KLHK Luncurkan SIPSN, Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi dengan Konsep Big Data


BigData

Ilustrasi BigData

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luncurkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021. Sistem pengelolaan ini akan mengelola data tentang pengelolaan sampah rumah tangga serta sampah sejenis rumah tangga di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

SIPSN sendiri resmi diluncurkan pada puncak peringatan HPSN 2021 di Jakarta, Senin, 22 Februari 2021 oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar. SIPSN sendiri merupakan platform pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat diakses publik untuk memenuhi kebutuhan data secara cepat, akurat, dan up-to-date.

SIPSN sebagai platform yang diharapkan dapat berjalan dengan konsep big data diharapkan dapat membantu masyarakat untuk dapat mengetahui kondisi pengelolaan sampah di Indonesia. Hal ini terutama terkait dengan pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis.

Selain itu, peluncuran SIPSN juga dilakukan untuk mendukung kinerja pengelolaan sampah yang terus membaik di mana penanganan sampah rumah tangga atau sejenis pada 2020 semakin baik pada 231 kabupaten/kota se-Indonesia.

Selain meluncurkan SIPSN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menerbitkan buku Kajian Daur Ulang Plastik dan Kertas dalam Negeri, yang merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bersama 3 Menteri dan Kapolri mengenai Impor Limbah Bahan Berbahaya dan racun (B3).

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK mengaku telah melakukan pemetaan terhadap sumber bahan baku industri daur ulang plastik dan kertas. Bahan baku tersebut mulai dari tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recyle (TPS3R), sektor informal, hingga usaha daur ulang untuk plastik dan kertas.

“Diharapkan dapat mempercepat ketersediaan bahan baku industri dalam negeri sebagai pengganti bahan baku impor,” kata Rosa.