Google dan IBM : Teknologi Cloud Computing Bantu Atasi Pandemi Corona


Teknologi Melawan Virus

Ilustrasi Teknologi Cloud Computing Atasi Pandemi

 

Pasar komputasi awan (cloud computing) di Indonesia semakin menjanjikan. Sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat dan Tiongkok merambah pasar komputasi awan, membuat persaingan semakin sengit.

Google dan International Business Machines (IBM) mengungkapkan teknologi cloud computing saat ini tidak hanya digunakan untuk bisnis, namun juga dapat membantu masyarakat serta pemerintah dalam mengatasi pandemi corona.

Pada April lalu, Google merilis program Rapid Response Virtual Agent. Layanan ini dapat membantu menjawab pertanyaan masyarakat dengan menggabungkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Google menggunakan Contact Center berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) untuk membantu dalam menjawab pertanyaan terkait Covid-19.

“Ini salah satu contoh menggunakan keahlian mesin pembelajar (machine learning),” ungkap CEO Google Cloud, Thomas Kurian pada acara round table VIP Next On Air, (16/7).

Teknologi Cloud juga dimanfaatkan oleh IBM untuk mengolah data perusahaan saat penerapan Work From Home (WFH). Tidak hanya itu, perusahaan asal AS ini juga menyediakan layanan kelola basis data (database) hasil tes virus corona oleh pemerintah.

Menurut General Manager Asia Pacific IBM Cloud, Brenda Harvey, pandemi mempercepat transformasi digital dengan mengandalkan cloud di berbagai sektor diantaranya pendidikan, bisnis, dan pemerintahan.

"Krisis telah membuktikan, tanpa keraguan, bahwa cloud mendefinisikan kembali bisnis dan ekosistem secara lebih pintar," ungkap Harvey dalam acara IBM Cloud Forum 2020.

Dengan bantuan teknologi cloud, perusahaan juga bekerja sama dengan Queensland University di Australia untuk menganalisis perkembangan virus corona. Dimana dilakukan pengumpulan data pasien covid-19, kemudian dilakukan analisis dan dikategorisasi pada platform cloud.

"Teknologi cloud dan keamanan data menjadi masalah yang paling mendesak," ujar Director Critical Care Research Group University of Queensland, John Fraser. 

IBM juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan India dan Thailand dalam penyimpanan data tes Covid-19. Sama seperti di Thailand.

Country Manager Cloudera Indonesia Cloudera, Fanly Tanto menyatakan ke depannya akan banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknologi cloud. Hal itu karena terdapat banyak data yang harus dianalisis.

"Pengguna media sosial yang paling aktif di dunia, terbanyak di Indonesia,” kata Tanto.