Kemendikbud-Huawei Kembangkan Cloud Computing dan AI di Perguruan Tinggi

  • 26 Jul 2020 23.45 WIB

Kerjasama Kemendikbud-Huawei

Ilustrasi Kerjasama Kemendikbud dengan Huawei

 

 

Huawei, perusahaan teknologi dan informasi global melakukan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam penerapan platform e-learning, pelatihan TIK, kompetisi TIK, program magang siswa, serta pengembangan ekosistem Cloud Computing dan Artificial Intelligence (AI) di perguruan tinggi. Kerja sama itu diteken dalam bentuk nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Huawei dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud di Gedung D Komplek Kemendikbud, pada Jumat (24/7).

Acara penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D, dan Vice President of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Qijian Ken. Acara ini disaksikan secara daring oleh 79 perwakilan perguruan tinggi di Indonesia yang terdiri dari rektor, wakil rektor, serta dosen. Direktur Jenderal Dikti Kemendikbud Prof Ir Nizam, MSc, DIC, PhD mengatakan, Ditjen Dikti Kemendikbud menyambut positif kerja sama dengan Huawei tersebut.

“Dukungan teknologi dan keahlian Huawei akan sangat membantu proses transformasi digital di perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing global pendidikan tinggi Indonesia,” ujar Nizam.

Di era digital saat ini, tenaga profesional yang kompeten di bidang teknologi informasi sangat diperlukan oleh industri. Namun, di sisi lain, di dunia nyata transformasi digital saat ini, ada kebutuhan mendesak untuk mengisi kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Sinergi serta komitmen bersama sangat diperlukan saat ini dari seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan mendesak tenaga kerja terampil TIK. Dalam nota kesepahaman itu juga ditegaskan bahwa Huawei berkomitmen mendukung dunia pendidikan di Indonesia dalam bidang TIK. Bentuk dukungan Huawei baik dalam teknologi maupun program-program transfer pengetahuan diharapkan dapat menghasilkan SDM TIK yang mampu bersaing secara global.

“Selama 20 tahun hadir di Indonesia, Huawei telah berkontribusi melalui teknologi dan solusi TIK guna mendukung pembangunan di semua sektor, termasuk pendidikan. MoU ini sejalan dengan kampanye global Huawei #TECH4ALL yang bertujuan mendukung keberlangsungan proses pendidikan termasuk di saat pandemi serta untuk meningkatkan inklusi teknologi digital," kata Qijian Ken.

Huawei juga akan terus menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah dinamika situasi global melalui pendayagunaan teknologi. Selain itu, Huawei telah mengembangkan solusi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan.

“Kami berharap, solusi yang kami hadirkan serta program-program pelatihan maupun pembinaan yang kami berikan mampu menghasilkan SDM TIK Indonesia yang mampu bersaing secara global,” kata Ken.