Kepala BPPT Harapkan Kecerdasan Artifisial Digunakan Sektor Industri Unggulan


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Hammam Riza, M.Sc.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza berharap Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial dapat memasuki sektor industri unggulan di Indonesia.

"Kecerdasan artifisial juga diharapkan memasuki sektor industri unggulan, seperti disebutkan dalam roadmap Indonesia 4.0, misalnya industri makanan, petrokimia, industri elektronik, otomotif atau trasnportasi, dan industri tekstil," ujar Hammam dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Senin (3/5).

Hammam menambahkan kecerdasan artifisial dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan komputer yang memiliki kecerdasan meniru fungsi kognitif manusia. 

BPPT telah meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan. Stranas merupakan arah kebijakan nasional dalam pengembangan teknologi kecerdasan artifisial dalam sektor kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, serta smart city. 

Hammam mengharapkan penerapan kecerdasan artifisial tidak terbatas pada lima bidang prioritas tersebut, melainkan juga sektor industri unggulan.

"Stranas KA menjadi indikator bagi sebuah negara yang siap beradaptasi dengan kemajuan industri 4.0 yang ditandai dengan AI, big data, dan cloud computing. Ini semua melambangkan bahwa negara itu betul-betul ingin menghela pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan teknologi 4.0," ungkap Hammam.

Hammam menjelaskan meskipun kecerdasan artifisial saat ini masih dalam tahap narrow intelligence atau kecerdasan terbatas. Sementara manusia memiliki general intelligence yang belum bisa dilakukan jika dibandingkan dengan kemajuan artifisial saat ini.

Kecerdasan artifisial sudah banyak digunakan masyarakat saat ini, namun mereka belum menyadarinya. Beberapa contoh yang bisa ditemui adalah mesin pencarian seperti Google, Bing, Baidu. 

Contoh lainnya misalnya translator, game online, pencarian lokasi online maps, face recognition. Ini merupakan contoh kecerdasan artifisial di kehidupan sehari-hari yang memudahkan akses informasi era transformasi digital.