Telkom Hadirkan Pusat Data Bertaraf Internasional di Indonesia


Telkom Bangun Data Center

Ilustrasi Telkom Indonesia Membangun Data Center di Bekasi

Pembangunan pusat data skala besar berstandar global milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yakni HyperScale Data Center (HDC) hampir memasuki tahap akhir untuk campus 1. Finalisasi pembangunan fasilitas berstandar internasional dengan sertifikasi  3 dan 4 ini akan menjadikan kapasitas pengumpulan dan pengolahan data di Indonesia semakin meningkat.

“Kehadiran Telkom HyperScale Data Center menunjukkan besarnya kapasitas Telkom untuk menjadi perusahaan digital telco terdepan di Indonesia dan dunia. Ini juga menjadi milestone penting bagi Telkom untuk menjadi pemain utama pada domain digital platform, sejalan dengan langkah transformasi dan visi Telkom menjadi digital telco. Selain itu, pembangunan Telkom HyperScale Data Center harus mengakselerasi bisnis platform digital sebagai enabler berbagai layanan dan solusi ICT untuk global player, dan korporasi dari berbagai sektor seperti finance & bankinggovernmentprivate sectormanufacturingcontent provider, dan global cloud provider,” ungkap Direktur Utama Telkom Ririek Ardiansyah.

Dilansir dari Tribunnews, kehadiran Telkom Hyperscale Data Center melengkapi fasilitas pusat data yang dimiliki Telkom sekaligus semakin mengukuhkan dan mempertahankan posisinya sebagai market leader bisnis data center. Telkom telah memiliki 26 data center yang terdiri dari lima data center internasional, 18 neuCentrIX serta tiga data center tier 3 dan 4. 

Dengan adanya dukungan data center yang tersebar di banyak lokasi dan terhubung dengan jaringan broadband, maka Telkom siap dan mampu untuk mengakomodasi kebutuhan mendatang, seperti kehadiran 5G, teknologi edge blockchain dan kebutuhan masa depan lainnya. Ini tentunya menjadi competitive advantage pusat data yang dimiliki Telkom untuk bersaing di bisnis digital platform.

Telkom HyperScale Data Center dibangun di atas lahan seluas 65 ribu meter persegi, berkapasitas total hingga 10.000 rack, dan daya listrik sekitar 75 MW. Karena mengusung konsep green data center, Telkom HDC akan menjadi pusat data yang dalam operasionalnya minim menghasilkan emisi gas karbondioksida. Hal ini terjadi karena Telkom akan memanfaatkan sejumlah pembangkit listrik tenaga gas serta solar panel untuk menjadi sumber listrik area umum dan kantor.

“Kami yakin keberadaan Telkom HyperScale Data Center dapat berdampak besar terhadap upaya meningkatkan jumlah korporasi yang go digital dan berdaya saing di era digital seperti sekarang. Hal ini juga meneguhkan posisi Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi dan penyedia layanan digital terdepan di Indonesia,” tutur Ririek.   


Bagikan artikel ini