IoT Satelit Makin Berkembang, Siapa Pemimpin Pasarnya?
- Rita Puspita Sari
- •
- 2 jam yang lalu
Ilustrasi Layanan Satelit Orbit
Teknologi Satellite Internet of Things (Satellite IoT) semakin berkembang dan menjadi solusi penting untuk menghubungkan perangkat di wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet konvensional. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memantau aset, mengumpulkan data, dan mengoperasikan perangkat jarak jauh, mulai dari kapal di tengah laut hingga sensor di area pertanian terpencil.
Persaingan di pasar Satellite IoT kini memasuki babak baru. Keunggulan perusahaan tidak lagi hanya ditentukan oleh luasnya jangkauan satelit, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan jaringan satelit dengan jaringan seluler, menyediakan perangkat yang mudah digunakan, serta memperluas penerapan teknologi dalam skala besar.
Sejumlah perusahaan, seperti Iridium, Skylo, Viasat, ORBCOMM, Globalstar, Myriota, dan Sateliot, mengembangkan strategi berbeda untuk merebut peluang tersebut. Berdasarkan penilaian CORE 2026 dari Counterpoint Research, Iridium dan Skylo masuk kategori Pacesetters, yaitu perusahaan yang dinilai memiliki kemampuan teknologi dan eksekusi pasar yang kuat.
Lantas, apa itu Satellite IoT, bagaimana teknologi ini bekerja, dan faktor apa yang menentukan perusahaan pemimpin pasar? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Satellite IoT?
Satellite IoT adalah teknologi yang menghubungkan perangkat Internet of Things (IoT) melalui jaringan satelit. IoT sendiri merupakan konsep yang memungkinkan perangkat fisik, seperti sensor, kendaraan, mesin industri, dan alat pemantau lingkungan, mengumpulkan serta bertukar data melalui jaringan komunikasi.
Pada umumnya, perangkat IoT menggunakan jaringan seluler, Wi-Fi, atau jaringan komunikasi lainnya untuk mengirimkan data. Namun, jaringan tersebut tidak selalu tersedia di setiap lokasi, terutama di laut lepas, kawasan pegunungan, hutan, gurun, dan wilayah terpencil.
Di sinilah Satellite IoT berperan. Teknologi ini memungkinkan perangkat mengirimkan data melalui satelit ketika jaringan komunikasi berbasis darat tidak tersedia atau sulit diandalkan.
Sebagai contoh, perusahaan logistik dapat menggunakan sensor berbasis Satellite IoT untuk memantau lokasi kontainer yang sedang dikirim melintasi lautan. Di sektor pertanian, teknologi ini dapat digunakan untuk mengirimkan data kelembapan tanah dari lahan yang jauh dari menara seluler.
Satellite IoT juga dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi mesin di pertambangan, mengawasi infrastruktur energi, melacak kapal, dan mengumpulkan data lingkungan di lokasi terpencil.
Dengan demikian, Satellite IoT bukan sekadar teknologi komunikasi, melainkan bagian dari infrastruktur digital yang membantu perusahaan memperoleh informasi dari aset yang tersebar di berbagai lokasi.
Bagaimana Cara Kerja Satellite IoT?
Secara sederhana, Satellite IoT bekerja dengan menghubungkan perangkat sensor atau mesin ke jaringan satelit, kemudian meneruskan data tersebut menuju sistem yang dapat diakses oleh pengguna.
Prosesnya melibatkan beberapa komponen utama.
-
Perangkat IoT dan sensor
Perangkat IoT bertugas mengumpulkan informasi dari lingkungan atau aset yang dipantau. Informasi tersebut dapat berupa lokasi, suhu, kelembapan, tekanan, kondisi mesin, atau data operasional lainnya. -
Modul komunikasi satelit
Modul komunikasi memungkinkan perangkat mengirimkan data melalui jaringan satelit. Modul ini dapat dirancang khusus untuk komunikasi satelit atau mendukung teknologi yang memungkinkan integrasi dengan jaringan seluler. -
Jaringan satelit
Satelit menerima dan meneruskan sinyal dari perangkat menuju infrastruktur jaringan yang terhubung dengan layanan pengolahan data. Arsitektur jaringan dan jalur pengiriman data bergantung pada teknologi yang digunakan penyedia layanan. -
Platform pengolahan data
Data yang diterima kemudian dikirimkan ke platform IoT, sistem pemantauan, atau aplikasi perusahaan. Pengguna dapat melihat informasi melalui dasbor dan memanfaatkan data tersebut untuk mengambil keputusan.
Sebagai contoh, sensor pada kontainer dapat mengirimkan informasi lokasi secara berkala. Perusahaan logistik kemudian memantau perjalanan kontainer melalui platform digital, meskipun aset tersebut berada di wilayah yang tidak terjangkau jaringan seluler.
Namun, Satellite IoT tidak selalu dirancang untuk mengirimkan data dalam jumlah besar secara terus-menerus. Banyak penerapannya lebih berfokus pada pengiriman data berukuran kecil secara berkala dengan konsumsi energi rendah. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk perangkat pemantauan jarak jauh yang harus beroperasi dalam waktu lama.
Mengapa Satellite IoT Semakin Penting?
Kebutuhan terhadap konektivitas jarak jauh terus meningkat seiring dengan meluasnya penggunaan sensor dan perangkat pintar di berbagai sektor industri. Jaringan seluler masih menjadi pilihan utama di banyak wilayah. Namun, membangun infrastruktur komunikasi berbasis darat di setiap lokasi tidak selalu ekonomis atau memungkinkan secara teknis.
Satellite IoT menawarkan alternatif untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangannya.
- Menjangkau wilayah terpencil. Jaringan satelit dapat membantu menghubungkan perangkat di lokasi yang tidak memiliki cakupan seluler memadai.
- Mendukung pemantauan aset. Perusahaan dapat memantau kendaraan, kontainer, kapal, peralatan, dan aset lainnya yang tersebar secara geografis.
- Meningkatkan efisiensi operasional. Data dari perangkat jarak jauh membantu perusahaan mengidentifikasi perubahan kondisi aset tanpa harus selalu mengirimkan petugas ke lokasi.
- Mendukung sektor industri. Pertanian, pertambangan, energi, transportasi, dan pemantauan lingkungan dapat memanfaatkan konektivitas satelit sesuai kebutuhan masing-masing.
- Memperluas konektivitas IoT. Integrasi satelit dengan jaringan seluler membuka peluang penggunaan perangkat IoT di lebih banyak lokasi.
Meski demikian, Satellite IoT juga memiliki tantangan, seperti biaya layanan, konsumsi energi, keterbatasan kapasitas pengiriman data pada layanan tertentu, serta kebutuhan perangkat yang kompatibel. Karena itu, pemilihan teknologi harus mempertimbangkan kebutuhan aplikasi, bukan hanya luasnya jangkauan.
Tiga Perkembangan yang Mengubah Persaingan Satellite IoT
Persaingan Satellite IoT kini tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan jaringan satelit. Ada tiga perkembangan teknologi dan bisnis yang mendorong perubahan pasar.
-
Standar 3GPP NTN
NTN merupakan singkatan dari Non-Terrestrial Networks, yaitu jaringan komunikasi nonterestrial yang mencakup penggunaan satelit dan platform lain di luar infrastruktur jaringan berbasis darat. Standar NTN yang dikembangkan dalam ekosistem 3GPP bertujuan mendukung integrasi jaringan nonterestrial dengan teknologi komunikasi seluler.Perkembangan ini penting karena dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi satelit yang hanya kompatibel dengan perangkat khusus dari satu penyedia.
Salah satu pendekatannya adalah NB-IoT NTN, yang menggabungkan konsep Narrowband IoT dengan konektivitas nonterestrial. Teknologi ini membuka peluang bagi perangkat yang kompatibel untuk memanfaatkan jaringan satelit sesuai dukungan jaringan, perangkat, dan layanan yang tersedia.
Standardisasi tidak otomatis membuat semua perangkat dapat terhubung ke semua jaringan satelit. Kompatibilitas tetap bergantung pada spesifikasi perangkat, dukungan frekuensi, implementasi jaringan, dan ketentuan layanan. Namun, standar yang lebih luas dapat membantu menyederhanakan pengembangan perangkat dan memperbesar peluang integrasi.
-
Konektivitas Hibrida Satelit dan Seluler
Konektivitas hibrida memungkinkan perangkat memanfaatkan jaringan seluler ketika tersedia dan menggunakan jaringan satelit ketika berada di luar jangkauan. Pendekatan ini sangat relevan untuk aset yang bergerak melintasi wilayah dengan kondisi jaringan berbeda.Contohnya, kendaraan logistik dapat menggunakan jaringan seluler selama berada di kawasan perkotaan. Ketika melintasi daerah terpencil, perangkat yang mendukung layanan hibrida dapat beralih ke konektivitas satelit sesuai konfigurasi dan kemampuan teknisnya. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak harus sepenuhnya bergantung pada satu jenis jaringan.
Meski demikian, perpindahan jaringan tidak selalu berlangsung otomatis pada semua perangkat. Prosesnya bergantung pada desain perangkat, kartu SIM atau mekanisme identitas jaringan, dukungan operator, serta implementasi layanan.
-
Ekosistem yang Semakin Luas
Pemain Satellite IoT kini mencakup lebih banyak pihak, mulai dari operator satelit, operator seluler, produsen chipset, pembuat modul komunikasi, produsen perangkat, hingga penyedia platform IoT. Kolaborasi di antara berbagai pihak tersebut menjadi penting karena layanan Satellite IoT harus berfungsi sebagai satu sistem yang saling terhubung.Perusahaan dengan jaringan satelit yang luas belum tentu unggul jika perangkatnya sulit diperoleh atau integrasinya terlalu rumit. Sebaliknya, penyedia yang menawarkan integrasi lebih mudah berpotensi menjangkau lebih banyak pengguna, meskipun pendekatan teknologinya berbeda.
Pasar Satellite IoT Diproyeksikan Tumbuh Lebih dari 10 Kali Lipat
Peluang pasar Satellite IoT diperkirakan meningkat seiring meluasnya kebutuhan konektivitas perangkat jarak jauh. Menurut Global Satellite IoT Connectivity Market Forecast dari Counterpoint Research, jumlah koneksi Satellite IoT global diproyeksikan meningkat dari sekitar 8 juta pada 2025 menjadi lebih dari 80 juta pada 2032.
Angka tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan lebih dari 10 kali lipat dalam tujuh tahun. Namun, proyeksi ini merupakan perkiraan pasar, bukan jumlah koneksi yang sudah terealisasi. Pertumbuhan tersebut diperkirakan didorong oleh beberapa faktor.
- Pertama, standardisasi teknologi. Standar seperti 3GPP NTN berpotensi memperluas kompatibilitas perangkat dan mengurangi kebutuhan terhadap komponen khusus satelit.
- Kedua, biaya yang semakin terjangkau. Penurunan harga modul komunikasi dan biaya layanan dapat membuat Satellite IoT lebih menarik bagi perusahaan yang membutuhkan konektivitas untuk banyak perangkat.
- Ketiga, perluasan penerapan industri. Satellite IoT tidak lagi terbatas pada pelacakan aset di wilayah terpencil, tetapi juga berpotensi mendukung berbagai kebutuhan operasional di sektor lain.
Dalam industri logistik, teknologi ini dapat membantu memantau kontainer, trailer, dan aset yang bergerak lintas negara. Di bidang pertanian, sensor dapat digunakan untuk memantau kondisi lahan dan ternak di wilayah dengan cakupan seluler terbatas.
Sementara itu, sektor otomotif berpotensi memanfaatkan konektivitas satelit untuk aplikasi tertentu yang berkaitan dengan keselamatan, komunikasi darurat, dan kendaraan terhubung. Besarnya peluang pasar tersebut membuat persaingan semakin menarik bagi perusahaan yang telah memiliki jaringan maupun pemain baru yang menawarkan pendekatan teknologi berbeda.
Siapa Saja Pemain Utama Satellite IoT?
Pasar Satellite IoT diisi perusahaan dengan keunggulan, pengalaman, dan strategi yang beragam. Beberapa di antaranya telah lama beroperasi di industri satelit, sedangkan pemain lainnya berfokus pada integrasi dengan ekosistem seluler.
-
Iridium
Iridium merupakan penyedia komunikasi satelit yang memiliki jaringan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO). Keunggulannya berasal dari jaringan global yang telah beroperasi, pengalaman dalam layanan komunikasi satelit, basis pelanggan, serta ekosistem mitra yang luas.Dalam bisnis Satellite IoT, Iridium juga mengembangkan konektivitas hibrida dan pendekatan berbasis standar. Modul Iridium 9604 serta peta jalan NTN Direct menjadi bagian dari upayanya memperluas dukungan terhadap kebutuhan perangkat dan konektivitas yang terus berkembang.
Kombinasi antara infrastruktur yang telah matang dan pengembangan teknologi baru menjadi salah satu kekuatan Iridium dalam menghadapi persaingan.
-
Skylo
Skylo mengambil pendekatan yang menekankan NTN berbasis standar dan integrasi dengan ekosistem seluler. Perusahaan ini berupaya mempermudah penggunaan konektivitas satelit melalui kolaborasi dengan operator seluler, produsen chipset, dan pembuat perangkat.Kemitraan Skylo dengan Vodafone IoT, misalnya, ditujukan untuk memungkinkan perangkat yang kompatibel berpindah antara jaringan seluler dan NTN menggunakan satu kartu SIM.
Strategi tersebut dapat membantu memperluas penggunaan konektivitas satelit tanpa mengharuskan seluruh perangkat mengandalkan sistem komunikasi satelit yang sepenuhnya terpisah.
-
Viasat
Viasat memiliki portofolio komunikasi satelit yang luas. Setelah mengakuisisi Inmarsat, perusahaan ini memperoleh tambahan aset jaringan dan bisnis yang telah melayani pasar perusahaan. Salah satu layanan yang masuk dalam portofolionya adalah IoT Nano dari Inmarsat, yang memanfaatkan kemampuan komunikasi IoT pita sempit.Kombinasi tersebut memberikan Viasat fondasi untuk melayani kebutuhan konektivitas satelit di berbagai sektor industri.
-
ORBCOMM
ORBCOMM memiliki pengalaman panjang dalam Industrial IoT, terutama untuk kebutuhan pemantauan dan pelacakan aset. Melalui bisnis yang berkaitan dengan SkyWave dan pengembangan konektivitas hibrida satelit-seluler, perusahaan ini memperluas kemampuannya dalam menyediakan solusi untuk kebutuhan industri.Pengalaman penerapan teknologi dan hubungan dengan pelanggan perusahaan menjadi modal penting ketika pasar bergerak menuju penggunaan Satellite IoT dalam skala lebih besar.
-
Globalstar
Globalstar dikenal melalui layanan komunikasi satelit dan solusi pelacakan aset. Perusahaan ini berupaya memperluas penawarannya di luar layanan pelacakan tradisional, termasuk melalui modul RM200M yang mendukung komunikasi dua arah.Pengembangan tersebut membuka peluang untuk mendukung perangkat yang tidak hanya mengirimkan informasi, tetapi juga menerima data atau perintah sesuai kemampuan layanan yang digunakan.
-
Myriota
Myriota berfokus pada konektivitas satelit berdaya rendah yang ditujukan untuk perangkat IoT. Pendekatan ini relevan bagi sensor yang harus bekerja dalam waktu lama dengan sumber daya terbatas dan hanya mengirimkan data dalam jumlah relatif kecil.Melalui HyperPulse, Myriota mengembangkan pendekatan yang menggabungkan konektivitas satelit dengan jaringan seluler. Strategi tersebut ditujukan untuk memperluas pilihan konektivitas bagi perangkat IoT di berbagai kondisi jaringan.
-
Sateliot
Sateliot mengembangkan jaringan berbasis standar 3GPP NB-IoT NTN. Pendekatan tersebut bertujuan mendekatkan konektivitas satelit dengan ekosistem perangkat IoT seluler yang sudah ada. Melalui kemitraan dengan Telenor IoT, Sateliot berupaya memungkinkan perangkat NB-IoT yang kompatibel berpindah antara jaringan terestrial dan satelit tanpa harus menggunakan perangkat keras satelit khusus.Strategi berbasis standar ini berpotensi memperluas akses Satellite IoT, meskipun penerapannya tetap bergantung pada kompatibilitas perangkat dan dukungan jaringan.
Bagaimana Counterpoint Menilai Pemimpin Pasar Satellite IoT?
Untuk mengevaluasi posisi para pemain, Counterpoint Research menggunakan penilaian Satellite IoT Connectivity CORE Rankings 2026. Penilaian tersebut tidak hanya mempertimbangkan luasnya jangkauan satelit, tetapi juga kemampuan perusahaan menjalankan layanan secara efektif dan memperluas penerapannya. Sejumlah aspek yang dinilai meliputi:
- Kemampuan jaringan dan teknologi.
- Kinerja serta keandalan layanan.
- Skalabilitas dan kesiapan operasional.
- Ekosistem perangkat dan penerapan teknologi.
- Platform dan kemampuan integrasi.
- Kesiapan terhadap regulasi.
- Eksekusi strategi komersial.
Dalam penilaian tersebut, penyedia layanan dikelompokkan berdasarkan kekuatan kemampuan dan pelaksanaan strategi di pasar.
Pacesetters merupakan kelompok dengan kemampuan kuat dan eksekusi pasar yang luas. Leaders memiliki posisi mapan dan kemampuan yang relatif menyeluruh. Challengers menunjukkan keunggulan signifikan, tetapi masih memiliki ruang untuk memperbesar jangkauan pasar.
Sementara itu, Upstarts berada pada tahap pengembangan yang lebih awal, sedangkan Niche Players memiliki keunggulan pada segmen tertentu melalui teknologi khusus, pengalaman industri, atau cakupan regional.
Counterpoint menempatkan Iridium dan Skylo sebagai Pacesetters dalam penilaian CORE 2026. Keduanya menonjol melalui strategi yang berbeda. Iridium mengandalkan jaringan global yang matang, pengalaman operasional, dan basis pelanggan yang sudah terbentuk. Skylo menekankan integrasi dengan ekosistem seluler dan penerapan NTN berbasis standar.
Viasat memiliki kekuatan melalui portofolio satelit dan aset bisnis Inmarsat. ORBCOMM dan Globalstar membawa pengalaman dari bisnis IoT yang telah berjalan, sementara Myriota dan Sateliot menunjukkan pendekatan yang lebih terfokus pada teknologi tertentu.
Perlu dipahami bahwa kategori tersebut merupakan hasil penilaian berdasarkan sejumlah parameter, bukan berarti satu perusahaan pasti unggul dalam setiap aplikasi. Kebutuhan pelanggan di sektor logistik, pertanian, maritim, atau energi dapat berbeda sehingga perusahaan dengan pendekatan khusus tetap berpeluang memiliki posisi kuat.
Apa yang Membedakan Pemimpin Pasar dan Pesaingnya?
Seiring berkembangnya teknologi, perbedaan kemampuan konektivitas di antara penyedia layanan semakin menyempit. Karena itu, keunggulan pasar tidak hanya ditentukan oleh kualitas jaringan. Ada tiga faktor yang semakin penting.
-
Kemudahan Integrasi Perangkat
Perangkat IoT harus dapat terhubung ke jaringan satelit tanpa proses pengembangan yang terlalu rumit. Semakin mudah suatu layanan diintegrasikan dengan perangkat, chipset, dan platform yang sudah digunakan perusahaan, semakin besar peluangnya diterapkan dalam skala luas. -
Interoperabilitas Jaringan
Interoperabilitas adalah kemampuan berbagai sistem atau perangkat untuk bekerja bersama. Dalam Satellite IoT, kemampuan ini membantu perangkat memanfaatkan jaringan satelit dan seluler sesuai dukungan teknis yang tersedia.Interoperabilitas yang baik dapat menyederhanakan pengelolaan perangkat, terutama ketika aset tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi jaringan berbeda.
-
Kemampuan Menjalankan Strategi Komersial
Teknologi yang baik tidak otomatis menghasilkan keberhasilan bisnis. Penyedia layanan juga perlu membangun kemitraan, memperluas distribusi, menyediakan dukungan pelanggan, dan memastikan solusi dapat diterapkan secara konsisten.
Perusahaan yang telah beroperasi lama memiliki keuntungan berupa pengalaman dan hubungan pelanggan. Sementara itu, pemain yang mengandalkan standar terbuka dapat menarik pasar melalui integrasi yang lebih sederhana dengan ekosistem IoT seluler.
Pada akhirnya, kemampuan menggabungkan teknologi, kemitraan, dan eksekusi bisnis menjadi faktor penting untuk memperluas pangsa pasar.
Tantangan yang Masih Dihadapi Satellite IoT
Meskipun peluang pertumbuhannya besar, Satellite IoT masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.
- Biaya perangkat dan layanan. Biaya modul, perangkat keras, dan penggunaan jaringan satelit dapat menjadi pertimbangan utama, terutama bagi perusahaan yang ingin menghubungkan ribuan atau jutaan perangkat.
- Konsumsi energi. Perangkat yang ditempatkan di lokasi terpencil sering kali menggunakan baterai atau sumber daya terbatas. Karena itu, teknologi harus dirancang agar kebutuhan energinya sesuai dengan karakteristik aplikasi.
- Keterbatasan kapasitas. Banyak layanan Satellite IoT dioptimalkan untuk mengirimkan data dalam jumlah kecil. Aplikasi yang memerlukan komunikasi berkapasitas besar atau berlatensi rendah mungkin membutuhkan teknologi berbeda.
- Kompatibilitas perangkat. Tidak semua perangkat mendukung setiap jaringan satelit. Dukungan frekuensi, standar, modul komunikasi, dan ketentuan operator tetap menentukan apakah perangkat dapat digunakan.
- Regulasi dan kemitraan. Penyedia layanan perlu memenuhi ketentuan yang berlaku di wilayah operasional serta membangun kerja sama dengan operator dan mitra teknologi.
Tantangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan Satellite IoT tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi satelit, tetapi juga pada kemampuan membangun layanan yang ekonomis, kompatibel, dan mudah digunakan.
Masa Depan Satellite IoT: Siapa yang Berpeluang Memimpin?
Ke depan, perusahaan yang mampu mengubah kemampuan teknologi menjadi layanan yang mudah diterapkan dan diperluas akan memiliki peluang lebih besar dalam persaingan Satellite IoT.
Konektivitas hibrida diperkirakan menjadi semakin penting bagi sektor logistik, pertanian, utilitas, dan peralatan industri. Dalam berbagai aplikasi tersebut, perangkat perlu tetap terhubung meskipun berpindah dari wilayah dengan jaringan seluler yang baik ke lokasi yang tidak memiliki cakupan memadai.
Penyedia yang sudah mapan memiliki keuntungan berupa infrastruktur, pengalaman operasional, dan pelanggan. Namun, perusahaan yang mengandalkan standar NTN juga berpeluang memperluas pasar melalui integrasi dengan ekosistem seluler.
Persaingan selanjutnya akan semakin dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
- Kemampuan memperluas jaringan dan jumlah perangkat yang terhubung.
- Kemudahan integrasi dengan perangkat dan platform IoT.
- Interoperabilitas antara jaringan satelit dan seluler.
- Biaya perangkat serta layanan yang kompetitif.
- Kemitraan dengan operator, produsen perangkat, dan pelanggan industri.
- Keandalan layanan serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
Dengan kata lain, pemimpin pasar Satellite IoT pada masa mendatang belum tentu perusahaan dengan jaringan satelit terbesar. Perusahaan yang mampu menyediakan solusi menyeluruh dan mudah diterapkan juga berpotensi memperoleh posisi penting.
Kesimpulan
Satellite IoT berkembang dari teknologi khusus untuk menghubungkan aset di wilayah terpencil menjadi bagian penting dari ekosistem konektivitas IoT yang lebih luas. Integrasi dengan jaringan seluler, standardisasi NTN, dan perluasan kemitraan membuka peluang penerapan di berbagai sektor industri.
Menurut proyeksi Counterpoint Research, jumlah koneksi Satellite IoT global diperkirakan meningkat dari sekitar 8 juta pada 2025 menjadi lebih dari 80 juta pada 2032. Proyeksi ini memperlihatkan besarnya peluang pasar, meskipun realisasinya akan bergantung pada biaya, adopsi teknologi, dan kesiapan ekosistem.
Dalam penilaian CORE 2026 dari Counterpoint, Iridium dan Skylo masuk kategori Pacesetters dengan keunggulan yang berbeda. Iridium mengandalkan jaringan dan pengalaman operasional yang matang, sedangkan Skylo menekankan integrasi berbasis standar dengan ekosistem seluler.
Namun, persaingan masih terbuka bagi Viasat, ORBCOMM, Globalstar, Myriota, Sateliot, dan pemain lainnya yang terus mengembangkan solusi sesuai kebutuhan pasar.
Pada akhirnya, keberhasilan di pasar Satellite IoT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghubungkan perangkat melalui satelit. Kemudahan integrasi, interoperabilitas, biaya, kemitraan, dan kemampuan memperluas penerapan akan menjadi faktor penting yang menentukan perusahaan mana yang mampu mempertahankan keunggulan dalam jangka panjang.
