Tunjukan Keseriusan Dalam AI, Singapura Siapkan Rp 2,7 Triliun!


Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Fintech atau Financial Technology adalah peranakan dari sektor ekonomi dengan bantuan teknologi. Menurut Bank Indonesai, fintech adalah inovasi di bidang finansial yang telah mengkonversi model bisnis menjadi lebih moderat. Konsep fintech yang mengombinasikan sistem keuangan dengan perkembangan teknologi salah satunya membuat transaksi keuangan lebih praktis, aman, dan modern.

Dengan adanya potensi pada fintech, Negeri Singa, Singapura melakukan inovasi pada pengembangan Artificial Intelligence selama tiga tahun kedepan. Inovasi tersebut akan menghabiskan dana sekitar 250 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 2,7 triliun yang merupakan lanjutan dari roadmap lima tahun sejak tahun 2015 hingga 2020 ini. Sebab, negara ini telah memfasilitasi 500 proyek dengan 40 laboratorium serta memunculkan 1.000 perusahaan fintech. Ini membuktikan bahwa fintech kedepannya memiliki peluang yang sangat bagus.

Seperti halnya yang sudah dikembangkan oleh DBS bank, AI Chatbot dapat  yang dapat melakukan profil psikometri, memeriksa resume, serta  menjadi penasihat digital untuk memfasilitasi layanan manajemen kekayaan yang sudah dikembangkan oleh BNP Paribas. 

Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengatakan bahwa inovasi fintech dalam tiga tahun ke depan bertujuan untuk meningkatkan dukungan bagi "proyek inovasi skala besar" dan meningkatkan keahlian fintech di negara berpenduduk 5,6 juta jiwa tersebut. Dengan peningkatan yang dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna.

Proyek Proof-of-Concept (POC), proyek yang dilakukan oleh perusahaan fintech dengan jasa keuangan akan diuji, dikembangkan, dan dirilis menjadi aplikasi inovatif berbasis teknologi yang secara lebih besar. Aplikasi POC ini dinilai berdasarkan 3 kriteria yaitu penggunaan teknologi yang inovatif, kekuatan konsep yang dirancang, serta keberhasilan melaksanakan proyek. Sebab, pendanaan yang dilakukan telah lolos syarat sebesar 1,5 juta dollar Singapura yang sebelumnya hanya sebesar 1 juta dollar Singapura. Lembaga keuangan juga akan memperkenalkan program "ringan" yang digunakan untuk menawarkan pendanaan serta meningkatkan operasi.  

MAS juga akan mendanai karyawan baru di Singapura untuk menjalani fasilitas talent digital termasuk biaya pelatihan lanjut ke luar negeri serta biaya spesialis. Hal ini bertujuan untuk mengasah bakat lokal yang ada dan membantu memperluas laboratorium yang ada. 

Pada tahun 2015, Singapura telah mengeluarkan dana sebesar SG $ 225 juta (Rp 3,3 triliun) untuk mendorong inovasi fintech yang menghasilkan 40 laboratorium inovasi yang didirikan oleh bank dan perusahaan asuransi global. Fasilitas inovasi ini juga telah melahirkan 180 pekerja ahli, dimana sekitar 60%  atau 108 di antaranya dipegang oleh orang Singapura. Sedangkan, pada tahun 2019 perusahaan fintech di Singapura berhasil menghasilkan rekor investasi SG $ 1 miliar serta menopang SG $ 650 juta dalam pendanaan ekuitas dan M&A pada paruh pertama tahun 2020 terlepas dari dampak pandemi Covid-19.

"Singapura sekarang menjadi rumah bagi lebih dari 1.000 perusahaan fintech. Tahun 2015 hanya ada 50 perusahaan fintech dan sekarang sektor tersebut telah mempekerjakan sekitar 10 ribu orang," jelas Ravi Menon, Managing Director MAS, Sabtu 15 Agustus 2020.