Intel Rilis Xeon 6 Plus, CPU Data Center Lebih Kencang dan Irit
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Data Center AI
Intel kembali memperkuat posisinya di pasar pusat data (data center) dengan memperkenalkan prosesor server terbaru Xeon 6 Plus dalam ajang teknologi Computex 2026 yang berlangsung di Taiwan. Kehadiran chip anyar ini menjadi langkah penting bagi Intel dalam menjawab kebutuhan komputasi yang terus meningkat, terutama di era transformasi digital dan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence (AI).
Berbeda dengan prosesor yang digunakan pada komputer pribadi atau laptop, Intel Xeon 6 Plus dirancang khusus untuk menangani beban kerja berat di lingkungan data center, edge computing, hingga jaringan telekomunikasi modern. Produk ini sebelumnya dikenal dengan nama kode Clearwater Forest dan menjadi prosesor data center pertama Intel yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi Intel 18A, node manufaktur tercanggih yang dimiliki perusahaan saat ini.
Peluncuran Xeon 6 Plus menandai upaya Intel untuk menghadirkan performa lebih tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Hal ini menjadi faktor penting karena operator pusat data dan perusahaan telekomunikasi kini menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi yang semakin besar.
Dibangun dengan Teknologi Intel 18A
Salah satu daya tarik utama Xeon 6 Plus adalah penggunaan teknologi manufaktur Intel 18A. Teknologi ini memungkinkan Intel menghadirkan lebih banyak inti pemrosesan dalam satu chip dengan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Xeon 6 Plus hadir dengan konfigurasi hingga 288 Efficient-core (E-core) yang dirancang untuk memberikan kinerja tinggi dengan konsumsi energi yang lebih rendah. Prosesor ini mendukung konfigurasi satu maupun dua soket prosesor dan memiliki Thermal Design Power (TDP) hingga 450 watt per chip.
Untuk memenuhi kebutuhan komputasi berskala besar, Intel juga melengkapi Xeon 6 Plus dengan berbagai fitur kelas enterprise, antara lain:
- 12 kanal memori DDR5
- Kecepatan memori hingga 8.000 MT/s
- Dukungan 96 jalur PCIe
- 64 jalur CXL (Compute Express Link)
- Last Level Cache sebesar 576 MB
Spesifikasi tersebut memungkinkan prosesor menangani berbagai beban kerja berat seperti layanan cloud, virtualisasi, database, analitik data, hingga aplikasi AI yang membutuhkan akses data dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi.
Intel Klaim Lebih Unggul dari Pesaing
Dalam pengumumannya, Intel menyebut model tertinggi dalam keluarga ini, yakni Xeon 6990E Plus, mampu menawarkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan prosesor pesaing.
Perusahaan mengklaim bahwa Xeon 6990E Plus menghadirkan rata-rata performa per thread dan performa per watt sekitar 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan prosesor server AMD Epyc 9965.
Klaim tersebut menunjukkan fokus Intel yang tidak hanya mengejar kecepatan pemrosesan, tetapi juga efisiensi energi. Bagi operator pusat data, efisiensi daya menjadi faktor krusial karena biaya listrik merupakan salah satu komponen operasional terbesar dalam menjalankan infrastruktur digital modern.
Jika sebuah prosesor mampu menghasilkan performa lebih tinggi dengan konsumsi energi lebih rendah, maka perusahaan dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan kapasitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Digunakan Berbagai Produsen Server Dunia
Intel juga mengungkapkan bahwa Xeon 6 Plus akan diadopsi oleh berbagai produsen server global. Beberapa perusahaan yang telah menyatakan dukungannya terhadap platform ini antara lain:
- Amax
- ASRock
- Asus
- Dell
- Foxconn
- Gigabyte
- HPE
- Lenovo
- MSI
- Supermicro
- QCT
Dukungan dari berbagai vendor tersebut menunjukkan bahwa Xeon 6 Plus diproyeksikan menjadi salah satu platform utama dalam pengembangan server generasi berikutnya.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengandalkan layanan cloud, pusat data, dan aplikasi berbasis AI, kebutuhan terhadap prosesor server berperforma tinggi diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
AI Dorong Lonjakan Kebutuhan Komputasi
Wakil Presiden Eksekutif sekaligus General Manager Data Center Group Intel, Kevork Kechichian, menjelaskan bahwa permintaan terhadap prosesor server tidak hanya didorong oleh tren AI, tetapi juga oleh berbagai layanan digital yang sudah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.
Menurutnya, teknologi seperti jaringan 5G, aplikasi perusahaan, layanan cloud, hingga sistem basis data tetap berkembang dan terus membutuhkan kapasitas komputasi yang semakin besar.
Ia menilai kehadiran agen AI dan sistem otomatisasi baru membuat jumlah pengguna yang mengakses infrastruktur digital meningkat drastis. Menariknya, pengguna tersebut tidak lagi hanya manusia, tetapi juga berbagai sistem otomatis yang bekerja secara mandiri.
“Semua yang kita gunakan lima tahun lalu, mulai dari jaringan 5G, database, aplikasi perusahaan hingga layanan cloud masih digunakan hingga sekarang. Namun kini muncul agen AI yang membuat jumlah pengguna sistem meningkat secara signifikan, dan tidak semuanya manusia,” ujar Kechichian.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana transformasi digital saat ini tidak menggantikan layanan lama, melainkan menambah lapisan kebutuhan komputasi baru yang jauh lebih kompleks.
Operator Telekomunikasi Butuh Infrastruktur yang Lebih Efisien
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Magnus Ewerbring, Chief Technology Officer Ericsson untuk kawasan Asia Pasifik.
Menurut Magnus, lalu lintas data jaringan global diperkirakan akan meningkat hingga 10 sampai 15 kali lipat dalam satu dekade ke depan. Lonjakan tersebut akan memberikan tekanan besar terhadap infrastruktur telekomunikasi yang ada saat ini.
Karena itu, operator telekomunikasi membutuhkan platform komputasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki performa yang konsisten dan mudah diprediksi dalam jangka panjang.
Intel mengungkapkan bahwa pengujian Xeon 6 Plus dalam implementasi nyata pada sistem Ericsson menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dengan jumlah inti yang sama, prosesor tersebut mampu memberikan peningkatan performa hingga 30 persen dibandingkan platform sebelumnya.
Selain peningkatan kinerja, Intel juga mengklaim adanya peningkatan efisiensi daya hingga 60 persen. Tidak hanya itu, konsumsi daya pada rak server disebut dapat berkurang hingga 38 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Menjawab Tantangan Masa Depan Data Center
Peluncuran Xeon 6 Plus memperlihatkan bagaimana persaingan di industri prosesor server semakin berfokus pada keseimbangan antara performa dan efisiensi energi. Ketika kebutuhan komputasi terus meningkat akibat pertumbuhan cloud, AI, jaringan 5G, hingga layanan digital lainnya, operator pusat data dituntut untuk menghadirkan kapasitas yang lebih besar tanpa menaikkan konsumsi energi secara signifikan.
Melalui teknologi Intel 18A, jumlah inti yang sangat besar, serta berbagai peningkatan efisiensi daya, Xeon 6 Plus diposisikan sebagai solusi untuk menghadapi tantangan tersebut. Jika klaim performa dan efisiensi yang disampaikan Intel terbukti dalam implementasi luas, prosesor ini berpotensi menjadi salah satu fondasi penting bagi infrastruktur digital generasi berikutnya yang lebih cepat, lebih hemat energi, dan siap mendukung ledakan kebutuhan komputasi di masa depan.
