Tencent Siap Bersaing Dengan Alibaba Dalam Bisnis Cloud


Tencent

Tencent Holdings Ltd, perusahaan raksasa di bidang media sosial dan gim ini tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk dapat bersaing dengan Alibaba Group Ltd dalam layanan komputasi awan (Cloud Computing) di Tiongkok. Di tengah situasi pandemi saat ini, pemerintah Tiongkok mendukung pengembangan bisnis cloud karena dianggap mampu untuk mengatasi wabah dan mengelola pembatasan sosial.

Sejak September 2018, Tencent memposisikan bisnis Cloud-nya sebagai area pertumbuhan utama. Selama masa pandemi bisnis cloud di Tiongkok mulai menunjukkan peningkatan. Sebanyak 3.000 karyawan telah bergabung di divisi Cloud Tencent. Sejak Februari 2020, permintaan bandwith video ke Tencent mulai meningkat. Hal ini seiring dengan pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) oleh pemerintah Tiongkok.

Bentuk dukungan pemerintah Tiongkok dalam pengembangan bisnis cloud salah satunya dengan menambah 100.000 server cloud untuk Tencent Conference. Pada Mei 2020, Tencent juga mengumumkan telah investasi sebesar 500 milliar yuan atau setara US$ 70 miliar untuk infrastruktur teknologi, termasuk komputasi awan.

Sementara Vice President Bisnis International Tencent, Poshu Yeung menjelaskan permintaan akan layman komputasi away (cloud computing) di Tiongkok mengalami peningkatan, khususnya di sektor bisnis dan pendidikan daring.

"Kami sebenarnya melihat lebih banyak permintaan yang datang," ujar Poshu pada bulan April lalu.

Perusahaan riset Canalys mencatat, layanan cloud di Tiongkok tumbuh 67% secara year on year (yoy) menjadi US$ 3,9 miller pada kuartal I-2020.