Google Manfaatkan Big Data untuk Informasi Perjalanan di Travel Insights


BigData

Ilustrasi BigData

Mesin pencari merupakan salah satu produk milik Google yang sangat terkenal. Raksasa teknologi di bawah naungan Alphabet itu, kini mencoba menyinergikan industri perjalanan dengan mesin pencari tersebut melalui platform Travel Insights.

Dilansir dari okezone pada Jumat (11/12), Travel Insights yang ada di Google menyuguhkan daftar pencarian teratas di seluruh dunia. Misalnya informasi perjalanan ke Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris menjadi pencarian destinasi teratas yang dilakukan di Inggris.

Selain itu, di Hawai daftar pencarian akomodasi paling banyak berasal dari California, Washington, Texas, New York, dan dari Hawai sendiri. Google Insight juga menghadirkan informasi teratas mengenai pencarian hotel, terutama hotel kecil dan properti mandiri.

“Pandemi ini telah membuat perubahan yang cepat dan pergeseran dari sisi perilaku konsumen seperti sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” ujar Executice Vice President US Travel Association, Tori Emerson Barnes.

Seiring dengan melemahnya permintaan perjalanan karena pandemi COVID-19, Google memanfaatkan Big Data untuk memberikan pemahaman kepada pebisnis, pemerintah, dan dewan pariwisata agar dapat beradaptasi.

Menurunnya permintaan perjalanan yang signifikan, memaksa para agen perjalanan membutuhkan data yang bisa diakses secara real time.