HRIS Berbasis Cloud Jadi Solusi Tepat Untuk WFH


Layanan Cloud Computing

Ilustrasi Layanan Cloud Computing

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir berdampak besar pada operasional bisnis. Penerapan kebijakan kerja di rumah atau work from home (WFH) dilakukan secara parsial oleh mayoritas bisnis dan perusahaan, dan akhir-akhir ini semakin diperketat. Oleh karena itu, agar bisnis dapat tetap berjalan secara optimal di masa pandemi ini, dibutuhkan alat yang dapat membantu perusahaan dalam mengakses data perusahaan dengan mudah serta mendukung produktivitas kerja.

Human Resources Information System (HRIS) merupakan sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengarsipkan serta menganalisa data-data terkait pengelolaan karyawan seperti gaji, absensi, klaim dan lainnya berbasis cloud. HRIS berbasis cloud menjadi solusi yang  bisa menunjang sistem WFH karena pengguna bisa dengan fleksibel mengakses data dimana saja dan kapan saja. Perusahaan bisa memastikan kinerja dan produktivitas tetap terjaga dengan baik selama WFH, sehingga migrasi ke cloud menjadi penting dilakukan.

“Masa pandemi ini mendorong percepatan transformasi bisnis, di mana cloud memungkinkan kolaborasi jarak jauh dengan rekan kerja walau dari lokasi yang berbeda. Kami mencatatkan ada peningkatan sekitar 20% permintaan penggunaan teknologi cloud dari sisi Biznet Gio.” Ujar Dondy Bappedyanto, CEO Biznet Gio baru-baru ini.

Dondy menambahkan, agar perusahaan yakin melakukan migrasi ke teknologi cloud, keamanan data internal menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan dengan adanya SaaS (Software-as-a-Service) provider yang bisa menjamin keamanan data bisnis dengan beberapa strategi, seperti sertifikasi internasional ISO27001 mengenai standar penyimpanan dan pengelolaan data, atau pun dengan memberi level proteksi Two Factor Authentication saat mengakses data.

Muncul kesadaran bahwa migrasi ke cloud penting untuk bisnis yang lebih efisien dan efektif di masa kini. Pernyataan tersebut datang dari CEO Mekari, Suwandi Soh. Ia mengatakan, di masa kini bisnis benar-benar diakselerasi ke tempat kerja masa depan, di mana kerja dilakukan jarak jauh dan kolaborasi juga dilakukan secara daring. Masa pandemi yang membuat pekerjaan harus dilakukan secara daring, menjadi momen yang tepat untuk pebisnis beralih ke cloud computing sehingga mampu bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya.

Mekari sendiri merupakan startup tanah air dalam bidang SaaS (Software-as-a-Service) untuk bisnis UKM dan mid-enterprise yang mengembangkan solusi HRIS & Payroll berbasis cloud lewat produk yang bernama Talenta.

HRIS berbasis cloud menawarkan beberapa manfaat untuk perusahaan ketika menjalankan sistem WFH. Pertama, HRIS dapat mendukung fleksibilitas kerja HR karena dapat mengakses data karyawan dengan mudah kapanpun dan di manapun. Manfaat ini memudahkan HR untuk mengurus payroll, reimburse, hingga administrasi lainnya dengan baik dan tepat waktu tanpa bergantung pada software di kantor.

HRIS berbasis cloud juga menawarkan automasi yang dapat membantu HR mengurus hal-hal administratif yang biasanya memakan waktu. Automasi ini bisa membantu mereka fokus pada perencanaan strategis untuk mempersiapkan proyeksi dan perencanaan operasional bisnis pasca pandemi hingga infrastruktur yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa bisnis menghadapi future of workplace.

Secara Total Cost of Ownership penggunaan HRIS berbasis cloud pun masih lebih terjangkau. Kemudahan akses yang ditawarkan oleh HRIS berbasis cloud seperti Talenta ini diyakini menjadi solusi relevan bagi pemilik bisnis yang ada di seluruh Indonesia untuk mengelola karyawan di situasi saat ini.

"Saat ini kita lihat bahwa secara ekonomi sentris, pulau Jawa masih menjadi pusatnya. Namun, banyak pemilik bisnis di luar Jawa yang butuh solusi atas permasalahan yang sama. Dengan HRIS berbasis cloud misalnya, pemilik bisnis di mana saja dapat mengakses solusi pengelolaan HR & payroll tersebut hanya dengan koneksi internet. Kehadiran teknologi cloud ini memungkinkan semua jenis perusahaan kecil hingga besar memiliki kesempatan mendapat solusi yang sama," jelas Suwandi.