Korea Selatan Gunakan Teknologi 5G untuk Identifikasi Penumpang COVID-19


Jaringan 5G

Ilustrasi Jaringan 5G

Korea Selatan menggunakan teknologi Mobile Edge Computing (MEC) berbasis teknologi Artificial Intelligence untuk menyaring pasien berpotensi COVID-19 di Bandara Internasional Incheon sekaligus meningkatkan tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona.

Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan mengungkapkan sebuah sistem akan menggabungkan teknologi MEC, yang meminimalkan latensi dengan mengirimkan data ke pusat data skala kecil terdekat, bukan pusat data terpusat.

“Sistem yang digunakan dapat mengirimkan robot otonom untuk desinfeksi,” tulisnya seperti dilansir Infokomputer, Senin (28/12).

Kementerian menjelaskan sistem tersebut akan memeriksa penumpang tanpa masker atau dengan gejala COVID-19, seperti suhu badan, di ruang kedatangan dan juga keberangkatan.

Operator telekomunikasi terbesar di Korea Selatan, SK Telecom, telah memasang stasiun berbasis 5G di bandara untuk mengoperasikan layanan tersebut, yang juga akan menggunakan chip AI baru dari perusahaan tersebut yang bernama SAPEON X220

Pengguna 5G di Korea Selatan kini telah berjumlah sekitar 10 juta, sejak komersialisasi jaringan generasi terbaru pada April tahun lalu, negara tersebut sedang dalam tahap awal meluncurkan layanan mmWave 5G yang memanfaatkan sepenuhnya kecepatan tinggi dan latensi rendah.

Operator saingan SK Telecom, LG Uplus, saat ini sedang menguji Mmwave 5G di Institut Teknologi Nasional Kumoh di Gumi, Korea Selatan.