AMD Gandeng Core Scientific Bangun Infrastruktur AI Raksasa
- Rita Puspita Sari
- •
- 19 jam yang lalu
Data Center
AMD mengambil langkah besar untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan mengamankan akses terhadap kapasitas pusat data (data center) siap AI milik Core Scientific di Amerika Serikat. Melalui kerja sama jangka panjang ini, AMD memperoleh akses awal lebih dari 500 megawatt (MW) kapasitas pusat data yang dijadwalkan mulai tersedia pada 2027, dengan opsi ekspansi hingga mencapai 2,5 gigawatt (GW).
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis AMD dalam menjawab lonjakan permintaan infrastruktur AI global. Kapasitas pusat data ini nantinya akan digunakan untuk mendukung pelanggan AMD, mulai dari pengembang model AI, penyedia layanan cloud, hingga perusahaan yang membangun sistem AI berbasis perangkat keras dan perangkat lunak AMD.
Kerja sama ini juga menandai semakin besarnya peran AMD, yang kini tidak hanya berfokus pada pengembangan prosesor dan akselerator AI, tetapi juga mulai terlibat dalam penyediaan infrastruktur fisik yang dibutuhkan untuk menjalankan komputasi AI dalam skala besar.
Lima Fasilitas Jadi Fondasi Infrastruktur AI
Berdasarkan dokumen yang diajukan kepada regulator Amerika Serikat, tahap awal kerja sama mencakup 529 MW kapasitas IT kritis yang tersebar di lima fasilitas Core Scientific di Texas, Oklahoma, Alabama, dan Georgia.
AMD secara langsung menyewa sekitar 377 MW kapasitas yang berada di Pecos dan Hunt County, Texas, serta Muskogee, Oklahoma. Sementara itu, 152 MW lainnya disewa oleh sebuah perusahaan penyedia layanan cloud generasi baru (neocloud) yang identitasnya tidak dipublikasikan. Kapasitas tersebut berada di fasilitas Core Scientific di Auburn, Alabama, dan Dalton, Georgia.
Perjanjian ini memiliki masa berlaku selama 15 tahun, dengan opsi perpanjangan hingga tiga kali, masing-masing selama lima tahun. Selain kapasitas awal tersebut, AMD juga memiliki hak untuk memesan tambahan 1.925 MW hingga akhir 2028. Jika seluruh opsi dimanfaatkan, total kapasitas yang dikuasai AMD akan mencapai sekitar 2,5 GW.
Core Scientific akan tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab mengembangkan sekaligus mengoperasikan seluruh fasilitas tersebut. AMD dan Core Scientific juga akan berkolaborasi dalam merancang infrastruktur fisik yang diperlukan untuk mendukung implementasi sistem AI berskala besar.
Meski demikian, kerja sama ini tidak membuat AMD memiliki kepemilikan atas pusat data tersebut. AMD hanya memperoleh hak penggunaan kapasitas sesuai perjanjian yang telah disepakati.
Mendukung GPU Instinct dan Prosesor EPYC
Kemitraan ini secara khusus dirancang untuk mendukung implementasi berbagai teknologi AI milik AMD, termasuk GPU AMD Instinct, prosesor server AMD EPYC, serta platform perangkat lunak ROCm yang menjadi fondasi pengembangan AI perusahaan.
Namun hingga saat ini, kedua perusahaan belum mengungkapkan spesifikasi teknis yang akan digunakan di masing-masing lokasi. Detail mengenai model GPU dan CPU, konfigurasi rak server, sistem jaringan, arsitektur distribusi daya, hingga teknologi pendingin masih belum diumumkan.
Core Scientific menjelaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut dibangun untuk menangani beban kerja AI berkepadatan tinggi (high-density AI). Kapasitas 529 MW yang diumumkan merupakan kapasitas listrik yang tersedia khusus untuk perangkat komputasi AI, bukan total konsumsi daya keseluruhan fasilitas.
Dokumen regulator juga mengungkap adanya perlindungan tertentu bagi AMD terhadap perangkat yang ditempatkan di lokasi yang disewa oleh perusahaan neocloud. Perlindungan tersebut berlaku dalam kondisi tertentu, termasuk apabila penyewa mengalami gagal memenuhi kewajiban kontraknya.
AMD Peroleh Hak Membeli Saham Core Scientific
Selain memperoleh kapasitas pusat data, AMD juga mendapatkan hak untuk membeli saham Core Scientific melalui skema waran. Core Scientific menerbitkan waran yang memungkinkan AMD membeli hingga 30 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar 23,47 dolar AS per saham.
Sebanyak 6,5 juta saham langsung menjadi hak AMD ketika perjanjian ditandatangani. Sisanya akan diberikan secara bertahap seiring bertambahnya kapasitas pusat data yang masuk dalam cakupan kerja sama.
Core Scientific memperkirakan kontrak awal selama 15 tahun tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan dasar lebih dari 14 miliar dolar AS. Nilai tersebut belum memasukkan tambahan kapasitas yang masih menjadi opsi bagi AMD apabila perusahaan memutuskan memperluas pemesanan hingga 2,5 GW.
Meski begitu, kedua perusahaan belum mengungkapkan nilai keseluruhan investasi maupun jadwal rinci pembangunan di setiap lokasi. Tahap pertama diperkirakan mulai tersedia pada 2027.
AMD Perluas Peran di Infrastruktur AI
Kesepakatan ini menunjukkan perubahan strategi AMD yang tidak lagi hanya berkompetisi melalui pengembangan chip AI, tetapi juga mulai memperkuat kehadirannya di lapisan infrastruktur.
Beberapa waktu lalu AMD memperkenalkan sistem rack-scale bernama Helios, yaitu arsitektur referensi yang mengintegrasikan GPU Instinct, CPU EPYC, teknologi jaringan Pensando, perangkat lunak ROCm, sistem pendingin cair (liquid cooling), serta distribusi daya dalam satu desain rak server.
Konsep tersebut dirancang agar pelanggan dapat membangun klaster AI berskala besar dengan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih optimal.
Walaupun demikian, AMD maupun Core Scientific belum memastikan apakah Helios akan diterapkan pada lima fasilitas yang termasuk dalam kerja sama ini. Kedua perusahaan hanya menyebut akan bekerja sama merancang infrastruktur fisik yang paling sesuai untuk mendukung implementasi sistem AI AMD.
Core Scientific Bertransformasi ke Bisnis AI
Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi bagian dari transformasi bisnis Core Scientific. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai operator penambangan mata uang kripto kini semakin agresif memperluas layanan high-density colocation untuk kebutuhan AI.
Saat ini Core Scientific mengoperasikan 11 fasilitas yang tersebar di Alabama, Georgia, Kentucky, North Carolina, North Dakota, Oklahoma, dan Texas. Sejumlah lokasi penambangan kripto yang masih dimiliki perusahaan juga mulai dialihfungsikan menjadi pusat data AI apabila kondisi komersial dan kesiapan infrastruktur memungkinkan.
Strategi tersebut terbukti mulai memberikan hasil positif. Pada kuartal kedua 2026, bisnis high-density colocation menyumbang 136,7 juta dolar AS dari total pendapatan perusahaan sebesar 164,2 juta dolar AS.
Sebagai perbandingan, aktivitas penambangan kripto milik sendiri hanya menghasilkan 21,5 juta dolar AS, sedangkan layanan hosted mining berkontribusi sekitar 6 juta dolar AS. Dengan demikian, layanan colocation kini menjadi sumber pendapatan terbesar Core Scientific, menunjukkan pergeseran bisnis perusahaan dari industri kripto menuju penyedia infrastruktur AI.
Setelah kerja sama dengan AMD diumumkan, Core Scientific juga melaporkan telah memiliki sekitar 1,1 GW kapasitas listrik yang telah disewa pelanggan. Dari jumlah tersebut, sekitar 437 MW sudah mulai menghasilkan pendapatan hingga pertengahan Juli 2026.
CEO Core Scientific Adam Sullivan mengatakan infrastruktur AI berkepadatan tinggi milik perusahaan akan mendukung roadmap produk AMD dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, kolaborasi tersebut masih memiliki ruang ekspansi melalui hak pemesanan kapasitas tambahan yang telah disepakati kedua belah pihak.
Sementara itu, Mathew Hein, Senior Vice President sekaligus Chief Strategy Officer of Corporate Development AMD, menilai kemitraan ini akan memperluas akses pelanggan terhadap infrastruktur AI yang semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
"Portofolio pusat data siap AI milik Core Scientific yang luas akan memperluas akses terhadap infrastruktur yang dibutuhkan pelanggan kami untuk menerapkan solusi AI AMD dalam skala besar," ujar Hein.
