Pemerintah Upayakan Percepatan Transformasi Digital Bagi UMKM dengan Teknologi Industri 4.0


UMKM Digital

Ilustrasi UMKM Digital

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian Indonesia, maka pemerintah pun selalu mengupayakan berbagai program untuk bisa mempercepat transformasi digital bagi UMKM.

Rahmadi, M.Si, Asisten Deputi Bidang Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM RI mengatakan, bahwa UMKM memiliki peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Hal ini karena selain sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi angka pengangguran, UMKM juga mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Namun dari 60 juta pelaku UMKM, baru 21 persen atau 13,7 juta pelaku UMKM yang sudah mengadopsi teknologi digital, sedangkan jumlah pengguna e-commerce sendiri mencapai 29 juta. Rahmadi kemudian menilai bahwa jumlah ini merupakan peluang serta pangsa pasar yang sangat besar bagi pelaku UMKM.

“Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mempercepat akselerasi adopsi digital bagi UMKM, pemerintah menargetkan setidaknya sebanyak 30 juta UMKM bergabung pada platform digital pada tahun 2024. Tentunya tidak mudah, tantangan yang dihadapi UMKM terutama kesiapan baik dari sisi produk maupun SDM,” ujar Rahmadi melalui webinar “Ninja Express Akselerasi III”, Selasa (28/9/2021).

Rahmadi kemudian menjelaskan bahwa upaya untuk dapat meningkatkan literasi manfaat masuk ke ekosistem digital dan inkubasi untuk dapat mengakselerasi UMKM perlu dilakukan secara intensif. Langkah ini diperlukan untuk dapat mewujudkan hal-hal yang tentunya memerlukan sinergitas dan kolaborasi antar stakeholder.

Kementerian Koperasi dan UKM tidak hanya mendorong UMKM mengadopsi teknologi digital, tetapi juga mengembangkan empat hal penting yang diperlukan pelaku usaha, seperti literasi digital, mendorong dan membantu solusi untuk kesiapan kapasitas produksi, mendorong peningkatan mutu dan kualitas produk, serta membuka akses pasar bagi para pelaku UMKM.

Sementara Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Ir. Yeni Yanita, M.Si menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai sektor pemimpin dalam mewujudkan transformasi industri 4.0 melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 berupaya mendorong implementasi teknologi digital.

Implementasi teknologi digital tersebut dimulai dengan penggunaan e-bisnis yang akan diwujudkan melalui program e-smart IKM. Tindakan ini merupakan salah satu program strategi Kemenperin dalam mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia.

“Para pelaku IKM tersebut dapat mengikuti program e-smart IKM dan mendapatkan manfaat diantaranya adalah bimbingan untuk membuka toko online di marketplace, masuk dalam katalog e-smart IKM, kemudian akses dan program Kemenperin lainnya seperti halnya pendampingan pemasaran online, serta beragam workshop,” jelas Yeni.

Yeni melanjutkan, selain program e-smart, Kemenperin juga mendorong startup Indonesia sebagai penyedia teknologi guna meningkatkan penggunaan teknologi digital di Indonesia dan menjawab kebutuhan permasalahan IKM.

Kemenperin pun menjalankan program Startup 4 Industry yang dikembangkan oleh Dirjen IKMA, serta merupakan bagian dari Making Indonesia 4.0. Yeni menyebut dengan adanya solusi teknologi dari startup Indonesia maka akan terlihat potensi inovasi dari startup untuk industri dan masyarakat.

Pada tahun 2021 sendiri, Kementerian Perindustrian tengah menjalankan 20 proyek implementasi teknologi yang dikerjakan startup di IKM. Proyek implementasi ini sendiri mulai dari optimasi pemasaran, produksi, hingga aktivasi penataan manajemen.

“Teknologi yang digunakan mulai dari digital marketing, internet of things, cloud computing, otomatisasi, solar panel sampai dengan teknologi nano. Nantinya program ataupun inovasi ini akan dievaluasi proyek implementasinya yang berdampak pada IKM untuk mendapatkan lima startup terbaik,” pungkas Reni.


Bagikan artikel ini