Garuda Indonesia Adopsi Cloud untuk Dukung Transformasi Digital


Garuda Indonesia

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia

Situasi pandemi COVID-19 membuat maskapai penerbangan nasional tidak dapat melakukan perjalanan secara global. Salah satunya, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia yang telah mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 61 persen. Hal ini membuat Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar USD712,73 juta (Rp10,5 triliun) dalam semester pertama tahun 2020 ini, dan keuntungan pemesanan bersih sebesar USD24,11 juta (Rp257,7 miliar) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Situasi ini membuat Garuda Indonesia berupaya mencari solusi baru dengan mengadopsi teknologi cloud computing.

“Ini (adopsi cloud computing) menjadi upaya kami untuk mendukung proses transformasi digital perusahaan agar menjadi maskapai penerbangan berbasis IT," ujar Pungky Prasetyawan, Head of IT Digital Transformation, Garuda Indonesia, dalam Apsara Conference Customers Media Briefing, Kamis (17/9/2020).

Garuda Indonesia memilih menggunakan teknologi cloud dari Alibaba Cloud dikarenakan perusahaan cloud computing asal Tiongkok ini telah melayani di 21 wilayah dengan 63 zona ketersediaan secara global. Selain itu, Alibaba Cloud telah memiliki dua data center di Indonesia yang telah memperoleh sertifikat dan lisensi keamanan termasuk Keamanan Informasi ISO 27001 berdasarkan peraturan dari Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi No. 4 Tahun 2016.

Pungky menyebutkan, Garuda Indonesia telah mengalami peningkatan dalam efisiensi biaya sebesar 60 persen dengan mengadopsi teknologi cloud. Selain itu, Garuda Indonesia juga dapat menjalankan metode remote working pada lebih banyak pegawai. Menurutnya, hal ini karena teknologi Alibaba Cloud dapat membantu mengurangi latensi jaringan, sehingga situs korporat, aplikasi mobile serta layanan tiket dan pemesanan Garuda Indonesia menyuguhkan proses pemuatan lebih cepat.

“Kami memilih Alibaba Cloud supaya dapat mendukung upaya kami dalam mengimplementasikan strategi efisiensi biaya dengan dukungan teknologi informasi, khususnya teknologi cloud. Sejak proses migrasi aplikasi bisnis penting ke cloud, Garuda Indonesia telah melihat edukasi latensi jaringan yang jauh berbeda dan peningkatan efisiensi biaya. Selain itu, maskapai juga membutuhkan waktu lebih singkat untuk rilis dan penerapan aplikasi baru serta peningkatan efisiensi dari operasi aplikasi secara keseluruhan,” jelas Pungky.

Alibaba Cloud menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan pihaknya bersedia untuk membantu Garuda Indonesia dalam melakukan transformasi digital melalui teknologi cloud yang ditawarkannya. Alibaba Cloud berharap Garuda Indonesia akan dapat menyuguhkan inovasi dan kecekatan terbaiknya di pasar, serta menawarkan pengalaman pengguna yang mulus dan tanpa kendala bagi konsumennya di Indonesia.