Pendapatan Alibaba Cloud Meningkat di Masa Pandemi


Alibaba Cloud

Ilustrasi Alibaba Cloud

Perusahaan Alibaba memberikan pengumuman mengenai laporan keuangan untuk kuartal ke-2 tahun ini pada akhir Agustus lalu. Ketua dan direktur eksekutif Alibaba Group, Daniel Zhang mengungkapkan bahwa perubahan dan pengembangan digital yang begitu cepat, baik dari segi konsumsi dan operasi bisnis. Zhang juga menjelaskan, pihaknya mengorganisasikan dan menggerakan seluruh infrastruktur digital untuk mendukung pemulihan bisnis di berbagai sektor.

 

Selain itu, Alibaba Group juga memperluas dan memberikan variasi pada basis konsumen dengan memanfaatkan perubahan preferensi lingkungan pasca Covid-19. "Meskipun kita berada di masa yang tidak biasa, kami tetap fokus pada tujuan jangka panjang, perwujudan misi kami, dan menciptakan nilai bagi konsumen dan pelanggan bisnis kami," ujar Zhang. Direktur Keuangan Alibaba Group, Maggie Wu mengungkapkan bisnis perdaganan inti domestik Alibaba Group telah sepenuhnya pulih seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan pendapatan cloud computing yang meningkat sebesar 59 persen dari tahun lalu, menjadi RMB12.345 juta atau sekitar Rp26 miliar.

 

Menurut IDC (Juli 2020), Alibaba Cloud menjadi penyedia layanan cloud publik terbesar dienurut  Tiongkok, yang diukur dari pangsa pasar IaaS (Infrastructure as a Service) dan PaaS (Platform as a Service) untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2020. Alibaba Cloud juga terus mengembangkan dengan meningkatkan dan memperluas layanan PaaS bahkan terus memperluas dan meningkatkan layanan PaaS miliknya, seperti analitik data dan manajemen database.

 

Dewan Kinerja Pemrosesan Transaksi menyebutkan, AnalyticDB, teknologi database berskala besar milik Alibaba Group, menerima peringkat sebagai solusi gudang data real-time tercepat di dunia selama dua tahun berturut-turut. AnalyticDB sendiri memiliki kemampuan melakukan analisis data tingkat petabyte secara real-time. Teknologi ini bahkan telah diadopsi secara luas oleh bisnis di berbagai industri, termasuk e-commerce, keuangan, logistik, transportasi umum, dan hiburan.