Aeris Perluas Orkestrasi eSIM IoT untuk Era Physical AI


Ilustrasi Physical AI

Ilustrasi Physical AI

Aeris meluncurkan generasi terbaru Aeris eSIM Orchestrator untuk mempermudah pengelolaan konektivitas perangkat Internet of Things (IoT) di berbagai negara. Solusi ini menghadirkan dukungan standar GSMA SGP.32, teknologi Single SKU eSIM, dan layanan eIM as a Service (eIMaaS) untuk membantu perusahaan mengelola jutaan perangkat secara lebih fleksibel, termasuk untuk mendukung perkembangan Physical AI.

Pengembangan ini menjadi bagian dari platform manajemen konektivitas global Aeris IoT Accelerator. Melalui teknologi tersebut, operator jaringan seluler, produsen perangkat, dan perusahaan dapat mengelola profil eSIM dari jarak jauh tanpa harus melakukan konfigurasi manual pada setiap perangkat.

Aeris menilai kebutuhan konektivitas yang fleksibel semakin penting seiring berkembangnya kendaraan otonom, robot industri, dan infrastruktur pintar yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI).

“Masa depan IoT semakin erat kaitannya dengan perkembangan Physical AI, seiring kendaraan, mesin, dan infrastruktur yang terhubung menjadi semakin cerdas dan otonom,” kata Jon Connet, Chief Product Officer Aeris.

Menurut Connet, sistem tersebut membutuhkan konektivitas yang mampu beradaptasi ketika perangkat berpindah antarnegara atau jaringan, serta ketika kebutuhan operasional berubah. Karena itu, pengelolaan eSIM perlu dilakukan secara lebih otomatis agar perangkat tetap terhubung tanpa proses konfigurasi yang rumit.

 

Aeris Perluas Dukungan Standar eSIM IoT

Aeris eSIM Orchestrator, yang sebelumnya dikenal sebagai eSIM Hub, kini mendukung standar GSMA SGP.32 untuk pengelolaan eSIM IoT jarak jauh. Dukungan ini melengkapi standar SGP.02 untuk eSIM machine-to-machine (M2M) dan SGP.22 untuk eSIM konsumen yang telah tersedia sebelumnya.

Melalui satu koneksi ke Aeris IoT Accelerator, pelanggan dapat mengakses ekosistem yang mencakup 30 operator seluler. Integrasi ini memungkinkan pengelolaan konektivitas perangkat dengan dukungan ketiga standar eSIM tersebut.

Standar SGP.32 dirancang untuk menjawab kebutuhan perangkat IoT yang sering kali memiliki keterbatasan antarmuka pengguna dan harus beroperasi dalam jangka panjang. Teknologi ini memungkinkan profil operator seluler diunduh dan dikelola dari jarak jauh, sehingga pergantian konektivitas tidak selalu membutuhkan penggantian kartu SIM secara fisik.

Kemampuan tersebut penting bagi perusahaan yang mengoperasikan perangkat dalam jumlah besar di berbagai wilayah. Pengelolaan konektivitas dapat dilakukan secara terpusat, sementara profil jaringan disesuaikan dengan kebutuhan setiap perangkat atau lokasi penerapan.

Aeris menyebut platform IoT Accelerator saat ini mengelola sekitar 110 juta perangkat IoT. Sebanyak 44 juta perangkat di antaranya menggunakan eSIM, atau lebih dari 40% dari keseluruhan perangkat yang dikelola platform tersebut. Sebagai perbandingan, penetrasi eSIM di pasar secara keseluruhan disebut berada di kisaran 12%.

Platform tersebut juga mencatat pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pasar secara keseluruhan.

 

Tiga Kemampuan Baru untuk Mempermudah Pengelolaan eSIM

Untuk memperkuat layanan konektivitasnya, Aeris menghadirkan tiga kemampuan utama yang ditujukan untuk menyederhanakan penerapan dan pengelolaan perangkat IoT dalam skala global.

Pertama, Aeris SGP.32 eSIM Orchestrator memungkinkan perusahaan mengotomatiskan pengelolaan profil eSIM berdasarkan kebijakan dan peristiwa tertentu. Perusahaan dapat menentukan profil operator lokal yang digunakan perangkat, waktu pengunduhan profil, tindakan yang diizinkan, serta langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kegagalan.

Dengan pendekatan ini, pengelola tidak perlu mengatur profil satu per satu. Kebijakan yang telah ditentukan dapat diterapkan pada ribuan hingga jutaan perangkat, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien dan konsisten.

Kedua, Aeris Single SKU eSIM memungkinkan produsen perangkat membuat satu varian produk untuk dipasarkan di berbagai negara. Setelah perangkat diterapkan, profil operator lokal yang sesuai dapat ditentukan berdasarkan lokasi dan kebutuhan konektivitas.

Cara ini dapat mengurangi kebutuhan untuk memproduksi varian perangkat atau menyediakan kartu SIM berbeda bagi setiap pasar. Produsen juga memperoleh fleksibilitas lebih besar dalam proses distribusi karena perangkat yang sama dapat digunakan di berbagai wilayah.

Ketiga, Aeris eIM as a Service (eIMaaS) menyediakan layanan pengelolaan eSIM IoT jarak jauh yang dikelola oleh Aeris dan terintegrasi dengan IoT Accelerator. Layanan ini menawarkan solusi siap pakai untuk pergantian profil eSIM berdasarkan standar SGP.32.

Bagi pelanggan yang ingin menggunakan sistem sendiri atau memilih penyedia lain, Aeris juga mendukung integrasi eIM dari sejumlah vendor, termasuk Thales, G+D, Kigen, dan IDEMIA.

eIM atau eSIM IoT Remote Manager merupakan komponen yang menangani pengelolaan profil eSIM dari jarak jauh, termasuk pengunduhan dan pergantian profil operator. Integrasi komponen ini dengan platform konektivitas membantu perusahaan menyederhanakan proses pengelolaan perangkat yang tersebar di banyak negara.

“Bagi produsen perangkat, operator seluler, dan perusahaan, tantangannya bukan sekadar mengganti profil SIM pada satu perangkat, melainkan melakukannya secara andal pada ribuan hingga jutaan perangkat,” ujar Connet.

Ia menambahkan, standar SGP.32 menyediakan fondasi teknis, sedangkan orkestrasi memastikan pengelolaan eSIM dapat berjalan dalam skala global. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat menggunakan layanan konektivitas IoT yang sama di berbagai jaringan dengan profil SIM lokal. Dengan demikian, fleksibilitas roaming dapat dipadukan dengan keuntungan konektivitas lokal.

 

Jangkau Lebih dari 200 Negara

Aeris IoT Accelerator melayani lebih dari 7.000 perusahaan, dengan perangkat yang terhubung ke jaringan di lebih dari 200 negara setiap bulan.

Sekitar 70% koneksi perangkat tersebut menggunakan jaringan milik mitra operator di negara terkait, bukan melalui roaming. Hal ini menunjukkan pentingnya kerja sama dengan operator lokal untuk mendukung konektivitas perangkat IoT lintas negara.

Dalam hal pengakuan industri, Frost & Sullivan menobatkan Aeris sebagai pemimpin strategi kompetitif global untuk pengelolaan konektivitas IoT pada 2025 dan 2026. Sementara itu, Counterpoint Research menempatkan Aeris sebagai salah satu pemimpin industri dalam laporan orkestrasi eSIM 2026.

Pengakuan tersebut memperkuat posisi Aeris dalam pasar pengelolaan konektivitas IoT, terutama untuk perusahaan yang membutuhkan layanan terintegrasi guna menghubungkan perangkat di berbagai jaringan dan wilayah.

 

Konektivitas Menjadi Fondasi Physical AI

Perkembangan Physical AI membuat kebutuhan konektivitas tidak lagi terbatas pada memastikan perangkat dapat mengakses jaringan. Sistem seperti kendaraan otonom, robot industri, dan infrastruktur pintar juga membutuhkan koneksi yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lokasi, jaringan, dan kebutuhan operasional.

Physical AI merupakan penerapan kecerdasan buatan pada sistem fisik yang mampu memahami kondisi lingkungan, memproses informasi, dan melakukan tindakan secara mandiri atau dengan campur tangan manusia yang terbatas.

Dalam penerapannya, kendaraan otonom dapat melintasi wilayah dengan cakupan jaringan berbeda, sedangkan robot industri dan perangkat pintar mungkin harus beroperasi selama bertahun-tahun tanpa penggantian perangkat keras. Kondisi tersebut membuat pengelolaan konektivitas jarak jauh menjadi semakin penting.

Melalui orkestrasi eSIM, Aeris IoT Accelerator memberikan lapisan kendali tambahan untuk menyesuaikan konektivitas berdasarkan kebijakan yang ditentukan perusahaan. Sementara itu, Single SKU eSIM dan eIMaaS membantu mengurangi kompleksitas saat perangkat diterapkan dan dikelola dalam skala besar.

Aeris juga menyediakan Aeris IoT Watchtower sebagai opsi keamanan pada tingkat jaringan. Dengan menggabungkan konektivitas, orkestrasi, dan keamanan, perusahaan berupaya mendukung kebutuhan kendaraan, mesin, serta infrastruktur yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

 

Orange Business Soroti Pentingnya Standar SGP.32

Dukungan terhadap standar SGP.32 juga mendapat perhatian dari mitra operator seluler. Elisabeth Reille, Executive Vice President Smart Mobility Services di Orange Business, menilai peralihan menuju eSIM IoT berbasis standar tersebut bukan sekadar peningkatan teknologi, tetapi juga langkah strategis bagi perusahaan yang mengelola perangkat terhubung di berbagai negara.

“Kolaborasi kami dengan Aeris menjadi tolok ukur penting mengenai bagaimana operator dan mitra platform dapat menghadirkan orkestrasi eSIM global yang praktis, sesuai standar, dan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata ekosistem IoT global,” kata Reille.

Menurutnya, pengelolaan eSIM yang lebih terintegrasi dapat membantu perusahaan mengoperasikan perangkat lintas pasar secara lebih efektif sekaligus menyesuaikan konektivitas dengan kebutuhan yang terus berkembang.

Melalui pengembangan Aeris eSIM Orchestrator, Aeris berupaya menjawab tantangan pengelolaan konektivitas IoT dalam skala global. Dukungan SGP.32, Single SKU eSIM, dan eIMaaS diharapkan dapat menyederhanakan operasional perangkat sekaligus menyediakan fondasi konektivitas yang lebih fleksibel bagi perkembangan Physical AI.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait