DPR Akan Miliki Big Data untuk Mewujudkan Parlemen Modern


BigData

Ilustrasi BigData

Perkembangan teknologi informasi kini telah berkembang pesat dan telah mempengaruhi berbagai lini. Sekretariat Jenderal RI perlu memanfaatkan kehadiran teknologi informasi guna meningkatkan kinerja kedewanan sebagai wakil rakyat, dan mewujudkan parlemen modern.

Salah satu dukungan Setjen DPR RI, untuk meningkatkan kinerja DPR RI adalah dengan menyediakan data dan informasi yang dapat digunakan dalam menjalankan fungsi representasi rakyat.

“Baik anggota DPR maupun masyarakat memerlukan ketersediaan data dan informasi sesuai dengan bidang masalah yang dibutuhkan lengkap serta efektif dan efisien dalam menggunakannya,” ucap Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar dalam seminar daring, Selasa (8/12).

Dilansir dari dpr.go.id, Indra menyampaikan bahwa saat ini Setjen DPR RI telah melakukan regulasi mengenai sistem manajemen satu data yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi guna memberikan kemudahan bagi anggota dewan dan masyarakat dalam mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan.

“Dalam waktu dekat DPR akan memiliki Big Data yang digunakan untuk pelaksanaan fungsi representasi dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta mempercepat terwujudnya DPR sebagai parlemen modern,” tambahnya.

Menurut Indra, Big Data akan membawa keuntungan biaya yang signifikan karena penyimpanan data dalam jumlah besar, mampu mengidentifikasi cara yang lebih efektif dalam melakukan proses kerja serta mampu mengukur kebutuhan dan kepuasan publik, dengan melakukan analisis, sehingga organisasi bisa memenuhi keinginan publik.

“Ada dua aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam membangun dan mengelola big data, yaitu kemutakhiran sistem informasi teknologi komunikasi serta terkait validasi dan autentifikasi data,” jelasnya.

Indra juga mengungkapkan perkembangan TIK telah membawa dunia msuk pada industri 4.0, dimana era ini ditandai dengan melimpahnya data dan informasi. Sehingga pengelolaan big data bagi para pekerja informasi inilah yang harus diantisipasi.