Microsoft Tambah Region Cloud di India, Siap Genjot AI
- Rita Puspita Sari
- •
- 31 menit yang lalu
Gedung Kantor Microsoft
Microsoft resmi membuka wilayah cloud keempatnya di India. Berlokasi di Hyderabad, region baru ini menambah kapasitas komputasi sekaligus memperkuat infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) di negara tersebut.
Langkah Microsoft ini hadir ketika perusahaan-perusahaan di India semakin banyak memindahkan beban kerja, aplikasi bisnis, hingga teknologi AI ke infrastruktur cloud. Kehadiran region baru diharapkan memberi pelanggan lebih banyak pilihan untuk menjalankan aplikasi, menyimpan data, sekaligus menjaga ketersediaan layanan.
Region yang diberi nama India South Central tersebut kini tersedia secara umum di Hyderabad, Telangana. Region ini melengkapi tiga wilayah cloud Microsoft yang sebelumnya beroperasi di Pune, Chennai, dan Mumbai. Microsoft juga mengoperasikan dua pusat data di India melalui kemitraannya dengan Reliance Jio.
Berbeda dari sekadar menambah lokasi pusat data, region Hyderabad dirancang dengan tiga Availability Zone (AZ). Ketiga zona tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan bisnis yang membutuhkan ketersediaan tinggi, termasuk sistem yang bersifat kritis dan harus tetap beroperasi ketika salah satu fasilitas mengalami gangguan.
Microsoft mengatakan desain tiga zona tersebut telah disesuaikan dengan persyaratan regulasi serta kondisi zona seismik di India.
Apa Itu Availability Zone?
Bagi pengguna cloud, istilah Availability Zone mungkin terdengar teknis. Sederhananya, Availability Zone merupakan lokasi pusat data yang secara fisik terpisah, tetapi masih berada dalam satu cloud region. Masing-masing zona memiliki infrastruktur listrik, pendingin, dan jaringan yang berdiri sendiri. Dengan konfigurasi seperti ini, perusahaan tidak harus menempatkan seluruh beban kerja pada satu fasilitas.
Beban kerja dapat didistribusikan ke beberapa zona. Jika terjadi gangguan pada satu lokasi, sistem dapat dialihkan ke lokasi lain sehingga layanan tetap tersedia. Konsep tersebut menjadi penting bagi perusahaan yang menjalankan aplikasi kritis, terutama sektor perbankan, layanan keuangan, serta perusahaan yang membutuhkan disaster recovery dan business continuity.
Dengan kata lain, Microsoft tidak hanya menawarkan tambahan kapasitas komputasi melalui Hyderabad, tetapi juga memberikan pilihan baru bagi perusahaan untuk membangun sistem yang lebih tahan terhadap gangguan.
Bank dan Perusahaan Keuangan Jadi Pengguna Awal
Kehadiran region Hyderabad juga mendapat perhatian dari perusahaan yang menangani data dan sistem dengan kebutuhan regulasi ketat. Sejumlah perusahaan seperti Adani Group, HDFC Bank, Bajaj Finance, dan PB Pay menjadi pelanggan awal atau telah menyatakan rencana menggunakan region baru tersebut. Kebutuhan mereka cukup beragam, mulai dari data residency, disaster recovery, tambahan kapasitas komputasi, hingga dukungan terhadap beban kerja cloud dan AI.
HDFC Bank, misalnya, berencana memanfaatkan region Hyderabad bersama region Central India milik Microsoft. Strategi tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan disaster recovery sekaligus menjaga kelangsungan operasional bisnis.
Tambahan kapasitas komputasi dari Hyderabad juga diharapkan membantu bank menjalankan berbagai inisiatif AI dan beban kerja yang membutuhkan performa tinggi.
"Memiliki region DR khusus sangat melengkapi infrastruktur kami di Central India, sekaligus memperkuat kelangsungan bisnis dan ketahanan lintas-cloud," kata Atish Bhanushali, Head of Cloud Infrastructure HDFC Bank.
Menurut Bhanushali, kapasitas dan sumber daya komputasi di region Hyderabad dapat mendukung pengembangan AI serta berbagai aplikasi yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi.
Bukan Berarti Semua Data Wajib Disimpan di India
Kehadiran infrastruktur cloud lokal juga berkaitan dengan aturan industri keuangan India. Reserve Bank of India (RBI) mewajibkan penyedia sistem pembayaran menyimpan data sistem pembayaran di India. Selain itu, lembaga keuangan yang berada di bawah regulasi juga harus memperhatikan aturan tata kelola teknologi informasi, termasuk disaster recovery, business continuity, layanan cloud, dan target pemulihan untuk sistem kritis.
Meski demikian, aturan tersebut tidak berarti seluruh data perusahaan harus berada di India. Lokalisasi data pembayaran dan ketentuan mengenai ketahanan sistem memang memengaruhi lokasi penyimpanan sejumlah beban kerja sektor keuangan. Namun, penerapannya tetap bergantung pada jenis data dan sistem yang diatur.
Bagi perusahaan keuangan, keberadaan region lokal menjadi penting karena mereka dapat merancang strategi penyimpanan, pencadangan, dan pemulihan data dengan mempertimbangkan kebutuhan regulasi.
Bajaj Finance mengatakan region Hyderabad akan membantu memenuhi kebutuhan perusahaan terkait lokasi data, ketahanan infrastruktur, dan skalabilitas. Sementara itu, PB Pay menilai keberadaan infrastruktur yang berada di India serta kesesuaiannya dengan lingkungan regulasi lokal menjadi salah satu faktor dalam penggunaan region tersebut.
Microsoft Siapkan Infrastruktur untuk Era AI
Microsoft melihat kedekatan antara infrastruktur, data, dan aktivitas bisnis sebagai bagian penting dari strategi cloud di India.
Puneet Chandok, President Microsoft India and South Asia, mengatakan perusahaan membutuhkan infrastruktur tepercaya yang berada dekat dengan tempat data disimpan, tim bekerja, dan keputusan bisnis dibuat.
Kebutuhan tersebut semakin terasa ketika perusahaan mulai bergerak dari sekadar melakukan eksperimen AI menuju penerapan AI secara lebih luas di lingkungan produksi. Region Hyderabad menjadi bagian dari komitmen investasi Microsoft senilai 20,5 miliar dolar AS untuk cloud dan AI di India.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Microsoft berupaya menjawab kebutuhan perusahaan yang membutuhkan sumber daya komputasi lebih besar untuk menjalankan aplikasi AI, analitik, modernisasi aplikasi, serta berbagai layanan digital lainnya.
Bersaing dengan AWS dan Google Cloud
Microsoft bukan satu-satunya perusahaan yang memperluas infrastruktur cloud di India. Persaingan di pasar tersebut juga melibatkan dua pemain hyperscale besar lainnya, yakni Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud.
AWS telah memiliki region cloud di Mumbai dan Hyderabad. Region Hyderabad milik AWS juga dibangun dengan tiga Availability Zone. AWS sebelumnya mengatakan infrastrukturnya memungkinkan pelanggan menjalankan beban kerja dan menyimpan data di India sekaligus melayani pengguna lokal dengan latensi yang lebih rendah.
Google Cloud juga memiliki sejumlah region di India. Perusahaan menyediakan kontrol lokasi data melalui layanan Assured Workloads.
Melalui fitur India Data Boundary, sejumlah layanan yang didukung, termasuk komputasi, penyimpanan, analitik, dan beban kerja Vertex AI, dapat dibatasi agar hanya berjalan di region India.
Artinya, perusahaan di India kini memiliki beberapa pilihan untuk menjalankan infrastruktur secara lokal. Mereka dapat mempertimbangkan lokasi data, kebutuhan disaster recovery, latensi, regulasi, hingga kebutuhan komputasi AI ketika menentukan penyedia cloud.
Investasi Microsoft di India Capai 20,5 Miliar Dolar AS
Pembukaan region Hyderabad juga menjadi bagian dari strategi investasi Microsoft yang lebih besar di India. Microsoft telah mengalokasikan total 20,5 miliar dolar AS melalui dua program investasi yang diumumkan sebelumnya.
Pada Januari 2025, Microsoft mengumumkan investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk infrastruktur cloud dan AI serta pengembangan keterampilan digital. Kemudian pada Desember 2025, perusahaan mengumumkan komitmen tambahan senilai 17,5 miliar dolar AS.
Microsoft mengatakan pendapatan Azure di India mencatat pertumbuhan dua digit selama dua tahun terakhir. Adopsi layanan AI juga semakin meluas di kalangan perusahaan besar. Menurut analisis Microsoft, lebih dari 90 persen perusahaan dalam indeks NIFTY 100 menggunakan Microsoft 365 Copilot.
Perusahaan layanan TI India seperti Infosys, Tata Consultancy Services (TCS), Wipro, dan LTIMindtree secara keseluruhan juga telah mendaftarkan lebih dari 400.000 lisensi Copilot.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan cloud dan AI di India tidak lagi terbatas pada tahap uji coba. Perusahaan mulai menggunakannya untuk kebutuhan operasional sehari-hari.
Belanja Cloud India Diproyeksikan Terus Tumbuh
Pertumbuhan tersebut turut tercermin dari data IDC. Perusahaan riset tersebut memperkirakan pasar layanan public cloud India bernilai 10,9 miliar dolar AS pada 2024. Nilainya diperkirakan meningkat menjadi 30,4 miliar dolar AS pada 2029, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR sebesar 22,6 persen.
IDC menyebut perangkat lunak AI, layanan komputasi dan penyimpanan terkelola, modernisasi aplikasi, serta layanan platform sebagai sejumlah faktor yang mendorong belanja cloud.
Dalam proyeksi IDC yang lebih baru dan dikutip Microsoft, belanja layanan public cloud India bahkan diperkirakan mencapai 45,7 miliar dolar AS pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 22,2 persen. Microsoft juga sebelumnya menyebut Infosys, Cognizant, dan Tata Consultancy Services sebagai perusahaan di India yang menggunakan layanan cloud dan AI miliknya.
Infrastruktur AI India Makin Padat
Perkembangan Microsoft juga tidak berdiri sendiri. India tengah menjadi salah satu pasar penting untuk pembangunan infrastruktur AI dan pusat data.
Dalam India AI Impact Summit pada Februari 2026, sejumlah perusahaan seperti Reliance Industries, Adani Group, Yotta, dan Tata Consultancy Services mengumumkan program investasi yang mencakup kapasitas komputasi AI dan pusat data.
Secara global, Microsoft kini memiliki lebih dari 80 region di 34 negara dan mengoperasikan lebih dari 500 pusat data. Infrastruktur tersebut terhubung melalui jaringan darat serta kabel bawah laut.
Pemerintah India juga ikut mendorong tata kelola penggunaan cloud.
Pedoman yang diterbitkan Ministry of Electronics and Information Technology (MeitY) pada Maret 2026 mengarahkan organisasi pemerintah pusat untuk mengklasifikasikan aplikasi dan data berdasarkan sensitivitas dan tingkat kepentingannya sebelum memilih lingkungan cloud publik, privat, atau yang didukung pemerintah.
Aturan tersebut juga memperhatikan kebutuhan disaster recovery untuk jenis beban kerja tertentu. Dengan demikian, pemilihan infrastruktur cloud harus mempertimbangkan karakteristik data dan kebutuhan operasional aplikasi.
Pusat Data dan Persoalan Lingkungan
Di tengah ekspansi pusat data, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian.
Kelompok lingkungan hidup menyoroti penggunaan air dan potensi risiko terhadap satwa liar terkait rencana pembangunan pusat data Google senilai 15 miliar dolar AS di India. Pemerintah India membantah tudingan bahwa proyek tersebut disetujui tanpa proses peninjauan lingkungan yang memadai. Microsoft sendiri mengatakan fasilitas Hyderabad menggunakan sistem pendingin mekanis dengan air-cooled chiller yang dirancang tidak menggunakan air untuk proses pendinginan.
Namun, klaim tersebut hanya berkaitan dengan kebutuhan air untuk sistem pendingin. Artinya, bukan berarti seluruh fasilitas pusat data sama sekali tidak menggunakan air.
AI Jadi Pendorong Utama Ekspansi Cloud
Pada akhirnya, pembukaan region Hyderabad menunjukkan bagaimana kebutuhan cloud mulai berubah seiring meningkatnya penggunaan AI.
William Lee, Senior Research Director IDC yang dikutip Microsoft, mengatakan kedekatan infrastruktur, kedaulatan data, dan ketahanan sistem kini menjadi persyaratan dasar bagi perusahaan yang mengembangkan AI. Ketika perusahaan bergerak dari tahap uji coba menuju penerapan AI dalam skala produksi, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting.
Belanja public cloud India diproyeksikan mencapai 45,7 miliar dolar AS pada 2030. Lee juga memperkirakan belanja AI di India akan tumbuh sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan belanja public cloud.
Dengan kondisi tersebut, persaingan Microsoft, AWS, dan Google Cloud di India tidak lagi sekadar soal siapa yang memiliki pusat data paling banyak. Kedekatan dengan pengguna, kepatuhan terhadap regulasi data, kemampuan disaster recovery, latensi, kapasitas komputasi, dan kesiapan menghadapi lonjakan kebutuhan AI akan menjadi faktor yang semakin menentukan.
Bagi Microsoft, region Hyderabad menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi di pasar cloud India sekaligus menyediakan fondasi bagi perusahaan yang mulai membawa AI dari tahap eksperimen menuju penggunaan nyata dalam skala besar.
