Alat GeNose Akan Segera Miliki Sistem Pusat Pengumpulan Data


Distribusi Alat Medis Covid-19

Ilustrasi Distribusi Alat Medis Covid-19

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan tim Universitas Gadjah Mada melakukan pengembangan GeNose C19 akan membangun sistem untuk pusat pengumpulan seluruh data analisis COVID-19 dari GeNose C19.

“Semua data di seluruh Indonesia itu akan langsung dikirim ke central di Universitas Gadjah Mada Madad untuk diuji kembali apakah program yang ada ini perlu di-update atau tidak,” ujar Menristek/Kepala BRIN dalam konferensi pers yang dikutip dari Antara news, Rabu (23/2).

GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada merupakan alat screening COVID-19 berbasis embusan nafas yang menggunakan Artificial Intelligence (AI). Dengan semakin banyak data yang masuk, maka semakin tinggi akurasi dari kinerja AI pada GeNose C19.

Menristek juga berharap agar ke depannya ada inovasi untuk menggantikan penampung embusan nafas berbahan plastik agar lebih ramah lingkungan. “Saya terus meminta carilah sesuatu yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Menurut Bambang, GeNose C19 perlu ditempatkan pada sektor pariwisata, pabrik dan kantor-kantor untuk mengurangi penyebaran COVID-19 terhadap orang yang datang berwisata dan para karyawan atau pekerja.

Di sisi lain, alat GeNose C19 juga dapat dimanfaatkan di berbagai tempat umum seperti mal, stasiun, dan terminal bus. “Mobilitas orang tentunya tetap harus mengikuti protokol kesehatan tetapi GeNose C19 harapannya bisa membantu mobilitas yang mengikuti protokol kesehatan ini bisa lebih bergerak dalam memulai upaya untuk pemulihan ekonomi,” tutup Bambang.