Oracle Prediksi Perkembangan Cloud 5 Tahun Kedepan


Ilustrasi Cloud Computing

Ilustrasi Cloud Computing

Oracle salah satu perusahaan pengembang sistem management basis data untuk mengembangkan basis data, Enterprise Resource Planning (ERP), software manajemen hubungan pelanggan serta manajemen rantai pasok (supply chain). Perusahaan Oracle ini memprediksi sistem cloud serta revolusi cloud pada tahun 2025.

Oracle mengamati bahwa ditahun 2025, akan lebih banyak perusahaan yang menerapkan sistem cloud guna mengotomatisasi model bisnis yang dapat menciptakan lingkungan TI masa depan.

Di wilayah Asia Tenggara sendiri, ekonomi digital akan berkembang sangat pesat terutama di Indonesia yang di perkirakan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara secara signifikan.

Transformasi digital dan revolusi industri 4.0 diprediksi dapat memberikan peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 39% dalam 5 tahun kedepan di Indonesia dan dapat menghemat materil mencapai 58% hungga efisiensi 68%, pernyataan tersebut dipaparkan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC).

Teknologi cloud yang di dukung data dengan AI (Artificial Intellegence) automation, blockchain, dan IoT (Internet of Things) merupakan teknologi yang memiliki peran tersendiri yang mendominasi. Seperti pada AI yang memiliki peran dalam kecerdasan buatan yang menggunakan mesin dan komputer, teknologi blockchain pada penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi serta teknologi IoT merupakan konsep komputasi yang terhubung ke internet. Teknologi-teknologi tersebut mendorong terciptanya lingkungan yang canggih seperti smart city, namun disisi lain tidak mengurangi kemungkinan bahwa masalah keamanan data akan kerap muncul.

Berikut prediksi tentang cloud dapat memberi optimasi perusahaan yang dapat memungkinkan perusahaan untuk berkembang dan berinovasi yang dipaparkan oleh Oracle, antara lain yaitu :

1.Hampir semua operasi TI manual dan tugas manajemen data akan diotomatisasi, membuka pintu menuju era baru inovasi TI. Akan terjadi inovasi TI yang dapat memberikan optimasi pada semua sistem baik pada TI maupun manajemen data.

2.Sebagian besar aplikasi perusahaan akan dijalankan oleh AI dan akan mendominasi jalannya aplikasi perusahaan.

3.Proses bisnis otomatis yang memungkinkan interaksi yang lebih personal dalam HR, Penjualan, dan domain bisnis lainnya. Terciptanya bisnis otomatis yang dapat memudahkan dalam interaksi yang lebih personal seperti HR, sales, dan lainnya.

4. Akan muncul 1000 kali masalah dalam kemanan dan 600 kali lebih data yang sensitif dan rentan di bagikan di cloud.

5. Pada proses rantai pasok (supply chain) akan bergantung pada AR (Augmented Reality), VR (Virtual Reality), blockchain, machine learning dan IoT.

Davian Omas, Managing Director Oracle Indonesia, mengatakan bahwa sebagai pemimpin bisnis harus yakin jika para pekerja memiliki platform dan rencana yang tepat untuk menghadapi perubahan.

“Dengan mempertimbangkan perubahan teknologi utama ini dalam konteks dampak bisnis, peluang dan tantangan, bisnis di Indonesia dapat membantu meningkatkan dampak ekonomi mereka dan mengembangkan kembali ekonomi nasional dan era Asia yang baru,” tambahnya.