Menristek Dorong Penguasaan Inovasi dan Teknologi Paling Maju


Kementerian Riset dan Teknologi

Kementerian Riset dan Teknologi, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendorong penguatan ekosistem inovasi Indonesia untuk penguasaan inovasi dan teknologi paling maju.

“Apapun inovasi yang mau kita perkuat inovasi teknologi khususnya mau tidak mau tidak boleh jauh dari teknologi yang frontier, teknologi yang paling maju saat ini, teknologi digital,” ujar Menristek Bambang dalam Rakernas BPPT 2021, yang dikutip Selasa (9/3).

Menristek Bambang menilai dalam ekosistem inovasi saat ini, yang berlaku adalah teknologi terkini yaitu teknologi revolusi industri ke-4 yang utamanya ditandai dengan teknologi digital atau otomatisasi. Teknologi dari revolusi industri ke-4 itu antara lain Big Data, Artificial Intelligence, dan Internet of Things.

“Ekosistem inovasi harus mencakup seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, pada tiga pihak utama yakni peneliti, perekayasa, dan dosen dari sisi penelitian, pihak dunia usaha dan swasta, dan pihak pemerintah,” tambah Bambang.

Sinergi antar pihak tersebut harus diperkuat dengan menjalankan triple helix untuk penguatan ekosistem inovasi di Tanah Air. Dalam penguatan ekosistem inovasi, diperlukan dunia penelitian dengan dunia usaha saling berkomunikasi dan yang memastikan hubungan peneliti dan dunia usaha berjalan lancar adalah pemerintah yang bertugas memfasilitasi dan mendukung regulasi.

Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan sinergi dan kolaborasi menjadi tantangan banyak produk inovasi dan teknologi yang berhetni pada saat ingin bergerak dari upaya perekayasaan dan penelitian.

Menurut Hammam, kegiatan penelitian dan pengembangan sering jatuh di “lembah kematian inovasi” di mana tidak mampu melaksanakan alih teknologi, inter mediasi teknologi hingga komersialisasi teknologi.

Dalam upaya melaksanakan komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan, maka dari awal sisi pengguna harus memberikan tarikan kebutuhan terhadap inovasi tersebut sehingga peneliti melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk inovasi dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri.