Cloud Computing Semakin Diminati Di Masa Pandemi


Ilustrasi Cloud Computing

Ilustrasi Cloud Computing

Teknologi cloud computing saat ini semakin diminati oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan social distancing membuat tren di dunia bisnis dilakukan secara online atau secara telework. Meningkatnya aktivitas yang dilakukan secara daring tersebut tentu membutuhkan server yang lebih baik.

Kebiasaan baru dari masyarakat dengan menggunakan layanan daring untuk bekerja maupun belajar tentu berpengaruh pada server layanan tersebut. Menurut Gunawan, Susanto Country Leader Amazon Web Service (AWS) kebiasaan masyarakat ini meningkatkan lalu lintas (traffic) dalam sebuah aplikasi berbasis teknologi yang berdampak pada kemampuan server.

"Dengan demand yang ada seperti ini, kami membutuhkan lebih banyak kerja sama dengan partner ekosistem di Indonesia untuk bisa memberikan pelayanan menyeluruh dan lebih sering mengedukasi market bagaimana sih penggunaan cloud yang benar. Jadi enggak sekadar pakai tapi juga bisa tepat guna teknologinya," kata Gunawan Susanto pada Selasa, (1/9/2020) dalam jumpa pers virtual.

AWS sebagai layanan yang menawarkan on-demand cloud computing berusaha secara aktif memaksimalkan potensi dari perusahaan yang menggunakan layanannya. Dengan layanannya AWS akan membantu perusahaan untuk mengoptimalkan biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan agar lebih efisien. Adapan hal-hal ini meliputi penyesuaian cloud server, optimisasi penyimpanan, dan rangkaian lainnya yang akan ditinjau bersama tim.

"Di semua market segment, kami bantu existing para customer di masa pandemi ini untuk bisa optimizing their cost dan staying with them untuk membuat bisnis mereka growing. Tujuannya supaya mereka bisa optimum gunakan teknologi kami," ujar Gunawan Susanto.

Fajar A Budi Prasetyo selaku CTO & Co-founder HappyFresh mengungkapkan bahwa perusahaanya saat ini mengalami kenaikan jumlah pengunjung selama masa pandemi COVID-19 ini. Lonjakan pengunjung tersebut hingga 10 kali lipat dari biasanya. Dengan adanya lonjakan tersebut tentu HappyFresh butuh software yang scaleable.

Fajar juga mengatakan bahwa dengan penggunaan layanan cloud computing perusahaan dapat dengan lebih mudah dalam mengelola traffic yang siignifikan. Selain itu, Happy Fresh juga lebih efisien dalam penggunaan biaya termasuk untuk operasional. Menurut fajar, Teknologi komputasi awan dari AWS secara berkala mengirimkan tim solutions architect yang bertugas meninjau optimalisasi penggunaan sejauh itu.

Dengan menggunakan layanan cloud computing biaya yang dikeluarkan untuk bidang IT dapat dipangkas mencapai angka 50 hingga 60 persen. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk memperoleh profit yang lebih maksimal.

"Salah satu keuntungan di cloud, kita punya elastisitas di mana saat demand naik signifikan, kita tinggal scale horizontal sesuai dengan kebutuhan. Jadi pada saat pandemi berakhir, kita tinggal scale down lagi supaya sesuai dengan traffic yang ada," jelasnya.