Lintasarta Hadirkan BWoD, Bandwidth Fleksibel untuk Perbankan
- Rita Puspita Sari
- •
- 16 jam yang lalu
Ilustrasi Transaksi Keuangan Perbankan
Transformasi digital di sektor perbankan terus mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi yang tidak hanya andal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis. Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperkenalkan Bandwidth on Demand (BWoD), solusi konektivitas yang memungkinkan bank mengatur kapasitas bandwidth secara lebih fleksibel dan mandiri.
BWoD dirancang untuk membantu perbankan menghadapi kebutuhan konektivitas yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Melalui solusi ini, kapasitas bandwidth dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan operasional tanpa harus selalu melalui proses pemesanan manual atau instalasi infrastruktur baru.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, digitalisasi perbankan membutuhkan infrastruktur yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan bisnis secara cepat.
"Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur," ujar Armand dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan kapasitas jaringan di industri perbankan tidak selalu berada pada tingkat yang sama. Pada periode tertentu, seperti month-end dan year-end closing, pemrosesan payroll, disaster recovery, hingga peluncuran aplikasi baru, kebutuhan bandwidth dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, bank juga harus siap menghadapi berbagai kondisi yang tidak terjadwal. Karena itu, model konektivitas yang sepenuhnya tetap atau fixed dinilai perlu berkembang menjadi infrastruktur yang lebih adaptif terhadap dinamika operasional.
Tiga Kapabilitas Utama BWoD
Lintasarta menghadirkan tiga kapabilitas utama melalui BWoD, yakni High Bandwidth, Scale on Demand, dan Self Service.
High Bandwidth memungkinkan pelanggan memperoleh kapasitas bandwidth hingga 1 Gbps pada wilayah yang memiliki kesiapan teknis. Kapasitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan perbankan yang membutuhkan konektivitas tinggi, khususnya pada aktivitas dengan lalu lintas data yang besar.
Sementara itu, melalui fitur Scale on Demand, bank dapat menyesuaikan kapasitas konektivitas dengan melakukan scale up maupun scale down. Artinya, kapasitas jaringan dapat ditingkatkan ketika kebutuhan meningkat dan diturunkan kembali ketika kebutuhan tersebut berakhir.
Kapabilitas ketiga adalah Self Service. Setelah proses setup awal selesai, perubahan kapasitas bandwidth selanjutnya dapat dilakukan secara mandiri melalui Super Apps ULTIMA milik Lintasarta.
Dengan pendekatan tersebut, bank tidak perlu menjalani proses pemesanan manual setiap kali membutuhkan perubahan kapasitas. Penyesuaian juga dapat dilakukan berdasarkan layanan yang telah berlangganan, dengan dukungan kapasitas hingga 1.000 Mbps pada tier tertentu.
"Kami ingin memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapasitas connectivity sesuai kebutuhan operasionalnya," kata Armand.
Dari Infrastruktur Fixed Menuju Adaptif
Lintasarta melihat perubahan kebutuhan konektivitas sebagai bagian penting dari perkembangan infrastruktur digital perbankan. Bank tidak hanya membutuhkan jaringan dengan kapasitas besar, tetapi juga kemampuan untuk mengelola sumber daya tersebut secara efisien.
Dalam konteks tersebut, terdapat empat kapabilitas yang menjadi perhatian, yakni Agile, Scalable, Resilient, dan Ready.
Agile berarti infrastruktur mampu merespons perubahan kebutuhan dengan cepat. Scalable berkaitan dengan kemampuan menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan. Sementara Resilient menekankan aspek keandalan infrastruktur dalam menjaga keberlangsungan layanan.
Adapun Ready mengacu pada kesiapan infrastruktur menghadapi berbagai kondisi, mulai dari peak events dan disaster recovery hingga tuntutan regulasi yang berlaku di industri perbankan.
BWoD menjadi salah satu implementasi dari pendekatan tersebut. Dengan fleksibilitas pengelolaan bandwidth, bank dapat menyesuaikan kapasitas konektivitas dengan pola aktivitas bisnis tanpa harus menyediakan kapasitas maksimum sepanjang waktu.
Terintegrasi dengan Intelligent Core
BWoD juga menjadi bagian dari Lintasarta Intelligent Core, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan pelanggan, Super Apps ULTIMA, Intelligent Core Engine, hingga core network.
Integrasi tersebut dirancang untuk mendukung proses real-time execution dan autonomous decisioning. Dengan demikian, pengelolaan konektivitas dapat dilakukan secara lebih cepat dan otomatis.
Bagi industri perbankan, kemampuan tersebut menjadi relevan karena layanan digital harus tetap tersedia ketika terjadi peningkatan permintaan. Pada saat yang sama, bank juga membutuhkan efisiensi dalam pengelolaan kapasitas infrastruktur.
Untuk tahap awal, BWoD telah tersedia di 84 kota di Pulau Jawa pada 2026. Lintasarta selanjutnya berencana mengembangkan cakupannya secara bertahap menuju jangkauan nasional.
Infrastruktur dan Keamanan Jadi Perhatian
Pentingnya penguatan infrastruktur teknologi juga disampaikan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2026, Sophia Isabella Wattimena.
Menurut Sophia, transformasi digital perbankan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Selain kapasitas, aspek keandalan, keamanan, dan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan layanan perbankan digital.
"Transformasi digital perbankan perlu berjalan seiring dengan penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri menjadi semakin penting," jelas Sophia.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan infrastruktur digital perbankan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas jaringan. Infrastruktur juga dituntut mampu menjaga keberlangsungan layanan, mengelola risiko, serta mendukung kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.
Jadi Forum Strategis Industri Perbankan
Pengenalan BWoD dilakukan dalam Lintasarta Executive Dialogue bertema "Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)" di Jakarta.
Forum tersebut mempertemukan President Directors, Directors, dan Board Members dari sejumlah perbankan nasional dan multinasional yang tergabung dalam HIMBARA, PERBANAS, dan ASBANDA. Acara ini juga dihadiri pejabat tinggi Bank Indonesia dan OJK serta jajaran Board of Directors Lintasarta.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pemimpin industri perbankan untuk membahas perkembangan kebutuhan infrastruktur digital di tengah transformasi layanan keuangan.
Melalui BWoD, Lintasarta berupaya membawa konektivitas perbankan dari model infrastruktur yang bersifat fixed menuju pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif. Kemampuan untuk menyesuaikan bandwidth sesuai kebutuhan diharapkan dapat mendukung bank dalam menghadapi perubahan beban operasional, periode trafik tinggi, kebutuhan pemulihan bencana, maupun perkembangan layanan digital.
