Kemendikbud Kerjasama Dengan Huawei, Kembangkan E-Learning


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Setelah bekerja sama dengan TVRI mengenai program belajar, kali ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Huawei, perusahaan layanan IT ternama di dunia asal Shenzen, Guandong, Cina. Kerjasama tersebut untuk bertujuan mengakselerasi transformasi digital atau e-learning pada perguruan tinggi dan dapat mengembangkan kemampuan dibidang teknologi dan informatika baik oleh dosen maupun mahasiswa. Dengan adanya perjanjian tersebut diharapkan akan meningkatkan kemampuan SDM yang ada di Indonesia. 


"Kebutuhan terhadap talenta-talenta digital sangat tinggi dan sangat dicari oleh perusahaan, sementara SDM kita sendiri belum banyak, sehingga penguatan talenta digital menjadi suatu fokus untuk perngembangan ekonomi kita ke depan," ujar Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) di Gedung Kemendikbud (24/07/20).

Nizam mengatakan kebutuhan tersebut guna menyiapkan SDM yang menguasai bidang teknologi informatika, big data, cloud computing, serta artificial intelligence. 

Kemendikbud memiliki beberapa program seperti magang mahasiswa, pelatihan TIK, platform e-learning bagi mahasiswa, penelitian dibidang TIK, mengelola big data, cloud computing serta artificial intelligence. Perjanjian kerja sama tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) selama 2 tahun hingga 2022 mendatang.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nizam dengan Vice President of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, Qijian Ken yang berlangsung secaratatap muka di Gedung D Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan para petinggi perguruan tinggi mengikuti acara ini melalui saluran telekonferensi. 

"Saat ini terdapat sudah 20 perguruan tinggi yang telah dikerja samakan dengan Huawei," tambah Nizam.

Dalam kerjasama ini ditargetkan 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia skan bekerja sama dengan Huawei pada akhir tahun 2020 ini. Selanjutnya pada tahun 2021, Kemendikbud menargetkan 800 kampus yang dapat bekerja sama. Dengan langkah ini diharapkan akan berpengaruh besar terhadap SDM yang ada di Indonesia sehingga dapat mendongkrak pembangunan ekonomi digital.

"Hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri di dalam pengembangan ekonomi digital menjadi salah satu fokus yang harus kita dorong bersama-sama. Dengan kolaborasi ini diharapkan hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri bisa lebih baik lagi ke depannya," ujarnya.

Qijian Ken meyakini bahwa kerjasama ini dapat menjadikan Indonesai sebagai 10 negara dengan ekonomi terbesar pada tahun 2030. Ken juga menyebutkan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi di Indonesia yang berdaya saing secara global. 

"Selama 20 tahun hadir di Indonesia, Huawei telah berkontribusi melalui teknologi dan solusi TIK guna mendukung pembangunan di semua sektor, termasuk pendidikan. MoU ini sejalan dengan kampanye global Huawei #TECH4ALL yang bertujuan mendukung keberlangsungan proses pendidikan termasuk di saat pandemi serta untuk meningkatkan inklusi teknologi digital. Huawei juga terus berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah dinamika situasi global melalui pendayagunaan teknologi. Kami berharap, solusi yang kami hadirkan serta program-progran pelatihan maupun pembinaan yang kami berikan mampu menghasilkan SDM TIK Indonesia yang mampu bersaing secara global," tutup Ken.