AWS dan IBM Satukan Mainframe dan Cloud Berbasis AI
- Rita Puspita Sari
- •
- 14 jam yang lalu
Data Center
Amazon Web Services atau AWS bersama IBM resmi memperluas kerja sama strategis untuk meningkatkan interoperabilitas antara sistem mainframe dan layanan cloud. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung kebutuhan perusahaan global yang kini semakin mengandalkan strategi hybrid cloud untuk menjalankan transformasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
Melalui kemitraan tersebut, AWS dan IBM berupaya menghadirkan konektivitas yang lebih fleksibel antara layanan cloud AWS dan sistem mainframe IBM Z. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap mempertahankan sistem inti lama yang sudah terbukti andal, sembari memanfaatkan kemampuan modern seperti analitik cloud, otomatisasi, hingga AI generatif.
Dalam blog resminya, AWS menyebut bahwa semakin banyak perusahaan saat ini memilih strategi hybrid cloud karena dinilai mampu memberikan keseimbangan antara stabilitas sistem lama dan fleksibilitas teknologi cloud modern. Oleh sebab itu, integrasi antara AWS dan IBM Z dianggap menjadi solusi penting bagi perusahaan yang ingin mempercepat modernisasi tanpa harus melakukan migrasi besar-besaran yang mahal dan berisiko tinggi.
Fokus pada Hybrid Cloud dan AI
Bersamaan dengan gelaran konferensi tahunan IBM Think 2026, AWS mengungkapkan lima pola utama yang akan menjadi dasar pengembangan hybrid cloud antara AWS dan IBM. Salah satu yang paling menonjol adalah kemampuan pertukaran data bisnis secara real-time antara aplikasi inti yang berjalan di mainframe dengan layanan cloud AWS.
Kemampuan ini semakin diperkuat setelah IBM mengakuisisi platform streaming data Confluent senilai 11 miliar dolar AS. Teknologi tersebut memungkinkan data dari sistem lama dapat mengalir secara langsung ke lingkungan cloud tanpa hambatan besar.
Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat melakukan sinkronisasi data mainframe dengan AWS. Dengan cara ini, data yang sebelumnya hanya tersimpan di lingkungan mainframe kini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan modern seperti analitik berbasis cloud, machine learning, hingga pengembangan model AI.
AWS menilai kombinasi antara IBM Z dan cloud AWS mampu mempercepat inovasi berbasis AI tanpa harus mengubah seluruh infrastruktur yang telah dimiliki perusahaan. Pendekatan tersebut juga disebut dapat membantu mengoptimalkan biaya operasional dan pengembangan aplikasi.
“Pendekatan ini mampu memaksimalkan kelincahan bisnis dan meningkatkan pengembalian investasi,” tulis AWS dalam pernyataan resminya.
Modernisasi Mainframe Tak Lagi Rumit
Selama bertahun-tahun, modernisasi mainframe dikenal sebagai proyek teknologi yang mahal, kompleks, dan membutuhkan waktu panjang. Banyak perusahaan besar masih bergantung pada aplikasi lama berbasis COBOL yang menjadi tulang punggung operasional bisnis mereka, mulai dari sektor perbankan, asuransi, hingga manufaktur.
Namun, perkembangan AI kini mulai mengubah kondisi tersebut. Berbagai perusahaan teknologi berlomba menghadirkan alat modernisasi berbasis AI untuk mempercepat transformasi sistem lama ke platform yang lebih modern.
Kolaborasi AWS dan IBM menjadi salah satu contoh nyata bagaimana industri teknologi berupaya membawa infrastruktur lama ke era digital baru. Dengan dukungan AI, proses modernisasi yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun kini dapat dipersingkat secara signifikan.
Tahun lalu, Capgemini meluncurkan toolkit konversi kode berbasis AI generatif dan agentic untuk membantu proses refactoring aplikasi COBOL. Teknologi tersebut memungkinkan kode lama diterjemahkan ke bahasa pemrograman modern dengan lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, Rocket Software juga menghadirkan layanan modernisasi berbasis AI yang mampu melakukan otomatisasi deteksi anomali pada sistem mainframe. Teknologi ini membantu perusahaan menjaga stabilitas sistem lama sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Tidak hanya AWS dan IBM, perusahaan cloud besar lain seperti Microsoft dan Google juga mulai agresif menghadirkan layanan modernisasi mainframe berbasis cloud dan AI.
Toyota Jadi Contoh Sukses
Salah satu implementasi nyata datang dari Toyota Motor North America. Perusahaan otomotif tersebut menggunakan layanan AWS Transform untuk membantu migrasi sistem mainframe mereka.
AWS mengungkapkan bahwa teknologi AI tersebut berhasil membantu modernisasi lebih dari 40 juta baris kode COBOL menjadi Java dalam waktu hanya setengah dari estimasi normal tanpa bantuan AI.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga mampu mempercepat transformasi sistem inti perusahaan dalam skala besar.
Di sisi lain, IBM sebagai pemain utama di industri mainframe juga terus memperkuat investasinya di bidang AI. CEO IBM, Arvind Krishna, mengatakan perusahaan saat ini fokus mengembangkan solusi modernisasi berbasis AI melalui watsonx Code Assistant for Z dan IBM Bob.
IBM Bob sendiri resmi tersedia secara umum bulan lalu dan dirancang untuk membantu perusahaan memodernisasi aplikasi lama dengan proses yang lebih sederhana dan efisien.
Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026, Krishna menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan global kini semakin serius berinvestasi pada teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan sistem, produktivitas, serta percepatan pertumbuhan bisnis.
“Mereka memodernisasi sistem inti, memperluas penggunaan AI, dan membuat keputusan strategis tentang di mana beban kerja dijalankan serta siapa yang mengendalikan infrastruktur di baliknya,” ujar Krishna.
Ia menambahkan bahwa AI di masa depan akan berjalan di berbagai lingkungan teknologi, mulai dari cloud publik, cloud privat, sovereign cloud, hingga sistem on-premise. Karena itu, mainframe diperkirakan tetap menjadi komponen penting dalam infrastruktur perusahaan modern.
Dengan tren tersebut, IBM terus memosisikan diri sebagai perusahaan platform hybrid cloud dan AI yang mampu menjembatani kebutuhan sistem lama dan teknologi masa depan.
