BPPT : IoT, Cloud dan AI, Wajib Indonesia Kuasai


Pemanfaatan IoT

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menyampaikan bahwa indonesia harus dapat menguasai Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang sangat ketat. Hal tersebut disampaikan Hammam dalam acara Science and Technology in Society (STS) Forum 2019, di Kyoto, Jepang, pada hari Rabu (9/10/19). 

"Kecanggihan IoT, cloud dan AI, harus kita kuasai dan kita gunakan untuk meningkatkan industri nasional. Jadi mesin, komputer, robot, internet, bukan menggantikan peran manusia tapi kita gunakan sebagai alat untuk mengakselerasi produktivitas industri manufaktur di tanah air," ujar Hammam.

Hammam menyampaikan besarnya manfaat yang bisa didapatkan oleh pemerintah dan masyarakat dalam implementasi teknologi tersebut. Pelayanan pemerintah kepada masyarakat diharapkan akan bisa berjalan dengan lebih efektif, mudah dan cepat. Sehingga kepuasan masyarakat atas layanan publik yang ada akan meningkat drastis.

"Tentu dengan pelayanan masyarakat berbasis digital, akan lebih cepat dan mudah. Layanan seperti izin, catatan kependudukan, layanan kesehatan, dan lainnya, prosesnya akan lebih cepat," kata Hammam.

Hammam sebagai ketua sidang sesi IoT juga menyampaikan, pentingnya regulasi keamanan data, kode etik perlindungan data dan juga perlindungan privasi. Acara Science and Technology in Society (STS) Forum 2019 adalah forum global yang diharapkan dapat menyeselesaikan permasalahan yang ditimbulkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya forum ini diharapkan dapat membuka peluang dalam pemanfaatan teknologi dan juga mengurangi hambatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemanfaatan teknologi ini juga telah menjadi inisiatif dari Presiden Jokowi dengan peluncuran program "Making Indonesia 4.0" pada awal April 2018. Ada lima teknologi utama yang menopang penerapan Industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.