Kurangi Dampak Karhutla di Masa Depan, BPPT Terapkan Kecerdasan Buatan


Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pengembangan mengenai sistem berbasis kecerdasan artifisial yang akan diterapkan dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di masa depan.

“AI karhutla dikembangkan dalam kerangka menghasilkan suatu perspektif baru dalam memahami profil paramater hidrometeorologi yang kemudian diolah mengikuti kaidah proses AI untuk menghasilkan indikator tingkat ancaman kejadian karhutla ke depan,” ujar Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT, Jon Arifian dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11).

Analisis hasil prediksi dari sistem tersebut dapat menjadi referensi pemangku kepentingan dipusat maupun daerah dalam menentukan kebijakan upaya mitigasi terhadap potensi bencana karhutla dengan cara pembahasan lahan hambut melalui TMC.

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Yudi Anantasena menjelaskan sistem AI TMC Karhutla saat ini dibuat untuk membantu merencanakan berjalannya operasi TMC harus dilakukan untuk pembahasan lahan gambut.

Sistem AI TMC Karhutla akan ditargetkan di enam provinsi rawan karhutla yang sudah memiliki sensor observasi TMA, yaitu Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Sistem AI TMC Karhutla itu menggabungkan data observasi tinggi muka air tanah dari lapangan (SIPALAGA, SMOKIES) kemudian melalui proses data engineering (quality check, data preparation, data aggregation) dan proses data science (test model dengan berbagai algoritma). Hasil prakiraan model berikutnya ditampilkan dalam aplikasi atau website.

Perekayasa muda sekaligus koordinator AI Karhutla BBTMC, Halda Aditya Belgaman mengungkapkan sistem itu khusus dibuat untuk memprediksikan tinggi muka air lahan gambut dalam tiga bulan ke depan. Data prakiraan dalam jangka waktu panjang tersebut diperlukan dalam merencanakan dan melaksanakan operasi TMC di daerah bencana karhutla.

“Porsi AI disini adalah proses forecasting menggunakan algoritma yang ada. Dilakukan di proses data science. Algortima machine learning juga digunakan pada tahap clustering hotspot,” ujar Aditya.