, pertanian, hingga pemantauan lingkungan. Dengan sistem perpindahan jaringan yang berlangsung otomatis, perangkat IoT dapat tetap mengirimkan data ketika berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Bagi perusahaan, manfaat utamanya bukan sekadar memiliki dua pilihan jaringan. Yang lebih penting adalah menjaga kesinambungan konektivitas dan ketersediaan data ketika aset beroperasi di berbagai kondisi.
Kolaborasi Kinéis dan Netmore pada akhirnya menunjukkan bahwa masa depan IoT tidak selalu harus bergantung pada satu jenis jaringan. Ketika jaringan terestrial dan satelit bekerja secara terpadu, perangkat IoT memiliki peluang untuk tetap terhubung meskipun berada jauh dari infrastruktur komunikasi darat.
