Distributed Cloud, Teknologi Cloud untuk AI dan IoT Masa Kini
- Rita Puspita Sari
- •
- 14 jam yang lalu
Ilustrasi Cloud Computing
Perkembangan komputasi awan atau cloud computing membuat perusahaan tidak lagi harus mengandalkan satu pusat data untuk menjalankan aplikasi dan menyimpan data. Namun, kebutuhan terhadap pemrosesan data yang semakin cepat menghadirkan tantangan baru. Data kini dihasilkan dari berbagai lokasi, mulai dari perangkat IoT, pabrik, kendaraan, kamera keamanan hingga perangkat pengguna.
Dalam kondisi tersebut, menempatkan seluruh proses komputasi di satu pusat data cloud tidak selalu menjadi pilihan yang ideal. Jarak antara sumber data dan pusat data dapat menimbulkan latensi, sementara aturan mengenai lokasi penyimpanan data juga semakin beragam.
Di sinilah konsep distributed cloud atau cloud terdistribusi mulai memainkan peran penting.
Secara sederhana, distributed cloud merupakan pendekatan yang memungkinkan layanan dan infrastruktur cloud publik dijalankan di berbagai lokasi, tetapi tetap dikelola melalui satu pusat kendali. Lokasinya dapat berada di pusat data milik penyedia cloud, pusat data penyedia lain, fasilitas colocation, maupun pusat data milik perusahaan sendiri atau on-premises.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat menentukan di mana aplikasi atau bagian tertentu dari aplikasi sebaiknya dijalankan berdasarkan kebutuhan. Faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup kinerja, latensi, keamanan, regulasi, lokasi pengguna, hingga karakteristik data yang diproses.
Apa Itu Distributed Cloud?
Distributed cloud adalah model cloud computing yang memperluas infrastruktur cloud ke berbagai lokasi geografis, tetapi pengelolaannya tetap dilakukan secara terpusat. Berbeda dengan model cloud tradisional yang umumnya mengandalkan pusat data utama, distributed cloud memungkinkan sumber daya komputasi ditempatkan lebih dekat dengan pengguna atau sumber data.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki kantor pusat di Jakarta, pabrik di Jawa Timur, dan fasilitas operasional di wilayah lain. Perusahaan tersebut dapat menjalankan sebagian beban kerja di pusat data utama, sementara aplikasi atau proses yang membutuhkan respons cepat dapat ditempatkan di lokasi yang lebih dekat dengan pengguna atau perangkat penghasil data.
Menariknya, seluruh lingkungan tersebut tidak harus dikelola sebagai sistem yang terpisah. Penyedia cloud dapat mempertahankan satu control plane atau pusat kendali untuk mengelola berbagai infrastruktur yang tersebar.
Dari sisi perusahaan, hal ini membuat berbagai lokasi tersebut dapat dipandang sebagai satu lingkungan cloud yang terintegrasi.
Pendekatan ini juga dapat membantu mengatasi kerumitan yang biasanya muncul ketika perusahaan menggunakan hybrid cloud atau multicloud. Dalam lingkungan multicloud, misalnya, organisasi bisa menggunakan layanan dari beberapa penyedia cloud sekaligus. Tanpa sistem pengelolaan yang terintegrasi, setiap lingkungan dapat memiliki perangkat, konfigurasi, dan prosedur operasional yang berbeda.
Distributed cloud mencoba menyederhanakan persoalan tersebut melalui pengelolaan terpusat.
Bagaimana Cara Kerja Distributed Cloud?
Untuk memahami distributed cloud, konsep ini dapat dibandingkan dengan distributed computing. Dalam distributed computing, komponen sebuah aplikasi dapat dijalankan di sejumlah komputer yang saling terhubung melalui jaringan. Komputer tersebut kemudian berkomunikasi menggunakan mekanisme seperti pesan atau API.
Distributed cloud mengambil gagasan tersebut dalam skala yang lebih luas. Penyedia cloud mendistribusikan berbagai komponen infrastruktur dan layanan cloud ke lokasi yang membutuhkan. Lokasi tersebut dapat berada di lingkungan cloud publik, pusat data pihak ketiga, fasilitas colocation, maupun lingkungan on-premises milik pelanggan.
Secara sederhana, bayangkan sebuah cloud utama yang memiliki sejumlah "satelit" di berbagai wilayah. Satelit tersebut dapat menjalankan beban kerja tertentu lebih dekat dengan pengguna atau sumber data.
Meski tersebar secara geografis, seluruh lingkungan tetap berada dalam pengelolaan terpusat. Penyedia cloud dapat mengatur berbagai aspek, termasuk operasional, pembaruan sistem, keamanan, tata kelola, serta keandalan infrastruktur.
Sementara itu, pelanggan dapat mengakses dan mengelola sumber daya tersebut melalui satu pusat kendali. Model seperti ini menjadi penting ketika perusahaan memiliki infrastruktur yang tersebar di banyak lokasi. Administrator tidak harus berpindah-pindah sistem untuk melakukan pemantauan atau pemeliharaan.
Misalnya, administrator dapat menggunakan satu dashboard untuk memantau performa server di beberapa lokasi, menerapkan pembaruan keamanan, mengelola workload, atau mengatur cluster Kubernetes.
Hubungan Distributed Cloud dengan Edge Computing
Distributed cloud memiliki hubungan yang sangat erat dengan edge computing. Edge computing merupakan pendekatan yang menempatkan proses komputasi sedekat mungkin dengan lokasi tempat data dihasilkan. Tujuannya adalah mengurangi kebutuhan mengirimkan seluruh data ke pusat data cloud yang jauh.
Contohnya dapat ditemukan pada kamera keamanan. Kamera tersebut dapat menghasilkan data video dalam jumlah besar. Jika seluruh rekaman harus dikirim ke pusat data yang jauh sebelum dianalisis, prosesnya dapat membutuhkan bandwidth besar dan menghasilkan latensi.
Dengan edge computing, sebagian proses analisis dapat dilakukan di dekat kamera. Sistem bahkan dapat menggunakan AI untuk mendeteksi objek atau kejadian tertentu secara langsung.
Prinsip sederhananya adalah "membawa komputasi ke data", bukan selalu membawa data ke pusat komputasi. Pendekatan tersebut sangat berguna untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat atau hampir real time. Contohnya adalah kendaraan otonom, robot industri, kamera keamanan, sistem manufaktur, layanan kesehatan, dan perangkat IoT.
Namun, edge computing sendiri tidak otomatis berarti menggunakan distributed cloud. Perusahaan tetap dapat membangun infrastruktur edge secara mandiri. Distributed cloud memberikan lapisan pengelolaan yang membuat berbagai lokasi edge tersebut lebih mudah dikelola secara terpusat.
Bayangkan perusahaan manufaktur memiliki sepuluh pabrik. Setiap pabrik memiliki ribuan sensor yang menghasilkan data mengenai suhu, tekanan, getaran, dan kondisi mesin. Jika masing-masing lokasi memiliki sistem pengelolaan yang berbeda, administrator harus mengelola sepuluh lingkungan secara terpisah.
Dengan distributed cloud, perusahaan dapat mengelola infrastruktur tersebut dari satu pusat kendali. Pemantauan performa, penerapan pembaruan keamanan, pengelolaan Kubernetes, hingga deployment aplikasi dapat dilakukan menggunakan perangkat pengelolaan yang sama.
Mengapa Distributed Cloud Dibutuhkan?
Salah satu alasan utama munculnya distributed cloud adalah perubahan pola penggunaan data. Perangkat IoT terus menghasilkan data dalam jumlah besar. Aplikasi AI membutuhkan pemrosesan data yang semakin cepat. Industri telekomunikasi membutuhkan latensi rendah. Sementara itu, perusahaan juga harus mematuhi berbagai aturan terkait keamanan dan lokasi data.
Jika semua data harus dikirim ke satu pusat data, muncul sejumlah persoalan.
Pertama adalah latensi. Semakin jauh jarak antara sumber data dan pusat pemrosesan, semakin besar kemungkinan munculnya keterlambatan.
Kedua adalah bandwidth. Mengirim data dalam jumlah besar ke pusat data membutuhkan kapasitas jaringan yang besar.
Ketiga adalah kepatuhan regulasi. Beberapa jenis data mungkin harus diproses atau disimpan di wilayah geografis tertentu.
Keempat adalah kompleksitas pengelolaan. Perusahaan dengan banyak lokasi harus mengelola berbagai lingkungan IT secara bersamaan.
Distributed cloud berupaya menjawab kebutuhan tersebut dengan mendistribusikan komputasi, tetapi tetap mempertahankan pengelolaan secara terpusat.
Manfaat Distributed Cloud bagi Perusahaan
Penerapan distributed cloud dapat memberikan sejumlah manfaat, terutama bagi organisasi yang memiliki infrastruktur dan pengguna yang tersebar.
-
Mempermudah Pengelolaan Multicloud
Perusahaan yang menggunakan beberapa penyedia cloud dapat menghadapi tantangan dalam pengelolaan. Setiap penyedia bisa memiliki sistem, dashboard, dan konfigurasi yang berbeda. Distributed cloud dapat membantu menyatukan pengelolaan berbagai lingkungan tersebut melalui satu pusat kendali. Administrator dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap infrastruktur tanpa harus mengelola setiap lokasi secara terpisah. -
Mengurangi Latensi
Menempatkan beban kerja lebih dekat dengan sumber data dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah antara perangkat dan pusat pemrosesan. Hal ini sangat penting untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat.Contohnya adalah sistem otomatisasi industri. Ketika sensor mendeteksi kondisi tertentu pada mesin, sistem dapat melakukan analisis dan mengambil tindakan tanpa harus selalu menunggu data dikirim ke pusat data yang jauh.
-
Mendukung Skalabilitas
Membangun pusat data baru membutuhkan investasi, waktu, sumber daya manusia, dan infrastruktur fisik. Distributed cloud memungkinkan perusahaan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia di berbagai lokasi. Dengan begitu, perusahaan dapat memperluas layanan tanpa selalu harus membangun pusat data baru dari awal. -
Membantu Kepatuhan Data
Lokasi pemrosesan data semakin penting seiring berkembangnya regulasi privasi dan perlindungan data. Distributed cloud memungkinkan perusahaan menempatkan pemrosesan tertentu di wilayah yang sesuai dengan kebutuhan regulasi.Misalnya, data pengguna dari suatu negara dapat diproses di wilayah yang ditentukan oleh kebijakan atau regulasi setempat.
-
Mendukung AI dan IoT
AI dan IoT menjadi dua teknologi yang sangat membutuhkan kemampuan pemrosesan terdistribusi. Kamera pintar, sensor industri, kendaraan terhubung, perangkat kesehatan, dan berbagai perangkat IoT lainnya dapat menghasilkan data secara terus-menerus.Tidak semua data harus dikirim ke cloud pusat. Sebagian data dapat diproses di edge untuk mendapatkan respons lebih cepat, sedangkan data yang membutuhkan pemrosesan lebih besar dapat diteruskan ke cloud.
Contoh Penerapan Distributed Cloud
Penerapan distributed cloud dapat ditemukan dalam berbagai sektor.
Di manufaktur, sensor mesin dapat menghasilkan data secara real time. Sistem edge dapat menganalisis kondisi mesin dan mendeteksi indikasi kerusakan sebelum terjadi gangguan produksi.
Di layanan kesehatan, data dari perangkat medis dapat diproses lebih dekat dengan lokasi pasien untuk mendukung kebutuhan yang membutuhkan respons cepat.
Di transportasi, kendaraan dan sistem lalu lintas dapat menggunakan edge computing untuk memproses data secara langsung tanpa selalu bergantung pada pusat data yang jauh. Sementara itu, dalam smart building, sensor dapat memantau suhu, penggunaan energi, keamanan, dan aktivitas penghuni. Data tersebut dapat diproses secara lokal untuk menghasilkan respons yang lebih cepat.
Distributed cloud juga dapat dimanfaatkan untuk pengiriman konten digital. CDN yang ditempatkan di berbagai lokasi dapat menyimpan konten lebih dekat dengan pengguna sehingga akses terhadap video, gambar, atau aplikasi web dapat menjadi lebih cepat.
Apakah Distributed Cloud Sama dengan Multicloud?
Distributed cloud dan multicloud memiliki konsep yang berbeda meskipun keduanya dapat digunakan secara bersamaan. Multicloud berarti perusahaan menggunakan layanan dari beberapa penyedia cloud. Misalnya, sebuah organisasi menggunakan layanan cloud dari penyedia A untuk database dan penyedia B untuk aplikasi tertentu.
Sementara itu, distributed cloud lebih menekankan pada distribusi infrastruktur cloud ke berbagai lokasi dengan pengelolaan yang terpusat.
Dengan demikian, sebuah perusahaan dapat memiliki lingkungan distributed cloud yang menggunakan lebih dari satu penyedia cloud. Keduanya bukan konsep yang saling bertentangan, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi infrastruktur yang sama.
Kesimpulan
Distributed cloud merupakan pendekatan cloud computing yang memungkinkan infrastruktur dan layanan cloud ditempatkan di berbagai lokasi, tetapi tetap dikelola secara terpusat. Konsep ini menjadi semakin relevan ketika perusahaan menghadapi kebutuhan terhadap latensi rendah, pemrosesan real time, skalabilitas, kepatuhan data, serta pengelolaan infrastruktur multicloud.
Hubungannya dengan edge computing juga sangat kuat. Edge computing membawa proses komputasi lebih dekat ke sumber data, sedangkan distributed cloud membantu menyediakan dan mengelola infrastruktur cloud yang tersebar tersebut dari satu pusat kendali.
Dengan perkembangan AI, IoT, machine learning, telekomunikasi, kendaraan terhubung, dan aplikasi real time, kebutuhan terhadap arsitektur komputasi yang tidak hanya terpusat di satu lokasi diperkirakan akan semakin penting.
Pada akhirnya, distributed cloud bukan sekadar memindahkan cloud ke banyak tempat. Konsep utamanya adalah menempatkan komputasi di lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan, sambil mempertahankan pengelolaan yang konsisten dari satu pusat kendali.
