Huawei Perkuat Kolaborasi dengan BRIN Melalui Penyediaan Alat dan Pelatihan Teknologi AI


Ilustrasi Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan  merupakan salah satu teknologi yang memiliki potensi untuk mempengaruhi berbagai lini kehidupan di era post-pandemic. AI kemudian menjadi teknologi penting yang terus dikembangkan.

Oleh karena itu, agar Indonesia dapat terus menunjukkan kompetensinya di bidang AI, pemerintah telah mempersiapkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial. Realisasi dari strategi nasional ini sendiri membutuhkan banyak dukungan dari berbagai stakeholder, termasuk industri.

Perusahaan teknologi global Huawei sebagai salah satu bagian dari industri pun telah sejak lama berkomitmen terhadap pengembangan ekosistem teknologi lokal melalui kolaborasi antara Huawei dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak tahun 2019.

Tiga tahun setelahnya, Huawei kemudian mempererat kolaborasinya dengan OR-PPT, yang merupakan hasil dari penggabungan BPPT dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional) untuk tetap mendukung perkembangan teknologi di Indonesia.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyambut tujuan positif Huawei untuk meningkatkan kapasitas BRIN dari sisi teknis dan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial.

“Berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial membangun momentum positif untuk perkembangan AI, memungkinkan AI dimanfaatkan oleh lebih banyak organisasi, bisnis, dan konsumen. Kami percaya bahwa AI akan memainkan peran penting dibalik sistem terintegrasi yang ada di sekitar kita,” tutur Handoko dalam keterangan resminya, melansir dari Antaranews.com, Kamis (20/1/2022).

Handoko juga menyampaikan apresiasinya terhadap Huawei untuk dukungan mereka terhadap Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial melalui berbagai kontribusi yang dilakukan, baik dalam bentuk peralatan berbasis AI maupun pelatihan untuk SDM BRIN. Pihaknya berharap untuk dapat mempererat kolaborasi dengan Huawei, terutama untuk riset bersama pendidikan tinggi.

Sementara CEO Huawei Indonesia Jacky Chen menuturkan bahwa pihaknya sebagai salah satu perusahaan teknologi yang merupakan kunci untuk memungkinkan Indonesia memasuki peringkat lima besar ekonomi digital dunia, mengharapkan kolaborasi dengan BRIN dapat mendorong implementasi dari Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial.

Huawei juga menargetkan setidaknya terdapat 100 ribu talenta digital di Indonesia. Target lima tahun yang diumumkan pada tahun 2020 ini telah berhasil dicapai setengah jalan, dengan Huawei mempersiapkan 52 ribu talenta digital dalam waktu 14 bulan. Jumlah ini pun akan berkembang seiring dengan kolaborasi bersama BRIN.

“Huawei percaya bahwa talenta yang ahli juga penting, bahkan bisa lebih penting dibandingkan dengan teknologi paling maju sekalipun. Kolaborasi yang semakin kuat antara Huawei dengan BRIN membuktikan kepercayaan kami atas hal itu,” pungkas Jacky.


Bagikan artikel ini