CyberHub Fest 2021

Startup Berkembang Pesat di Indonesia, Rawan Serangan Siber


Badan Siber dan Sandi Negara

Ilustrasi Logo Badan Siber dan Sandi Negara

Perusahaan startup tengah berkembang dengan pesat di Indonesia dengan jumlah yang bahkan mencapai ribuan. Tentunya pertumbuhan jumlah startup ini memberikan pengaruh yang positif bagi perkembangan ekonomi digital yang diprediksi memiliki potensi primadona di Asia Tenggara.

Anton Setiawan, Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyampaikan dalam sambutannya membuka workshop ‘Secure Coding for Startup Developer’, Senin (25/1/2021) bahwa pertumbuhan besar startup di Indonesia telah membawa ke posisi lima besar di dunia untuk jumlah startup.

“Pertumbuhan startup digital di Indonesia sangat pesat dan memiliki potensi yang besar untuk mendukung ekonomi digital yang akan menjadi primadona di Asia Tenggara. Namun perkembangan ini juga disertai dengan serangan siber yang banyak mengancam. Data BSSN mencatat, awal pandemic 2020 lalu, terjadi sebanyak 149 juta serangan siber,” tutur Anton.

Anton kemudian menjelaskan, keamanan siber di berbagai bidang termasuk untuk startup digital menjadi tanggung jawab BSSN dan juga masyarakat untuk mencegah terjadinya potensi serangan siber yang meningkat setelah pandemi memaksa berbagai kalangan berinteraksi dan melakukan pekerjaan secara digital.

Sistem aplikasi web menjadi sasaran utama untuk serangan siber, terutama untuk mengambil data sensitif dari organisasi pemilik web tersebut. Maka diperlukan tindakan yang benar dan efektif untuk membentuk ekosistem digital yang aman dan mendukung startup untuk berkembang.

Startup yang berkembang di Indonesia banyak yang langsung berfokus pada layanan untuk segera berjalan secara komersil. Hal ini menjadikan startup memiliki kerentanan yang tinggi terhadap serangan siber yang bisa merusak aplikasi atau web yang menjadi produk dari startup tersebut.

“Hal-hal yang menjadi fokus organisasi dalam penyediaan aplikasi web, seperti kerahasiaan data, integritas, dan layanan menjadi kunci untuk menentukan kontrol yang tepat untuk membangun sistem keamanan siber. Startup banyak yang terfokus pada layanan, sehingga tindakan kontrol yang efektif dan efisien harus dilakukan,” kata Girindro Pringgo Digdo, Founder & CEO Cyber Army Indonesia.

Kontrol lain secara teknis, Girindro menjelaskan, kembali bergantung pada fokus organisasi tersebut. Namun salah satu trik yang jelas adalah pengelolaan data sensitif yang tepat untuk mencegah kebocoran data yang sering terjadi akibat serangan siber yang dilakukan.

Selain itu, dengan memiliki pencatatan login pengguna maka jejak serangan siber bisa dengan mudah diputus dan potensi serangan ke depan bisa dicegah bahkan dikurangi. Penentuan strategi perlindungan siber bisa dilakukan dengan melalui proses panjang untuk bisa melihat kerentanan aplikasi atau web yang dimiliki organisasi.

“Ancaman bisa dipetakan terlebih dahulu melalui proses yang cukup panjang hingga mencapai coding yang aman. Hal ini bisa membantu membangun keamanan siber yang efektif dan efisien,” pungkas Girindro.