Kemenperin Bangun Infrastruktur Digital Untuk Dongkrak Making Indonesia 4.0


Mentri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Mentri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk membangun infrastruktur digital guna implementasi program prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak daya saing industri nasional dalam skala global, terutama di era Industri 4.0 ini.

“Salah satu visi Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 ekonomi terbesar tahun 2030,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Menurut Agus, implementasi program prioritas tersebut akan berdampak secara langsung terhadap revitalisasi sektor manufaktur nasional, dan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi ekspor netto hingga 10 persen dari PDB.

Agus juga menyatakan, adanya peta jalan Making Indonesia 4.0 dapat memberi arahan dan strategi yang jelas untuk pergerakan industri Indonesia di masa depan.

Pemanfaatan teknologi Industri 4.0, menurut Menperin dapat memberi keuntungan bagi perusahaan dengan peningkatan efisiensi dan dan pengurangan biaya hingga 12-15 persen. Oleh karena itu, infrastruktur digital perlu dikembangkan guna mencapai target tersebut.

Teknologi yang menjadi kunci pembangunan Industri 4.0 yang akan dikembangkan, antara lain adalah AI (Artificial Intelligence), IoT (Internet of Things), Cloud, AR (Augmented Reality), VR (Virtual Reality), Advanced Robotic, dan 3D Printing.

“Berdasarkan penelitian dari McKinsey & Company, pembangunan infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif hingga 150 miliar dolas AS terhadap perekonomian global dunia pada tahun 2025,” ujar Menperin.

Potensi tersebut didukung dengan Indonesia yang menjadi salah satu negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Data dari HootSuite menunjukkan masyarakat Indonesia yang menggunakan koneksi internet di perangkat mobile seperti ponsel pintar atau tablet mencapai 338,2 juta pengguna, melebihi jumlah penduduk Indonesia.

Selain itu, pangsa pasar IoT di Indonesia juga diperkirakan akan berkembang pesat mencapai Rp444 triliun di tahun 2022. Nilai tersebut berasal dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan getaway Rp 39,1 triliun.

Kemenperin juga berupaya mengajak sektor Industri Kecil Menengah (IKM) agar melek digital, dengan meluncurkan e-Smart IKM pada tahun 2017. Lamgkah ini dilakukan untuk membuat pelaku IKM nasional bisa memanfaatkan e-commerce sehingga memperluas penetrasi pasar untuk menjual produknya.

“Kemenperin juga mempunyai program Startup4Industry yang berjalan dengan baik. Secara ekonomis, pemanfaatan teknologi dari program bisa dirasakan oleh seluruh industri, baik IKM maupun industri besar,” kata Menperin.

Making Indonesia 4.0 sendiri sejak diluncurkan pada 2018 memiliki lima sektor prioritas, antara lain industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik. Namun akibat pandemi COVID-19, belakangan ini Kemenperin juga memperkuat industri farmasi dan alat kesehatan.