Kemenperin Dorong Percepatan Transformasi Industri Dengan Tech Startup


Ilustrasi Industri 4.0

Ilustrasi Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peran perusahaan rintisan bidang teknologi (tech startup) untuk mendukung percepatan transformasi digital di sektor industri sebagai implementasi peta jalan Making Inondesia 4.0.

"Kami di Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, selaon sebagai pembina para pelaku industri kecil dan menengah, juga sekaligus pembina startup. Kami berharap tech startup ini akan menciptakan solusi inovasi teknologi agar industri kita bisa lebih berdaya saing global," ujar Direktur Jenderal IKMA yang dikutip pada Selasa (20/4).

Pihaknya telah memiliki program pembinaan pelaku startup di dalam negeri melalui gelaran Startup4industry sejak 2018. "Dari ajang tersebut, kami menemukan banyak talenta dan startup yang luar biasa, serta patut untuk diperkenalkan secara global," ungkap Gati.

Salah satu startup Indonesia yang mengikuti program Startup4industry dan telah sukses dikenal dunia, yaitu Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB). Menurut Gati, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menunjukkan prestasi di tingkat internasional, termasuk di negara tempat lahirnya industri 4.0.

Sampai saat ini, MSMB terus berinovasi untuk menciptakan hardware dan software berbasis teknologi digital, salah satunya untuk mendukung pertanian yang terintegrasi.

Gati memberikan contoh dalam pembahasannya, dengan implementasi Internet of Things (IoT) di tiap perangkat, sensor mampu mengirim data ke server secara real time. Semua data dari sensor IoT pada inovasi MSMB diolah menjadi informasi yang akurat dan digunakan untuk menentukan perlakuan yang tepat dan sistem pemeliharaan yang sesuai dengan data yang disajikan secara real time di dalam aplikasi.

"MSMB menawarkan solusi berbasis teknologi untuk mengatasi beragam permasalahan keamanan pangan serta mampu menghadirkan dampak sosial positif yang dapat membantu kehidupan masyarakat," tambah Gati.

Menurut Gati, konsep pertanian masa depan akan mengarah pada penerapan dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tani serta pemasaran produk pertanian melalui e-commerce.