LIPI Bersama BSSN Bekerja Sama Membentuk Tim Keamanan Siber


Ilustrasi Cyber Security

Ilustrasi Cyber Security

LIPI-Computer Security Incident Response Team (LIPI-CSIRT) yang dibentuk bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan memberikan layanan respons insiden keamanan siber.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membentuk tim keamanan siber untuk mencegah dan menanggulangi serangan digital.

"Kerja sama antara LIPI dengan BSSN ini dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah serta membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber di LIPI," ujar Pelaksana Harian Kepala LIPI Agus Haryono pada Peluncuran LIPI-CSIRT di Jakarta yang dikutip, Senin (28/6).

Menurut Agus, LIPI-CSIRT juga dapat memberikan layanan reaktif dan proaktif seperti pemberian peringatan dini, respons dan pemulihan, serta penjagaan kerentanan sistem.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa tim juga harus mampu memberikan layanan reaktif bila terjadi insiden baik sebagai artefak maupun forensik, serta layanan security assessment.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI Hendro SUbagyo mengungkapkan LIPI_CSIRT dibentuk untuk melakukan pencegahan dengan cara terlibat aktif dalam deteksi ancaman, perencanaan mitigasi, dan peninjauan arsitektur keamanan informasi BSSN.

"CSIRT memiliki otoritas untuk menangani berbagai insiden keamanan siber yang terjadi atau mengancam sistem informasi BSSN berupa web defacement, DDOS, malware, dan phising. Dukungan yang diberikan dari BSSN juga bervariasi tergantung dari jenis, dampak insiden, dan layanan yang digunakan," tuturnya.

Agus menyebutkan bahwa data dan informasi merupakan sumber daya yang penting bagi suatu instansi pada era digital. Serangan siber bisa mengganggu keamanan dan aksesibilitas data dan informasi tersebut.

Keamanan siberm menurut dia, merupakan upaya dalam menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi dari serangan digital.

Dilansir dari Antara, Hendro menjelaskan bahwa LIPI pernah mendapat serangan defacement pada 2020 dan serangan ransomware pada server printer sentral pada 2021. Keberadaan LIPI-CSIRT sangat penting untuk mengawasi serangan-serangan yang mengancam sistem informasi.