IBM Bantu Indonesai Dalam Distribusi Alat Medis COVID-19


Distribusi Alat Medis Covid-19

Ilustrasi Distribusi Alat Medis Covid-19

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, IBM menyediakan layanan berupa aplikasi berbasis cloud  untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesai. Bantuan ini bertujuan untuk memudahkan melacak proses distribusi alat medis COVID-19 dan ketersediaan alat kesehatan. Hal ini dikarenakan proses pendistribusain alat medis untuk COVID-19 masih terdapat beberapa kendala.

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijay dalam siaran pers pada Selasa, 28 April 2020 menuturkan  bahwa wabah virus corona ini mengakibatkan ketidakpastian, IBM ingin membantu pemerintah dan BNPB untuk menangani pendistribusian logistik alat-alat kesehatan yang dapat dilakukan dengan tepat sasaran.

"Kami ingin membantu Pemerintah dan BNPB untuk menangani distribusi logistik alat-alat kesehatan yang dapat dilakukan tepat sasaran. Untuk itu kami merasa aplikasi ini sangat penting untuk dibuat dan kami memilih untuk menempatkannya di PaaS IBM karena cepat dan mudah untuk mengatur aplikasi dan data yang ada dari mana pun." ujar Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia melalui keterangan tertulis.

Aplikasi ini memberikan analisis data berbasis web, dikembangkan dan disimpan menggunakan Platform as a Service (PaaS) dari IBM. Melalui aplikasi ini, tim relawan akan mendapatkan pemberitahuan bila ada barang yang dibutuhkan oleh institusi kesehatan sehingga bisa memastikan ketersediaan dan mempersiapkan alat yang dibutuhkan.

“Teknologi PaaS IBM mudah digunakan di berbagai platform dan mampu mendukung beban kerja penting secara aman,” tambah Tan.

Distribusi peralatan medis di tengah krisis kesehatan ini menyebabkan sulitnya memprediksi pasokan kebutuhan lebih awal. Sedangkan, pelacakan barang secara manual bisa jadi kurang akurat dan memerlukan kecermatan serta waktu yang lebih lama.

"Logistik berperan penting dalam penanganan pandemi Covid-19. Dengan luasan dampak wabah yang terjadi saat ini di Indonesia, akan sulit mengendalikan operasi logistik bantuan tanpa dibekali sistem manajemen yang baik," kata Yono Reksoprodjo Kepala Bidang Logistik Gugus Tugas Relawan Percepatan Penanganan COVID-19.

Yono juga menjelaskan, banyak instansi dan juga perorangan yang ingin menyambung tangan memberikan bantuan-bantuan langsung, oleh sebab itu perlu adanya sistem yang mampu mengarahkan kemana bantuan harus disampaikan secara tepat yang juga diharapkan dapat diakses para donatur. Sistem ini juga harus punya kemampuan prediksi kebutuhan para tenaga medis agar terhindar dari penumpukan bantuan disatu tempat sedangkan di tempat lain kekurangan atau bantuan yang datang tidak sesuai dengan kebutuhan.

"Kami cukup senang saat ini dibantu oleh relawan kebencanaan IBM Indonesia yang meminjamkan hasil karyanya sendiri untuk kami gunakan. Semoga ini segera berlalu dan Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik semua pihak yang telah membantu," imbuh Kepala Bidang Logistik Gugus Tugas Relawan Percepatan Penanganan COVID-19 itu.