Kemenperin Dorong Pemenang Startup4Industry untuk Hasilkan Solusi Teknologi


Infrastruktur Digital

Ilustrasi Infrastruktur Digital

Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI) terus mendorong para startup pemenang kompetisi Startup4Industry untuk hasilkan karya solusi teknologi yang signifikan bagi perekonomian nasional, terutama sektor industri di masa pandemi COVID-19 saat ini. Salah satu startup jebolan kompetisi yang berkontribusi adalah PT DycodeX Teknologi Nusantara.

PT DycodeX Teknologi Nusantara merupakan bagian dari lima startup terbaik dari ajang Startup4Industry dengan karya yang bernama HeatraX. HeatraX merupakan solusi teknologi yang dapat membantu screening suhu tanpa kontak dengan tenaga artificial intelligence (AI).

“Sejauh ini masih banyak penerapan dan enforcement protokol kesehatan yang dilakukan secara manual oleh tenaga manusia dengan alat bantu thermal gun yang dinilai kurang efektif dan berpotensi meningkatkan angka penyebaran virus. Maka solusi screening yang otomatis, tanpa kontak, dan pintar sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” papar Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin di Jakarta, Senin (28/12/2020).

HeatraX sendiri memiliki fitur andalan berupa contactless thermal screening atau mengukur suhu tanpa kontak dengan didukung tenaga kecerdasan buatan. Selain itu, HeatraX juga memiliki peringatan real-time pada perangkatnya yang mengindikasikan suhu objek di atas normal ataupun tidak menggunakan masker. AI juga memungkinkan pengenalan objek berbasis wajah.

“HeatraX tidak hanya berupa perangkat, melainkan platform yang diperkaya dengan web-based dashboard dan mobile app sehingga memungkinkan integrase dengan sistem pihak ketiga,” jelas Andri Yadi, CEO PT DycodeX Teknologi Nusantara.

Selain itu, HeatraX memiliki potensi pasar yang luas mengingat banyak gedung saat ini wajib menerapkan protokol kesehatan. HeatraX tidak hanya tentang melakukan screening suhu, namun dalam jangka panjang platform ini akan fokus ke analytics, seperti track and trace, engagement berbasis wajah dan dapat diatur untuk berbagai penggunaan lain berbasis visual intelligence.

Gati menambahkan, Startup4Industry yang mengusung tema “Indonesia Percaya Diri dengan Teknologi Dalam Negeri” diharapkan dapat memberi andil dalam menekan dampak pandemi di sektor industri dengan upaya pemanfaatan teknologi canggih. Menurutnya, hal ini dapat datang dari peran startup teknologi yang memiliki inovasi dan investasi yang unggul.

Selain itu, Startup4Industry juga mendukung bangkitnya ekonomi nasional melalui sektor IKM dalam momentum pandemi. Pasalnya, usaha rintisan industri saat ini tengah didominasi oleh pelaku usaha di tahap awal dan dengan skala Usaha Menengah dan Kecil (UMK).

“Ini sejalan dengan UU Cipta Kerja yang didesain untuk memberi kemudahan bagi pelaku usaha dengan skala UMKM sehingga mereka semakin terbantu,” imbuh Gati.