Kemkominfo Bentuk Strategi Guna Memaksimalkan Jaringan 5G dan Teknologi Digital di Indonesia


Jaringan 5G

Ilustrasi Jaringan 5G

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate menyatakan, ada tiga strategi untuk memaksimalkan manfaat internet 5G di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah kini tengah menggalang sinergitas antar mitra lintas sektoral di bidang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan aplikasi dan talenta digital, demi memaksimalkan manfaat 5G. 

"Untuk memaksimalkan manfaat 5G di Indonesia, ada tiga bidang yang antara lain membutuhkan sinergi lebih lanjut antar mitra lintas sektoral yaitu TKDN, pengembangan aplikasi, dan talenta digital,” kata Johnny dalam siaran pers yang dikutip dari Suara.com, Kamis (16/9).

Untuk penerapan TKDN, Menkominfo menilai sangat penting untuk memastikan perangkat 5G yang diproduksi di Indonesia dengan TKDN minimal 30 persen. Sedangkan untuk pengembangan aplikasi, ia menilai developer lokal perlu dibina agar siap bersaing dengan aplikasi lokal.

"Pengembang aplikasi lokal perlu dibina melalui ketersediaan ekosistem pengembangan aplikasi berbasis komunitas yang menjamin daya saing dengan aplikasi global, mengingat era 4G telah menghasilkan banyak aplikasi unicorn di Indonesia," jelasnya.

Lalu untuk talenta digital, Johnny menyatakan operasional 5G juga membutuhkan keterampilan yang lebih maju. “Oleh karena itu lebih banyak kursus terkait 5G tentang RAN terbuka, integrator sistem, komputasi canggih, jaringan, dan lainnya,” tuturnya.

Menkominfo menyatakan, pertumbuhan jaringan 5G sebagai game changer dengan dampak luas terhadap konektivitas akan terus meningkat. Ini juga membawa banyak manfaat ekonomi bagi Indonesia dan kawasan.

"Masa depan 5G, konektivitas global, komputasi awan, dan IoT dipenuhi dengan peluang yang siap dimanfaatkan. Melalui tata kelola yang komprehensif dan sinergi teknologi 5G di sektor publik dan swasta, bersama-sama kita dapat membawa Indonesia lebih dekat menuju masa depan yang lebih terhubung, lebih digital, dan lebih sejahtera," tambah Johnny.

Ia menyebut, teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, big data, virtual reality, dan lainnya telah dimanfaatkan secara luas oleh para pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta di Indonesia.

"Melalui tata kelola yang komprehensif dan sinergi teknologi 5G di sektor publik dan swasta, bersama-sama kita dapat membawa Indonesia lebih dekat menuju masa depan yang lebih terhubung, lebih digital, dan lebih sejahtera," jelasnya.

Sejak Mei 2021, layanan 5G telah beroperasi secara komersial di berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahap awal, layanan 5G tersedia di sembilan wilayah, yaitu Jabodetabek, Solo, Medan, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Bandung, Batam, dan Denpasar.


Bagikan artikel ini