Perkembangan IoT pada Jaringan 5G Meningkat Pesat


Jaringan 5G

Ilustrasi Jaringan 5G

Perangkat Internet of Things (IoT) dapat menciptakan solusi dalam menunjangnya kegiatan jarak jauh selamA pandemi Covid-19, hal ini dibenarkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatik (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail. Ismail menuturkan bahwa apabila negara sudah mengadopsi teknologi jaringan generasi ke-5 (5G), maka solusi IoT tidak hanya untuk menjaga produktivitas masyarakat saja, melainkan memperluas solusi teknologi yang telah dikembangkan oleh IoT.

Teknologi IoT pada manfaat utamanya mengandalkan sensor dan konektivitas agar perangkat bisa dikendalikan dari jarak jauh, yang bila diperkirakan di masa pandemi ini sangat dibutuhkan menurut Ismail. “IoT akan bisa menciptakan solusi yang lebih masif lagi dengan 5G,” ungkap oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatik (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail, pada webinar “IoT for Resilience in The Face of Pandemics”, Rabu (30/9).

Ismail juga menegaskan bahwa pentingnya kegiatan yang mendorong kreativitas pengembang IoT, yang sering disebut sebagai “makers”, agar Indonesia memiliki solusi berbasis lokal, untuk mengatasi masalah-masalah yang sering muncul di Indonesia. Solusi dari IoT ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat di masa pandemi ini, agar kegiatan masyarakat tidak terhenti begitu saja karena belum adanya teknologi yang ramah dalam mengurangi penyebaran virus Corona. Solusi ini juga bermanfaat untuk menyelesaikan masalah khas Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga ikut mendorong dan mendukung para makers untuk dapat membuat berbagai solusi dan aplikasi lokal sehingga apabila 5G nanti masuk ke Indonesia, masyarakat sudah memiliki ekosistem sendiri dalam sistem pengolahan dan penggunaannya dan tidak perlu selalu menggunakan aplikasi asing yang kerap kali beroperasi di Indonesia.

 Dirjen SDPPI, Ismail memperingatkan kembali bahwa transformasi digital saat ini sudah mulai berjalan di Indonesia, pandemi virus corona ini mengharuskan dan mewajibkan masyarakat untuk melakukan kegiatan jarak jauh dan meminimalisir kontak fisik dengan orang lain. Aktivitas masyarakat Indonesia sudah berbeda, dan tidak mungkin lagi dapat kembali 100% melakukan kegiatan seperti sebelum adanya pandemi. Perpindahan ruang digital tidak hanya semata berpindah tempat, namun berusaha untuk memberikan manfaat yang lebih saat sedang beraktivitas di ruang digital.