Aplikasi “DETAK” Berbasis AI ini Memberikan Solusi bagi Pasien Serangan Jantung


Media Digital

Ilustrasi media digital

Beberapa peneliti Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur mengembangkan aplikasi yang memberikan solusi terhadap masalah keterlambatan pasien yang mengalami serangan jantung/ Sindrome Koroner Akut (SKA) yang diberi nama “DETAK”.

Aplikasi “DETAK” ini kepanjangan dari Deteksi janTung secara cepAt dan akuraT yang merupakan aplikasi berbasis algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menggunakan ponsel pintar yang dibuat untuk memberikan solusi terhadap maslah keterlambatan pasien yang mengalami serangan jantung/Sindrom Koroner Akut (SKA).

Keterlambatan pasien disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kewaspadaan terhadap gejala dan tanda SKA. Keterlambatan ini merupakan salah satu penyebab utama yang menjadikan serangan jantung menempati urutan kedua penyebab kematian di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“selain berguna untuk mengurangi keterlambatan pasien mencari pengobatan, DETAK juga berfungsi mengingatkan pasien untuk minum obat dan kontrol teratur. Pada aplikasi DETAK pasien dapat membaca artikel terkait dengan kesehatan jantung untuk awam,” ucap Ketua peneliti Kelompok Kajian Kardiovaskular Fakultas Kedokteran UB, Prof. Dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP (K), PhD di Malang, Minggu (22/11).

Penggunaan aplikasi DETAK, pasien diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait nyeri dada yang dialaminya dan akan diberitahukan kemana pasien harus mencari pertolongan.

Apabila pasien kemungkinan besar mengalami SKA, akan diarahkan ke rumah sakit dengan dokter jantung dengan atau tanpa fasilitas yang dapat melakukan pemasangan stent/ring jantung.

Sedangkan pada pasien dengan kemungkinan kecil SKA akan diarahkan pada fasilitas kesehatan terdekat meskipun tanpa dokter jantung dan tidak mengarah pada kegawatan, mereka tidak harus panik segera bertemu dokter.

Fasilitas yang ada pada aplikasi DETAK diantaranya mengarahkan pasien dengan keluhan nyeri dada pada fasilitas kesehatan yang tepat sesuai keluhan dan tingkat kegawatdaruratan.

Selain itu, ada pengingat alarm kesehatan untuk mengingatkan pasien berobat ke klinik jantung atau faskes dan meminta obat sesuai jadwal guna meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Ia menjelaskan”folder” berita yang berisi informasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Fasilitas keesehatan yang telah terdata pada aplikasi DETAK sampai saat ini meliputi wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Aplikasi ini terus dikembangkan dengan pendataan yang lebih lengkap dengan jangkauan fasilitas kesehatan se-Indonesia dengan meningkatkan kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di seluruh wilayah Indonesia, IDI, dan dinas kesehatan terkait.


Bagikan artikel ini