Microsoft Bangun Ekosistem AI Global Bersama Databricks
- Rita Puspita Sari
- •
- 2 hari yang lalu
Ilustrasi Gedung Microsoft
Microsoft semakin agresif memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (AI) melalui perluasan kerja sama strategis dengan Databricks dan perusahaan AI asal Prancis, Mistral. Langkah ini tidak hanya memperluas pemanfaatan layanan Microsoft Azure, tetapi juga mencakup penggunaan prosesor buatan Microsoft, pembangunan kapasitas komputasi AI di Eropa, hingga distribusi model AI ke berbagai layanan perusahaan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan strategi Microsoft untuk membangun ekosistem AI yang lebih terintegrasi, mulai dari infrastruktur pusat data, perangkat keras, platform analitik, hingga layanan AI generatif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan di berbagai sektor industri.
Databricks Perpanjang Kerja Sama Jangka Panjang dengan Microsoft
Databricks mengumumkan bahwa kemitraannya dengan Microsoft akan berlanjut hingga dekade 2030-an. Dalam kerja sama yang diperbarui ini, Databricks akan semakin mengandalkan Microsoft Azure sebagai fondasi utama untuk menjalankan operasional bisnis internal, analitik data, dan pengembangan platform AI.
Perusahaan juga akan memindahkan lebih banyak beban kerja (workload) ke infrastruktur berbasis prosesor yang dirancang langsung oleh Microsoft. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemrosesan data sekaligus mengoptimalkan performa berbagai layanan AI yang dijalankan Databricks.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Databricks akan menggunakan Azure Databricks untuk menjalankan operasional bisnis inti, analisis data, serta membangun unified lakehouse, yaitu arsitektur data yang menggabungkan keunggulan data warehouse dan data lake dalam satu platform terpadu.
Pendiri sekaligus CEO Databricks, Ali Ghodsi, mengatakan bahwa integrasi teknologi Databricks ke dalam ekosistem Microsoft akan membantu perusahaan memanfaatkan data secara lebih efektif untuk mendukung implementasi AI.
Menurutnya, integrasi Databricks Genie dan Unity AI Gateway ke berbagai produk Microsoft memungkinkan organisasi menyatukan sumber data sekaligus memastikan model AI bekerja berdasarkan konteks dan pengetahuan bisnis yang dimiliki perusahaan.
Azure Cobalt Jadi Andalan untuk Workload AI
Selain memperluas penggunaan Azure, Databricks juga meningkatkan pemanfaatan Azure Cobalt, keluarga prosesor server berbasis arsitektur Arm yang dikembangkan Microsoft. Saat ini perusahaan telah menggunakan prosesor Cobalt 100, dan dalam waktu mendatang akan mulai mengadopsi Cobalt 200 untuk mendukung berbagai beban kerja yang membutuhkan komputasi tinggi.
Microsoft mengklaim bahwa Cobalt 200 mampu memberikan peningkatan performa hingga 50 persen dibandingkan generasi sebelumnya, tergantung jenis workload yang dijalankan. Tak hanya lebih cepat, prosesor tersebut juga dibekali fitur enkripsi memori yang aktif secara otomatis sehingga meningkatkan perlindungan terhadap data yang diproses.
Microsoft merancang Cobalt 200 untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi modern, mulai dari pipeline pemrosesan data, basis data cloud, hingga aplikasi agentic AI, yakni sistem AI yang mampu menjalankan tugas dan mengambil keputusan secara lebih mandiri dibandingkan chatbot konvensional.
Untuk meningkatkan efisiensi, Cobalt 200 juga memanfaatkan teknologi Azure Boost, yang mengalihkan proses jaringan dan akses penyimpanan jarak jauh dari prosesor utama sehingga sumber daya komputasi dapat difokuskan pada pemrosesan aplikasi AI.
Integrasi Databricks Makin Dalam di Ekosistem Microsoft
Kerja sama ini juga memperluas integrasi teknologi Databricks ke berbagai layanan Microsoft.
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Databricks Genie, sebuah layanan analitik berbasis percakapan yang memungkinkan pengguna mengakses data bisnis hanya dengan menggunakan bahasa alami. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak lagi harus membuat kueri SQL atau memahami bahasa pemrograman untuk memperoleh informasi dari data perusahaan.
Microsoft dan Databricks juga memperluas penggunaan Unity AI Gateway, yang berfungsi sebagai pusat tata kelola dan pengendalian operasional seluruh ekosistem AI.
Platform tersebut menyediakan berbagai fitur penting, seperti pengaturan hak akses pengguna, pembatasan penggunaan layanan AI, pengelolaan anggaran, pelacakan penggunaan, pencatatan audit, pemilihan model AI secara otomatis, hingga pemantauan prompt dan aktivitas berbagai alat AI. Seluruh kemampuan tersebut akan diintegrasikan ke sejumlah layanan Microsoft, di antaranya Microsoft Entra, OneLake, Power BI, Microsoft Purview, Microsoft Foundry, Microsoft Teams, serta Microsoft Copilot.
Dengan integrasi yang semakin luas, Microsoft berharap pelanggan dapat membangun aplikasi AI yang lebih aman, mudah dikelola, dan mampu memanfaatkan data perusahaan secara optimal.
Digunakan Lebih dari 20.000 Organisasi
Databricks saat ini menjadi salah satu penyedia platform data dan AI terbesar di dunia. Perusahaan menyediakan solusi untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis data, hingga membangun aplikasi AI berbasis data perusahaan.
Menurut Databricks, platformnya kini digunakan oleh lebih dari 20.000 organisasi di seluruh dunia, termasuk sekitar 70 persen perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500.
Di sisi lain, Databricks juga mengumumkan keberhasilan memperoleh pendanaan baru yang menempatkan valuasi perusahaan mencapai US$188 miliar. Putaran pendanaan tersebut diperkirakan akan selesai pada musim panas tahun ini.
Microsoft Bangun Infrastruktur AI Bersama Mistral
Selain memperkuat hubungan dengan Databricks, Microsoft juga mengumumkan perluasan kerja sama dengan perusahaan AI asal Prancis, Mistral, melalui pembangunan infrastruktur AI di Eropa.
Dalam kesepakatan tersebut, Microsoft akan menggelontorkan investasi senilai miliaran dolar untuk mendukung pengembangan kapasitas komputasi AI milik Mistral. Namun, kedua perusahaan belum mengungkapkan nilai investasi maupun jadwal realisasinya.
Melalui kerja sama ini, pelanggan Azure nantinya dapat mengembangkan aplikasi AI menggunakan pusat data Mistral yang berlokasi di Prancis. Seluruh fasilitas tersebut akan dioperasikan langsung oleh Mistral dan diintegrasikan ke layanan Azure sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan ekosistem Microsoft tanpa harus memindahkan data ke luar wilayah Eropa.
Pendekatan ini menjadi pilihan menarik bagi organisasi yang harus mematuhi regulasi mengenai lokasi penyimpanan data, terutama perusahaan di sektor keuangan, pemerintahan, kesehatan, hingga industri strategis lainnya.
Azure Local Berikan Fleksibilitas Implementasi AI
Microsoft juga memperluas dukungan implementasi AI melalui Azure Local, yang memungkinkan organisasi menjalankan layanan Azure baik dalam kondisi terhubung ke cloud maupun sepenuhnya terisolasi dari pusat data Microsoft.
Solusi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang memiliki persyaratan khusus terkait lokasi data, kendali operasional, latensi rendah, ketahanan sistem, serta keberlangsungan bisnis.
Presiden Microsoft Brad Smith mengatakan bahwa menghadirkan model AI Mistral di Azure Local dan pada infrastruktur komputasi milik Mistral memungkinkan perusahaan menggabungkan teknologi Amerika Serikat dan Eropa sekaligus menyediakan akses AI yang lebih andal dan berkelanjutan.
Kemitraan tersebut mencakup implementasi melalui Azure, Azure Local, maupun pusat data Mistral di Eropa, dengan ketersediaan model AI yang dapat berbeda tergantung layanan dan lingkungan implementasinya.
Mistral Targetkan Kapasitas AI 1 Gigawatt
Mistral memiliki target ambisius untuk membangun kapasitas komputasi AI sebesar 1 gigawatt pada tahun 2030. Meski belum dijelaskan berapa besar kontribusi investasi Microsoft terhadap target tersebut, perusahaan menyatakan bahwa ekspansi pusat data akan menggunakan ribuan GPU terbaru Nvidia Vera Rubin untuk pelatihan model AI, proses inferensi, hingga implementasi AI berskala besar.
Menariknya, strategi kedua mitra Microsoft tersebut berbeda. Jika Mistral memilih memperluas kapasitas menggunakan GPU Nvidia, Databricks justru meningkatkan penggunaan prosesor buatan Microsoft, yaitu Azure Cobalt.
Hal ini menunjukkan bahwa Microsoft membangun ekosistem AI yang fleksibel dan tidak bergantung pada satu jenis arsitektur perangkat keras.
Model AI Mistral Hadir di Microsoft Foundry dan Copilot Studio
Kerja sama ini juga memperluas distribusi model AI Mistral ke dalam berbagai layanan Microsoft. Model Mistral Medium 3.5 dan OCR 4 kini tersedia melalui Microsoft Foundry, platform yang menyediakan berbagai alat bagi pengembang untuk membangun, menguji, dan mengelola aplikasi AI.
Sementara itu, Mistral Medium 3.5 juga telah tersedia di Copilot Studio, layanan yang memungkinkan perusahaan membuat asisten AI yang dapat terhubung dengan sistem bisnis serta berbagai sumber data internal. Pelanggan Azure Local juga akan memperoleh opsi menjalankan model AI Mistral yang dirilis menggunakan lisensi open maupun open-weight, dengan hak modifikasi yang mengikuti ketentuan lisensi masing-masing model.
Brad Smith menegaskan bahwa kerja sama terbaru ini tidak mencakup investasi saham baru Microsoft di Mistral. Microsoft dan Nvidia diketahui telah menjadi investor di perusahaan AI asal Prancis tersebut sebelum kesepakatan pembangunan infrastruktur terbaru diumumkan.
Sementara itu, CEO Mistral Arthur Mensch mengatakan kedua perusahaan tengah menyusun strategi pemasaran bersama untuk mempercepat adopsi AI di pasar global. Menurutnya, kemitraan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur AI di Eropa sekaligus memperkecil kesenjangan kapasitas komputasi dengan kawasan lain.
Saat ini Mistral membidik berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, layanan keuangan, pertahanan, dan sektor publik. Perusahaan tersebut juga telah memperoleh kontrak untuk mendukung kebutuhan teknologi AI bagi angkatan bersenjata Prancis.
Melalui dua kemitraan strategis ini, Microsoft semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia ekosistem AI terbesar di dunia. Dengan menggabungkan infrastruktur cloud, prosesor khusus AI, platform analitik data, serta model AI generatif dari berbagai mitra, perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang lebih lengkap bagi organisasi yang ingin mempercepat transformasi digital berbasis kecerdasan buatan.
