BKKBN Tekankan Big Data Sebagai Landasan Masa Depan Pembangunan Bangsa


BigData

Ilustrasi BigData

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Hasto Wardoyo menekankan Big Data sebagai satu landasan penting yang dapat menentukan masa depan pembangunan bangsa.

Hasto mengungkapkan bahwa data merupakan landasan yang sangat penting untuk melihat fakta dan fenomena yang sesungguhnya di lapangan. “Bagaimanan data itu sebagai suatu landasan pembangunan yang kokoh yang kemudian menjadi hal yang sangat menentukan masa depan” ujar Hasto dalam webinar Big Data What and For What pada Senin (23/11).

Melalui Big Data, BKKBN mampu menjawab diagnosis permasalahan keluarga dengan tepat, termasuk di dalamnya juga bisa membantu mendiagnosis penyebab kemiskinan suatu keluarga.

Tanpa adanya diagnosis yang benar akibat kurangnya validitas sebuah data, maka program-program yang ditujukan untuk pembangunan keluarga juga akan sia-sia. Untuk itu, dibutuhkan penyusunan rencana yang matang berlandaskan data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga arah pembangunan masa depan sesuai dengan target yang direncanakan.

“BKKBN di tahun 2021 akan menyelenggarakan pendataan keluarga dan juga BKKBN ada indikator kinerja baru namanya IPK, Indeks Pembangunan Keluarga,” ucap Hasto.

IPK merupakan bagian dari cara mendiagnosis permasalahan di dalam keluarga. Melalui IPK sebagai sebuah Big Data, Hasto berharap kinerja keluarga dapat dinilai satu per satu menjadi bagian dari data mikro.

Pendataan tersebut juga diharapkan dapat sesuai dengan arah Presiden RI, Joko Widodo agar pelaksanaan kebijakan pemerintah dapat berjalan lebih optimal melalui pemanfaatan data yang benar.

“Tentu harapannya dari data bisa membuat perencanaan yang baik, membuat keputusan, melakukan evaluasi dan juga alat konfirmasi dan juga memformulasikan kebijakan yang sudah dikerjakan,” tutup Hasto wardoyo.