Perpule Tawarkan Platform Berbasis Online Untuk Peritel Di Indonesia


Perpule

Ilustrasi Perpule

Menanggapi peningkatan permintaan e-commerce yang pesat, perusahaan startup teknologi ritel asal India, Perpule meluncurkan platform Perpule E-Commerce+. Platform ini memungkinkan peritel offline di bidang fashion, kebutuhan sehari-hari, elektronik, dan makanan dapat memiliki platform online dan aplikasi mobile mereka sendiri.

Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dirilis Google-Temasek-Bain mengungkapkan ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan mencapai 300 miliar dolar AS (4,326 triliun) pada tahun 2025. Sementara pandemi COVID-19 diperkirakan menyumbang peningkatan jumlah transaksi belanja online hingga 153 miliar dolar AS. Hal itu melatarbelakangi ekspansi Perpule ke Asia Tenggara. Perpule juga menargetkan untuk dapat 20 persen pangsa pasar e-commerce di pasar Asia Tenggara.

“Kami senang bisa terjun ke pasar Asia Tenggara dan akan berusaha melayani pelanggan dengan cara sebaik mungkin melalui platform berbasis teknologi. Kami sangat senang bisa secara resmi mengumumkan kehadiran di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina dan akan melakukan apa pun untuk membantu ritel sukses di perjalanan online mereka.” imbuh CEO dan Co Founder Perpule Abhinav Pathak pada keterangan pers, Kamis (9/7/2020).

Pathak menambahkan perusahaannya selalu melakukan ekspansi dengan strategi yang sangat agresif. Tentunya ekspansi ini dilakukan untuk mempercepat & mendorong ambisi pertumbuhan global mereka. Menurutnya, Asia Tenggara adalah kawasan yang sangat dekat dengan hati Perpule, perusahaannya ingin membantu peritel dalam transformasi digital mereka.

Platform Perpule E-Commerce+ mengatasi tantangan-tantangan bisnis yang dihadapi oleh para peritel offline dengan menawarkan suatu platform terintegrasi termasuk payment gateways, dukungan logistik, Enterprise Resource Planning (ERP), Point of Sale (POS) dan program loyalti. Didukung dengan teknologi Progressive Web App (PWA) pada platform, pelanggan ritel akan mendapatkan pengalaman online yang unggul bahkan jika mereka memiliki koneksi internet yang buruk atau sedang bekerja offline.

Ditambah lagi, platform Perpule juga menyediakan software-as-a-service (SaaS) yang berbasis komputasi awan untuk mengeliminasi kebutuhan server dan komputer berukuran besar. Hal ini memungkinkan pelaku ritel baik berskala menengah maupun kecil dapat beralih dari model bisnis offline ke online dengan cepat dan mudah. Bermodalkan kecepatan, kualitas dan kegesitan, Perpule membantu perusahaan bisnis untuk beralih dari platform offline ke online dalam 7-15 hari. Selain itu pengguna awal platform ini telah melihat tingkat konversi yang naik hingga 70%.

Niraj Jain, Chief Financial Officer, PT. Matahari Department Stores Tbk mengatakan bahwa  pihaknya sedang merintis suatu proyek dengan Perpule. Jain juga mengatakan bahwa mereka suka dengan kecepatan, kualitas dan kegesitan dari tim dan produk mereka. ‘Customer First Approach’ dan ‘Solution Mindset’ telah membantu kami mengidentifikasi solusi-solusi untuk beberapa tantangan bisnis yang kami hadapi.

"Platform Perpule telah dibangun dengan fokus yang tepat untuk mendukung kebutuhan ritel modern yang sedang tumbuh dan kami melihatnya sedang digunakan secara luas di seluruh toko kami di masa mendatang. Kami menyambut mereka di Indonesia dan senang menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam membangun praktik retail terbaik generasi selanjutnya bersama-sama,” jelas dia

Di sisi lain, Pathak juga menambahkan bahwa ritel merupakan sektor yang paling terdampak oleh gangguan COVID-19. Oleh karena itu, Pathak ingin membekali pelaku ritel dengan platform online terbaru. Sehingga, lahirlah platform Perpule yang mutakhir dan menyediakan dukungan untuk menjalankan bisnis secara efektif dan menguntungkan, bahkan di saat krisis. Hingga saat ini, Perpule telah berkerjasama dengan sejumlah pemain ritel besar seperti Starbucks, jaringan hypermarket terbesar di India Big Bazaar, Vishal Mega Mart dan Matahari Departement Store.