Qlue dan HPE Manfaatkan AI dan Edge Computing untuk Mendorong Terwujudnya Indonesia Smart Nation


Hewlett Packard Enterprise Logo

Ilustrasi Logo Hewlett Packard Enterprise

Qlue berkolaborasi dengan Hewlett-Packard Enterprise (HPE) mendorong terwujudnya Indonesia Smart Nation melalui pemanfaatan artificial intelligent (AI) yang diperkuat oleh teknologi edge computing yang bisa menghasilkan efisiensi biaya dan waktu secara signifikan. Pemanfaatan AI dalam industri dinilai akan menciptakan optimalisasi operasional yang ikut mempengaruhi operasional perusahaan.

"Pemanfaatan AI bagi industri mampu memberikan dampak positif bagi operasional perusahaan di berbagai sektor industri. Secara umum, pemanfaatan AI dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 70%, meningkatkan produktivitas pekerja hingga 300%, dan mempercepat waktu respon pekerja hingga lebih dari 100%," kata Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya, dalam keterangan persnya yang dikutip, Senin (19/7).

Rama menjelaskan bahwa kecerdasan buatan membuat semua sektor kehidupan lebih terbantu ketika melakukan hal-hal yang bersifat rutinitas sehingga mendorong efisiensi waktu, dan mencatatkan produktivitas kerja yang lebih baik.

"Teknologi akan mengurangi potensi bagi kita untuk melakukan suatu pekerjaan secara berulang. Misi Qlue untuk mendorong terwujudnya Indonesia Smart Nation harus dimulai dengan kolaborasi seluruh sektor memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada,” ungkap Rama.

Menurut Rama, teknologi AI saat ini juga terus berkembang seiring dengan kebutuhan industri, mulai dari kecerdasan berbasis gambar, suara, hingga tekstual. "Kini, implementasi solusi kecerdasan buatan yang berbasis deep learning semakin banyak digunakan karena bisa menggantikan peran manusia yang mampu menganalisis suatu data secara akurat,” tambah Rama.

Dilansir dari Berita Satu, Country Product Manager HPE Indonesia, Pungky Sulistyo menambahkan, solusi berbasis edge computing ini prinsipnya memindahkan aspek pengelolaan dan analisis informasi dari data center di belakang secara teknologi informasi menjadi ke bagian depan secara operasional.

"Dengan menganalisis langsung di depan, maka efisiensi dalam hal manajemen waktu maupun biaya bisa ditingkatkan lagi hingga lebih dari 50%," tambahnya.

Menurut Pungky, salah satu implementasi edge computing yang bisa diterapkan adalah pusat perbelanjaan di mana saat pengunjung memasuki area tersebut akan mendapat notifikasi tentang program yang sedangkan dilakukan para tenant. Artinya, waktu pengunjung akan menjadi lebih efisien dan para tenant memiliki peluang lebih besar untuk mencatatkan pendapatan.

“Jadi kolaborasi pemanfaatan AI dan edge computing ini  akan mendorong optimalisasi industri secara masif dan lebih terstruktur. Penerapan AI sederhananya lebih banyak data akan lebih baik. AI itu pada dasarnya mempelajari contoh. Semakin banyak diberikan contoh akan semakin baik memahami dunia aslinya. Kita perlu melatih AI seperti otak, dan untuk melatihnya perlu banyak contoh data yang esensial,” tutur Pungky.