Google Cloud Hadir, Pemain Lokal Semakin Sulit Bersaing

  • 24 Jun 2020 16.46 WIB

Google Cloud Platform

Asosiasi Cloud Computing Indonesia menyatakan keberadaan Google Cloud akan membuat persaingan pasar komputasi awan (cloud computing) di Indonesia semakin ramai. Ketua Umum ACCI, Alex Budiyanto mengatakan jika pemerintah terlalu pro-investasi dan pro-asing, maka akan menyulitkan penyedia layanan lokal untuk bisa bersaing.

"Kompetisi akan semakin sengit, tinggal bagaimana sekarang pemerintah berpihak, apakah akan berpihak kepada pemain asing dengan memberikan tax holiday yang dinikmati oleh para pemain asing dimana para pemain lokal sama sekali tidak mendapatkan insentif semacam ini?," kata Alex Budiyanto

Pemerintah diharapkan dapat melindungi para pemain lokal dengan memberikan dorongan untuk bisa bersaing dengan Google Cloud dan penyedia layanan cloud computing asing lainnya. Alex berharap pemerintah memikirkan bagaimana (agar) same level playing field (tercipta kesempatan yang sama) bisa tercipta sehingga persaingan yang ada bisa tetap sehat.

Lebih lanjut Alex menjelaskan untuk menciptakan kesempatan bersaing yang sama yakni dengan tidak membiarkan raksasa teknologi bebas menguasai pasar. Menurut Alex, jika pemain lokal dibiarkan bertarung bebas dengan pemain asing maka akan tidak seimbang.

Alex menilai selama ini pemerintah lebih condong mendukung pemain asing dengan mengatasnamakan investasi. Seharusnya pemerintah dalam pembuatan kebijakan itu dapat berdiskusi terlebih dahulu dengan pemain lokal dan mendahulukan kepentingan nasional.

"Yang kami lihat sejauh ini adalah, atas nama investasi, pemerintah malah memberikan support kepada para pemain asing, tax holiday, dan sebagainya tanpa pernah sama sekali berdiskusi dan mencoba mendengarkan keluh kesah pemain lokal," kata Alex.

Google Cloud mulai beroperasi pada 24 Juni 2020 di Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan hadirnya pusat data Google Cloud di Indonesia dapat mendorong pengembangan teknologi berbasis digital