SpaceSail, Internet Satelit China yang Siap Tantang Starlink


Ilustrasi Peluncuran Satelit

Ilustrasi Peluncuran Satelit

Selama beberapa tahun terakhir, layanan internet satelit identik dengan Starlink, konstelasi satelit milik perusahaan antariksa SpaceX yang dipimpin Elon Musk. Dengan ribuan satelit yang mengorbit di Low Earth Orbit (LEO) dan jangkauan layanan di lebih dari 160 negara dan wilayah, Starlink berhasil menjadi pemimpin pasar internet satelit global.

Namun, dominasi tersebut kini mulai mendapat tantangan serius dari China. Negeri Tirai Bambu tengah mengembangkan proyek internet satelit bernama SpaceSail, sebuah konstelasi satelit yang diproyeksikan menjadi salah satu pesaing terbesar Starlink dalam beberapa tahun mendatang. Meski saat ini jumlah satelit yang dimiliki masih jauh lebih sedikit, ambisi dan dukungan pemerintah China membuat proyek ini menjadi salah satu yang paling diperhitungkan di industri antariksa.

 

SpaceSail Masih Tertinggal, tetapi Berkembang Cepat

Jika dibandingkan dengan Starlink, kapasitas SpaceSail memang masih berada pada tahap awal pengembangan. Saat ini perusahaan baru mengoperasikan sekitar 200 satelit aktif di orbit rendah Bumi.

Sebagai perbandingan, Starlink telah memiliki lebih dari 10.000 satelit aktif yang mendukung layanan internet berkecepatan tinggi bagi jutaan pelanggan di berbagai belahan dunia.

Meski demikian, SpaceSail mengklaim jumlah satelit yang telah diluncurkan sudah cukup untuk memulai layanan komersial pertamanya. Perusahaan juga mulai memperluas kerja sama internasional agar layanan internet satelitnya dapat digunakan di berbagai negara.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa SpaceSail tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur di dalam negeri, tetapi juga menargetkan pasar global yang selama ini didominasi Starlink.

 

Apa Itu SpaceSail?

SpaceSail merupakan proyek konstelasi satelit yang dikembangkan oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST) sejak tahun 2023. Di China, proyek ini juga dikenal dengan nama Qianfan Constellation. Berbeda dengan sebagian besar perusahaan penyedia internet satelit komersial, SpaceSail mendapat dukungan langsung dari pemerintah China.

Pendanaan awal proyek berasal dari Pemerintah Kota Shanghai bersama Chinese Academy of Sciences dengan nilai investasi mencapai sekitar 6,7 miliar yuan atau sekitar Rp17 triliun. Investasi tersebut menunjukkan besarnya komitmen China dalam membangun infrastruktur komunikasi berbasis satelit sebagai bagian dari strategi teknologi nasional.

 

Menyediakan Internet Broadband Berkecepatan Tinggi

Tujuan utama pengembangan SpaceSail adalah menyediakan layanan internet broadband berkecepatan tinggi yang diklaim aman, stabil, dan dapat diandalkan untuk pengguna di berbagai wilayah dunia.

Dengan memanfaatkan jaringan satelit di orbit rendah Bumi, layanan ini diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dilayani jaringan kabel maupun infrastruktur telekomunikasi konvensional.

Teknologi satelit LEO memiliki sejumlah keunggulan dibanding satelit geostasioner karena berada lebih dekat dengan permukaan Bumi. Jarak yang lebih pendek membuat latensi komunikasi menjadi lebih rendah sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih baik untuk berbagai aktivitas seperti konferensi video, layanan cloud, hingga permainan daring.

 

Tidak Sekadar Internet, tetapi Juga Strategi Nasional

Yang membedakan SpaceSail dengan sebagian besar proyek internet satelit lainnya adalah tujuan strategis yang berada di balik pengembangannya. Menurut Lan Xinzhen, komentator dari majalah Beijing Review yang berafiliasi dengan pemerintah China, proyek SpaceSail tidak hanya dirancang sebagai layanan internet komersial.

Konstelasi satelit tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung berbagai kepentingan nasional China, termasuk proyek-proyek investasi luar negeri, perdagangan maritim, hingga kebutuhan diplomatik. Dengan memiliki jaringan satelit sendiri, China dapat mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur komunikasi yang dikendalikan perusahaan-perusahaan Barat.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya China memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan pengaruhnya dalam persaingan teknologi global.

 

Target Ekspansi yang Sangat Agresif

Meski baru memiliki sekitar 200 satelit, SpaceSail telah menetapkan target pengembangan yang cukup ambisius. Perusahaan menargetkan jumlah satelit aktif meningkat menjadi 648 unit pada akhir 2026.

Dalam jangka panjang, konstelasi SpaceSail dirancang memiliki lebih dari 15.000 satelit, dengan lebih dari 10.000 satelit ditargetkan sudah mengorbit sebelum akhir tahun 2030. Apabila target tersebut berhasil direalisasikan, jumlah satelit SpaceSail akan mendekati bahkan melampaui kapasitas beberapa jaringan internet satelit terbesar di dunia.

Ekspansi besar-besaran ini menunjukkan bahwa China ingin membangun ekosistem komunikasi satelit yang mampu bersaing secara langsung dengan Starlink dalam skala global.

 

Mulai Menjangkau Pasar Internasional

Selain memperbanyak jumlah satelit, SpaceSail juga mulai memperluas cakupan bisnisnya. Perusahaan dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan sekitar 30 negara untuk menghadirkan layanan internet satelit mereka.

Menurut analis dari Orbital Gateway Consulting, Blaine Curcio, strategi ekspansi SpaceSail difokuskan pada negara-negara yang mengalami kendala politik maupun regulasi dalam menjalin kerja sama dengan Starlink.

Pendekatan tersebut dinilai cukup efektif karena membuka peluang bagi negara-negara yang membutuhkan layanan internet satelit alternatif.

 

Brasil dan Kazakhstan Menjadi Pasar Awal

Strategi tersebut mulai membuahkan hasil. SpaceSail disebut telah memperoleh izin untuk menyediakan layanan komersial di Brasil setelah hubungan pemerintah negara tersebut dengan Starlink memburuk pada tahun 2024.

Selain itu, perusahaan juga mendirikan anak perusahaan di Kazakhstan setelah proses negosiasi pemerintah setempat dengan Starlink terkait penyimpanan data dan aspek keamanan tidak mencapai kesepakatan.

Keberhasilan memasuki pasar-pasar tersebut memperlihatkan bahwa SpaceSail mampu memanfaatkan dinamika geopolitik sebagai peluang bisnis.

Di sisi lain, kehadiran pemain baru juga memberi lebih banyak pilihan bagi negara-negara yang ingin mengembangkan konektivitas internet berbasis satelit.

 

Gandeng Airbus untuk Internet di Dalam Pesawat

Langkah ekspansi SpaceSail tidak berhenti pada layanan internet di darat. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan produsen pesawat asal Eropa, Airbus, untuk menghadirkan layanan internet satelit sebagai salah satu opsi WiFi di dalam pesawat.

Kerja sama ini membuka peluang bagi SpaceSail untuk masuk ke pasar konektivitas penerbangan yang selama ini terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan penumpang akan akses internet selama perjalanan udara.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, layanan SpaceSail dapat menjadi alternatif baru bagi maskapai penerbangan yang ingin menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di dalam kabin.

 

Persaingan Internet Satelit Semakin Ketat

Kemunculan SpaceSail menandai babak baru dalam persaingan industri internet satelit global. Selama ini Starlink menjadi pemain dominan berkat keunggulan jumlah satelit, cakupan layanan, serta basis pelanggan yang telah mencapai jutaan pengguna di seluruh dunia.

Namun, dukungan investasi besar dari pemerintah China, target peluncuran ribuan satelit, serta strategi ekspansi internasional membuat SpaceSail berpotensi menjadi penantang yang patut diperhitungkan.

Meski masih membutuhkan waktu untuk mengejar ketertinggalan dari Starlink, perkembangan yang ditunjukkan SpaceSail mengindikasikan bahwa persaingan di sektor internet satelit akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi konsumen maupun pemerintah di berbagai negara, hadirnya lebih banyak penyedia internet satelit dapat membuka pilihan layanan yang lebih beragam sekaligus mendorong inovasi, peningkatan kualitas jaringan, dan kompetisi harga di pasar komunikasi global.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait